Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ecoground 2025: Blibli Tiket Action Tunjukkan Cara Seru Hidup Ramah Lingkungan

Kompas.com, 8 November 2025, 19:47 WIB
Manda Firmansyah,
Yunanto Wiji Utomo

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Blibli Tiket Action kembali menggelar program keberlanjutan tahunan untuk menjawab tantangan menumbuhkan gaya hidup sadar lingkungan yang semakin mendesak di tengah kondisi cuaca ekstrem akibat krisis iklim.

Blibli Tiket Action - payung program Environmental, Social, and Governance (ESG) dari Blibli, Tiket.com, Ranch Market, dan Dekoruma - menggelar 'Langkah Membumi Ecoground 2025' yang kini sudah memasuki tahun ke-4.

Prinsip keberlanjutan dalam acara ini tercermin dari pemanfaatan energi terbarukan, pengelolaan limbah secara terukur, penyediaan stasiun pengisian ulang air minum, hingga alat makan dan merchandise yang ramah lingkungan bagi pengunjung.

Baca juga: Dorong Gaya Hidup Berkelanjutan, Blibli Tiket Action Gelar Langkah Membumi Ecoground 2025

Bahkan, melalui empat zona utama (eco motion, eco market, eco laba, dan eco stage), para pengunjung diajak untuk mengalami langsung bagaimana aktivitas sehari-hari dapat menjadi langkah kecil menuju perubahan besar bagi bumi.

Misalnya, zona eco motion yang menggabungkan tren gaya hidup dengan kesadaran lingkungan menjadikan olahraga sebagai medium untuk membangun koneksi dan menginsipirasi aksi nyata lintas lapisan masyarakat.

Terdapat lebih dari 50 mitra berkolaborasi dalam acara ini. Salah satunya, perusahaan rintisan yang berfokus pada solusi pengelolaan sampah, Sirsak. COO & Co-Founder Blibli, Lisa Widodo mengatakan, Sirsak membantu dalam mengelola semua sampah selama acara ini berlangsung.

Selain itu, perusahaan konsultan yang berfokus pada keberlanjutan, Life Cycle Indonesia juga menjadi mitra dalam acara ini.

Life Cycle Indonesia membantu dalam mengelola emisi gas rumah kaca (GRK) yang dihasilkan selama acara ini berlangsung.

Baca juga: COP30: Target Iklim 1,5 Derajat C yang Tak Tercapai adalah Kegagalan Moral

Bahkan, penghitungan emisi GRK yang dihasilkan dari acara ini meliputi scope 1 (yang muncul dari aktivitas), scope 2 (tidak langsung dari energi yang dibeli), dan scope 3 (tidak langsung dari seluruh rantai nilai).

Penghitungan emisi GRK tersebut mengacu pada standar internasional ISO 14040/44 Life Cycle Assessment. Namun, laporan dampak dari acara 'Langkah Membumi Ecoground 2025' secara komprehensif baru bisa dirilis dalam tiga minggu ke depan.

"Kami menghindari (meminimalisir lebih dari) 10 ton CO2e selama penyelenggaraan acara (yang sama) tahun lalu," ujar Lisa kepada Kompas.com, Sabtu (8/11/2025).

Kata dia, 'Langkah Membumi Ecoground 2025' menerapkan kembali beberapa pendekatan keberlanjutan pada acara yang sama pada tahun lalu. Misalnya, meminimalisir penggunaan ribuan botol plastik melalui penyediaan MODENA Pure Hub water station berkapasitas 789 liter air bersih yang tersebar di berbagai titik.

"Kebetulan kita lagi (berada) di lokasi jantung (zona) eco market, Kalau kita lihat ada booth-booth yang kita pakai ini (dari) daur ulang semua. Jadi, ini semua kami gunakan dari event-event kita yang sebelum-sebelumnya dan kayu-kayunya ini juga semua bekas ya," tutur Lisa.

Menurut Lisa, Taman Kota PERURI dipilih sebagai lokasi karena cocok dengan visi misi keberlanjutan dari acara ini. Taman Kota PERURI dapat diakses dengan berbagai transportasi umum lantaran dekat dengan Terminal Bus Blok M, Halte Transjakarta, sampai Stasiun MRT.

"Kita melihat bahwa ini cukup ada di pusatnya Jakarta Selatan, area Blok M, kemudian kita melihat ternyata da kayak oasis di sini, tiba-tiba ada hutan di tengah kota," ucapnya.

Baca juga: Terapkan ESG, Blibli Tiket Ajak Mahasiswa Terlibat Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Presiden Prabowo Beri 20.000 Hektar Lahan di Aceh untuk Gajah
Presiden Prabowo Beri 20.000 Hektar Lahan di Aceh untuk Gajah
Pemerintah
IWGFF: Bank Tak Ikut Tren Investasi Hijau, Risiko Reputasi akan Tinggi
IWGFF: Bank Tak Ikut Tren Investasi Hijau, Risiko Reputasi akan Tinggi
LSM/Figur
MBG Bikin Anak Lebih Aktif, Fokus, dan Rajin Belajar di Sekolah?, Riset Ini Ungkap Persepsi Orang Tua
MBG Bikin Anak Lebih Aktif, Fokus, dan Rajin Belajar di Sekolah?, Riset Ini Ungkap Persepsi Orang Tua
LSM/Figur
Mikroplastik Bisa Sebarkan Patogen Berbahaya, Ini Dampaknya untuk Kesehatan
Mikroplastik Bisa Sebarkan Patogen Berbahaya, Ini Dampaknya untuk Kesehatan
LSM/Figur
Greenpeace Soroti Krisis Iklim di Tengah Minimnya Ruang Aman Warga Jakarta
Greenpeace Soroti Krisis Iklim di Tengah Minimnya Ruang Aman Warga Jakarta
LSM/Figur
Interpol Sita 30.000 Satwa dan Tanaman Ilegal di 134 Negara, Perdagangan Daging Meningkat
Interpol Sita 30.000 Satwa dan Tanaman Ilegal di 134 Negara, Perdagangan Daging Meningkat
Pemerintah
PHE Konsisten Lestarikan Elang Jawa di Kamojang Jawa Barat
PHE Konsisten Lestarikan Elang Jawa di Kamojang Jawa Barat
Pemerintah
Indeks Investasi Hijau Ungkap Bank Nasional di Posisi Teratas Jalankan ESG
Indeks Investasi Hijau Ungkap Bank Nasional di Posisi Teratas Jalankan ESG
LSM/Figur
Korea Selatan Larang Label Plastik di Botol Air Minum per Januari 2026
Korea Selatan Larang Label Plastik di Botol Air Minum per Januari 2026
Pemerintah
Aturan Baru Uni Eropa, Wajibkan 25 Persen Plastik Daur Ulang di Mobil Baru
Aturan Baru Uni Eropa, Wajibkan 25 Persen Plastik Daur Ulang di Mobil Baru
Pemerintah
BRIN Soroti Banjir Sumatera, Indonesia Dinilai Tak Belajar dari Sejarah
BRIN Soroti Banjir Sumatera, Indonesia Dinilai Tak Belajar dari Sejarah
Pemerintah
KLH Periksa 8 Perusahaan Diduga Picu Banjir di Sumatera Utara
KLH Periksa 8 Perusahaan Diduga Picu Banjir di Sumatera Utara
Pemerintah
Banjir Sumatera, BMKG Dinilai Belum Serius Beri Peringatan Dini dan Dampaknya
Banjir Sumatera, BMKG Dinilai Belum Serius Beri Peringatan Dini dan Dampaknya
LSM/Figur
Mengenal Kemitraan Satu Atap Anak Usaha TAPG di Kalimantan Tengah, Apa Itu?
Mengenal Kemitraan Satu Atap Anak Usaha TAPG di Kalimantan Tengah, Apa Itu?
Swasta
KLH Identifikasi Hutan di Aceh Dibuka untuk Sawit dan Tambang Ilegal
KLH Identifikasi Hutan di Aceh Dibuka untuk Sawit dan Tambang Ilegal
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Kolom ini tidak boleh kosong.
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau