Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Semakin Ditunda, Ongkos Atasi Krisis Iklim Semakin Besar

Kompas.com - 31/03/2025, 21:00 WIB
Monika Novena,
Yunanto Wiji Utomo

Tim Redaksi

Sumber PHYSORG

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa pemodelan saat ini mungkin terlalu optimis dalam memperkirakan kemampuan hutan menyimpan karbon di masa depan.

Hal ini disebabkan karena model-model tersebut cenderung mengabaikan gangguan-gangguan yang terjadi pada hutan, terlalu melebih-lebihkan efek pemupukan CO2, dan meremehkan tingkat deforestasi.

Untuk mengurangi dampak perubahan iklim, melindungi cadangan karbon, dan menghindari peningkatan biaya yang tak terkendali, para ilmuwan merekomendasikan tindakan yang harus segera diambil.

"Hutan bukanlah sumber daya yang tak terbatas, tetapi perlu pemantauan yang cermat untuk mendeteksi pengurangan serapan karbon sejak dini," jelas Florian Humpenöder, ilmuwan PIK dan penulis studi.

Ia juga menekankan perlunya konservasi hutan yang lebih kuat, dan dekarbonisasi yang lebih cepat.

"Selain melindungi hutan, penting untuk mempromosikan praktik penggunaan lahan yang berkelanjutan. Tidak hanya untuk melestarikan keanekaragaman hayati tetapi juga untuk menghindari konsekuensi ekonomi yang drastis dan untuk mengamankan masa depan iklim kita," tambah Florian Humpenöder.

Studi diterbitkan di Nature Communications.

Baca juga: Kemenhut: Deforestasi Indonesia Meningkat pada 2024

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau