Ia menambahkan, pengendalian tikus juga harus dibarengi dengan pengelolaan lingkungan yang bersih.
“Kelola sampah dengan baik, jangan dibiarkan menumpuk karena akan menjadi habitat tikus yang mungkin terinfeksi,” tambahnya.
Namun, ia mengingatkan bahwa upaya individu saja tidak cukup. Diperlukan kesadaran kolektif, edukasi masyarakat yang konsisten, dan keterlibatan lintas sektor agar pencegahan bisa berjalan berkelanjutan dan menciptakan lingkungan yang sehat.
Baca juga: Menteri LH Minta Perusahaan Bantu Kelola Sampah Warga Pakai Dana CSR
“Tantangan utamanya adalah masih banyak masyarakat yang abai terhadap kebersihan lingkungan. Padahal mencegah lebih baik daripada mengobati,” tuturnya.
Maka dari itu, Swastiko menekankan bahwa edukasi sejak dini, terutama kepada anak-anak, soal pentingnya mencuci tangan dan menjaga kebersihan lingkungan menjadi langkah awal membangun ketahanan terhadap penyakit seperti leptospirosis.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya