KOMPAS.com - Studi baru yang dipublikasikan dalam jurnal City and Environment Interactions mengungkapkan cat mobil ternyata berperan dalam pemanasan kota.
Studi tersebut menemukan bahwa kendaraan berwarna gelap memancarkan panas jauh lebih banyak daripada kendaraan terang, sehingga meningkatkan suhu udara di sekitarnya beberapa derajat.
Jika diperhitungkan dalam skala ribuan mobil yang terparkir, faktor tersembunyi ini dapat secara signifikan memperburuk efek pulau panas perkotaan (urban heat island effect), yaitu kondisi saat kota menjadi jauh lebih panas daripada area di sekitarnya.
Melansir Euro News, Rabu (27/8/2025), dalam studi yang dilakukan oleh peneliti di Universitas Lisbon ini, tim peneliti mengukur suhu udara di sekitar dua mobil, satu berwarna hitam dan putih yang ditinggalkan di luar ruangan selama lebih dari lima jam,
Pada suhu 36 derajat Celsius, mobil hitam ternyata menaikkan suhu udara di sekitarnya hingga 3,8 derajat Celsius dibandingkan dengan aspal di sebelahnya. Sementara mobil putih mengalami dampak kenaikan suhu yang lebih kecil.
Baca juga: Hanya Sedikit Orang Indonesia Beli Mobil Listrik Demi Atasi Perubahan Iklim
Kenapa bisa begitu? Penjelasannya terletak pada cahaya yang dipantulkan warna-warna tersebut.
Cat putih memantulkan kembali antara 75 hingga 85 persen sinar matahari yang masuk. Sedangkan cat hitam hanya memantulkan 5 hingga 10 persen sambil menyerap sisanya. Dan tidak seperti aspal, yang tebal dan lambat panas, rangka logam tipis mobil cepat panas dan melepaskan panas langsung ke udara.
"Bayangkan ribuan mobil diparkir di seluruh kota, setiap mobilnya bertindak seperti sumber panas kecil atau penahan panas. Warna mobil itu sendiri sebenarnya bisa memengaruhi seberapa panas jalanan terasa," kata Márcia Matias, peneliti dari Universitas Lisbon.
Menurut Copernicus, program pengamatan Bumi milik Uni Eropa, pulau panas perkotaan adalah suatu area di kota yang suhunya jauh lebih hangat dibandingkan daerah pedesaan di sekitarnya. Hal ini disebabkan oleh aktivitas manusia dan infrastruktur.
Permukaan tanah yang diaspal menyerap dan menyimpan panas, sementara bangunan yang padat menghambat sirkulasi udara sehingga memerangkap kehangatan.
Sementara mobil, AC, dan aktivitas industri bisa menambah lebih banyak panas.
Para peneliti memperkirakan bahwa mengecat ulang mobil berwarna gelap menjadi warna yang lebih terang bisa melipatgandakan daya pantul panas pada jalan-jalan tertentu, dari sekitar 20 persen menjadi hampir 40 persen.
Hal ini juga dapat menurunkan suhu udara di dekat permukaan jalan pada hari-hari yang panas dan tidak berangin.
Strategi tersebut juga lebih cepat dan murah jika dibandingkan dengan proyek-proyek lain seperti menghijaukan lingkungan.
Sarah Berk, seorang peneliti iklim di University of North Carolina, menyebut pendekatan ini "baru", karena sebagian besar penelitian untuk mendinginkan kota berfokus pada atap yang reflektif atau permukaan jalan yang lebih terang.
Baca juga: Mobil Listrik Hasilkan Emisi 73 Persen Lebih Rendah, Bantu Capai Target Iklim
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya