Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
ADVERTORIAL

Sebar Kurban di Pelosok Maluku, Human Initiative Hadirkan Harapan untuk Warga

Kompas.com, 25 April 2025, 18:13 WIB
Erlangga Satya Darmawan,
Sri Noviyanti

Tim Redaksi

Selain itu, masyarakat juga mengelola kebun tanaman tahunan, seperti pala, lada, cengkeh, dan kelapa. Rata-rata penghasilan warga berkisar antara Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta per bulan.

Baca juga: Human Initiative Gandeng 25 Aktor Lokal Penggerak Masyarakat pada Local Champion Forum 2024

"Kami tidak mampu (menunaikan) kurban sendiri-sendiri karena harga hewannya cukup mahal. Satu ekor kambing berbobot 25 kg itu harganya Rp 3 juta-Rp 3,5 juta. Kami jelas tidak mampu. Makanya, kami bersyukur sejak Idul Adha 2024, kami mendapat kiriman satu ekor sapi dari HI. Semoga Allah membalas kebaikan para penyumbang kurban (mudhohi) dengan pahala besar," kata La Ode Sarip.

Sambut baik program Sebar Qurban

Salah satu penerima manfaat kurban di Dusun Oli Lama, Wasamu (56), mengaku sangat bersyukur akan kehadiran program Sebar Qurban.

Wasamu mengatakan, dirinya sangat jarang mengonsumsi daging sapi ataupun kambing. Hal ini bukan karena dirinya tidak ingin, tapi karena harganya yang mahal dan tak terjangkau.

Wasamu sendiri bekerja sebagai pembuat parutan singkong yang diperas menggunakan alat gilingan batu sekaligus pengrajin atap rumah dari daun rumbia.

Sebagai seorang janda yang telah ditinggal wafat suaminya beberapa tahun lalu, penghasilannya sangat terbatas.

Dalam sehari, ia hanya mampu membuat tiga parutan berukuran sedang untuk dijual kepada warga sekitar.

“Iya, katong (kami) senang dan gembira. Nanti pada momen Idul Adha akan dapat daging kurban lagi. Alhamdulillah, terima kasih,” ucap Wasamu.

Pada Idul Adha 1446, Abdul Mughni memberitahukan kepada La Ode Sarip untuk tetap tenang karena HI akan melanjutkan program Sebar Qurban.

Untuk tahun ini, program tersebut hadir dengan Tema "Berqurban Saling Menguatkan".

HI juga akan mendistribusikan sebanyak 450 ekor sapi untuk dusun-dusun miskin yang ada wilayah Provinsi Maluku Tengah.

Baca juga: Targetkan Program yang Merata, Human Initiative Luncurkan Program Sebar Kurban 2024 di NTT

"Program Sebar Qurban ini hadir untuk menyalurkan hewan kurban dari para mudhohi yang disalurkan melalui kami (HI). Kami menjamin hewan kurban disalurkan tepat sasaran dan diprioritaskan bagi warga tidak mampu," jelas Mughni.

Bagi sahabat inisiator, HI mengajak berkurban untuk saling menguatkan agar bisa membuat kebahagian bagi wasamu dan mereka yang belum pernah merasakan daging sapi tiap tahunnya.

Bila berminat, Anda bisa mengunjungi laman solusipeduli.org untuk bergabung dalam kebaikan bersama HI dalam Sebar Qurban 2025.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau