Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Peneliti Ungkap Peran Pemimpin Lokal dalam Membangun Ketahanan Perubahan Iklim

Kompas.com, 10 Juni 2025, 16:44 WIB
Eriana Widya Astuti,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com — Peneliti Pusat Riset (PR) Hukum Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Inayah Hidayati mengatakan bahwa kriteria pemimpin lokal yang efektif serta mampu membangun ketahanan terhadap dampak perubahan iklim adalah mereka yang visioner, adaptif, kolaboratif, dan mampu membangun solidaritas komunitas.

Sebelumnya, Inayah telah melakukan riset di Demak Jawa Tengah, sebuah wilayah pesisir yang bersebelahan langsung dengan Kota Semarang dan telah lama menghadapi tekanan serius akibat dampak perubahan iklim.

Berdasarkan hasil penelitiannya, banjir rob, abrasi pantai, dan ancaman migrasi permanen merupakan tantangan nyata bagi masyarakat setempat dalam kehidupan sehari-hari.

Oleh sebab itu, Inayah menekankan pentingnya peran pemimpin lokal—baik formal maupun informal—dalam mengupayakan ketahanan komunitas untuk menghadapi kenaikan muka air laut di wilayah tersebut.

Baca juga: Perubahan Iklim, Perempuan Terpaksa Jadi Tulang Punggung Tanpa Jaminan Sosial

Selain sosok yang visioner, adaptif, kolaboratif, dan mampu membangun solidaritas komunitas, pemimpin di daerah tersebut juga dituntut mampu mengintegrasikan nilai-nilai lokal dan budaya dalam setiap kebijakan adaptasi iklim.

“Di tengah sistem sosial yang patriarkal, pemimpin lokal perempuan juga membuktikan perannya yang signifikan,” ungkap Inayah, sebagaimana dikutip dari keterangan tertulis di laman BRIN pada Selasa (10/6/2025).

Inayah menjelaskan bahwa sebagai wilayah yang secara geografis rawan banjir dan berada di daerah aluvial, Demak menjadi titik krusial dalam studi adaptasi perubahan iklim.

Menurutnya, air dari berbagai penjuru bermuara ke wilayah ini, sehingga menyebabkan banjir rob semakin parah dan sering terjadi. Dampaknya pun meluas ke sektor ekonomi, infrastruktur, dan sosial kemasyarakatan.

Peran Tokoh Lokal

Ia juga mengatakan, oleh sebab itu bentuk kepemimpinan transformasional muncul dari tokoh-tokoh lokal dalam kajian lapangan yang dilakukannya sejak 2023.

Menurut Inayah para pemimpin ini tidak hanya berasal dari struktur pemerintahan resmi seperti kepala desa, tetapi juga dari masyarakat yang bergerak secara organik dan memahami secara langsung kebutuhan warga yang terdampak bencana iklim.

Oleh sebab itu, Inayah menegaskan bahwa pemimpin lokal juga memainkan peran penting dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Sebagai contoh, Inayah menjelaskan tentang pemimpin di Desa Timbulsloko yang memimpin upaya penanaman dan pengelolaan hutan mangrove.

Usaha tersebut berkembang menjadi kegiatan ekonomi berbasis komunitas, seperti produksi teh dan olahan mangrove lainnya, bahkan mendapat pengakuan dari pemerintah.

Baca juga: Perubahan Iklim Bikin Separuh Dunia Rasakan Panas Ekstrem Sebulan

Contoh lainnya datang dari Kecamatan Wedung, di mana inisiatif perempuan dalam mengolah hasil tambak pasca banjir turut menciptakan unit usaha mikro yang berkelanjutan.

Inayah menjelaskan bahwa mereka bekerja sama dengan dinas-dinas terkait dan memanfaatkan pelatihan serta bantuan yang tersedia untuk membangun ketahanan ekonomi keluarga.

Adapun contoh lain datang dari generasi muda yang menunjukkan peran signifikan. Ia adalah pemuda lulusan perguruan tinggi yang kembali ke kampung halamannya dan mengembangkan usaha pengeringan serta pengolahan hasil laut.

Ia juga menerapkan strategi pemasaran digital untuk memperluas jangkauan produk lokal.

Melalui studi ini, Inayah menegaskan bahwa ketahanan iklim tidak hanya bergantung pada kebijakan pusat, tetapi juga pada kapasitas pemimpin lokal dalam menggerakkan komunitas, memanfaatkan sumber daya, dan menjaga keberlanjutan lingkungan hidup mereka.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Gen Z di Dunia Kerja, Pemalas atau Punya Cara Kerja Baru?
Gen Z di Dunia Kerja, Pemalas atau Punya Cara Kerja Baru?
LSM/Figur
PBB Prediksi El Nino Terjadi Lagi Tahun Ini, Suhu Global Terancam Naik
PBB Prediksi El Nino Terjadi Lagi Tahun Ini, Suhu Global Terancam Naik
Pemerintah
Ada 3 Bibit Siklon Tropis di Sekitar Indonesia, Waspada Angin Kencang
Ada 3 Bibit Siklon Tropis di Sekitar Indonesia, Waspada Angin Kencang
Pemerintah
Laba Melonjak 578 Persen, Seberapa Jauh Ambisi Keberlanjutan BTN?
Laba Melonjak 578 Persen, Seberapa Jauh Ambisi Keberlanjutan BTN?
BUMN
El Nino Diprediksi Terjadi Lagi Tahun 2026, Dunia Bisa Makin Panas
El Nino Diprediksi Terjadi Lagi Tahun 2026, Dunia Bisa Makin Panas
Pemerintah
Kurangi Camilan dan Minuman Rendah Gizi Bisa Tekan Dampak Lingkungan
Kurangi Camilan dan Minuman Rendah Gizi Bisa Tekan Dampak Lingkungan
LSM/Figur
Abrasi Ban Jadi Sumber Mikroplastik di Udara, Bisa Masuk ke Paru-paru
Abrasi Ban Jadi Sumber Mikroplastik di Udara, Bisa Masuk ke Paru-paru
LSM/Figur
PBB Sahkan Kredit Karbon Pertama Sesuai Standar Perjanjian Paris
PBB Sahkan Kredit Karbon Pertama Sesuai Standar Perjanjian Paris
Pemerintah
Inggris Berencana Pangkas Dana Iklim dan Konservasi untuk Asia dan Afrika
Inggris Berencana Pangkas Dana Iklim dan Konservasi untuk Asia dan Afrika
Pemerintah
Kasus Pembunuhan Gajah Tanpa Kepala di Riau, 15 Orang Jadi Tersangka
Kasus Pembunuhan Gajah Tanpa Kepala di Riau, 15 Orang Jadi Tersangka
Pemerintah
Hingga Akhir 2025, Xurya Kembangkan Lebih dari 300 Proyek PLTS di Indonesia
Hingga Akhir 2025, Xurya Kembangkan Lebih dari 300 Proyek PLTS di Indonesia
Swasta
Konflik Israel-AS Vs Iran Bisa Picu Transisi Energi di Indonesia?
Konflik Israel-AS Vs Iran Bisa Picu Transisi Energi di Indonesia?
LSM/Figur
Serangan AS-Israel ke Iran Ancam Transisi Energi dan Emisi Global
Serangan AS-Israel ke Iran Ancam Transisi Energi dan Emisi Global
LSM/Figur
Serangan AS-Israel ke Iran Picu Lonjakan Harga Minyak, PBB Soroti Pentingnya Energi Terbarukan
Serangan AS-Israel ke Iran Picu Lonjakan Harga Minyak, PBB Soroti Pentingnya Energi Terbarukan
Pemerintah
Perang AS-Israel Vs Iran Picu Lonjakan Harga CPO, Petani Sawit Bisa Paling Terdampak
Perang AS-Israel Vs Iran Picu Lonjakan Harga CPO, Petani Sawit Bisa Paling Terdampak
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau