Akan tetapi tak selang lama, gunung es kembali terlepas dan terbawa arus.
Citra satelit menunjukkan bahwa gunung es itu bergerak mengitari pulau dan melaju ke utara. Dalam beberapa minggu terakhir, kecepatannya meningkat, bahkan terkadang bisa menempuh jarak hingga 20 km dalam satu hari.
Karena terpapar perairan yang semakin hangat dan gelombang ombak yang dahsyat, A23a hancur dengan cepat.
Para ilmuwan terkejut melihat seberapa lama gunung es itu bisa tetap utuh.
"Kebanyakan gunung es tidak bisa bertahan sampai sejauh ini. Gunung es ini sangat besar, jadi ia bertahan lebih lama dan bergerak lebih jauh dari yang lain," tambah Meijers.
Namun pada akhirnya, gunung es ini terancam hancur begitu mereka meninggalkan perlindungan beku Antarktika
Baca juga: Studi: Kotoran Penguin di Antartika Bisa Bantu Dinginkan Planet
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya