Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Seruan UMKM di COP30: Desak agar Tak Diabaikan dalam Transisi Energi

Kompas.com, 14 November 2025, 13:46 WIB
Monika Novena,
Yunanto Wiji Utomo

Tim Redaksi

Sumber Edie

KOMPAS.com - Sekelompok organisasi yang mewakili lebih dari enam juta usaha kecil dan menengah (UMKM) telah menyerukan kepada para pemimpin dunia di COP30 untuk mendorong dukungan inklusif terhadap aksi iklim yang diperlukan UMKM agar mereka mampu berpartisipasi dalam transisi menuju ekonomi rendah karbon.

UMKM berkontribusi lebih dari 50 persen PDB global dan mencakup sebagian besar bisnis di seluruh dunia.

Mengingat mereka bertanggung jawab atas sekitar setengah dari emisi sektor swasta global, mereka sangat penting dalam mencapai target nol bersih.

Aksi kolektif itu, termasuk dari SME Climate Hub, B Lab dan We Mean Business Coalition, telah menyerukan pada pemerintah untuk menetapkan kebijakan dan insentif yang akan memberdayakan UMKM dalam mengurangi emisi dan membangun ketahanan.

Melansir Edie, Kamis (13/11/2025) setidaknya ada empat tuntutan prioritas yang diajukan oleh kelompok UMKM pada para pemimpin COP30.

Baca juga: UMKM di Tanjakan Curam, Harus Naik Kelas Sekaligus Pangkas Emisi

Termasuk di dalamnya adalah memastikan kerangka kebijakan meningkatkan keterlibatan UMKM dalam aksi iklim, mempromosikan studi kasus bisnis untuk aksi iklim UMKM, mempromosikan jalur yang efisien dan panduan terpusat untuk perencanaan aksi iklim dan ketahanan serta memobilisasi pembiayaan hijau yang mudah diakses oleh UMKM.

Menurut kelompok UMKM tersebut, kurangnya dukungan pemerintah tetap menjadi hambatan utama bagi aksi UMKM dalam menghadapi krisis iklim.

Dalam survei terbaru ditemukan bahwa 80 persen responden UMKM melaporkan rendahnya dukungan pemerintah atau kurangnya kesadaran akan insentif yang tersedia.

“Transisi iklim global tidak akan berhasil jika UKM tertinggal, namun lanskap kebijakan saat ini di seluruh dunia gagal membekali mereka untuk sukses," ungkap Direktur SME Climate Hub, Pamela Jouven.

“Kami menyerukan kepada para Ketua Delegasi COP30 untuk mengadopsi kerangka kerja kebijakan empat pilar yang praktis di tingkat nasional yang akan menyederhanakan panduan, membuka insentif dan pembiayaan hijau yang diperlukan, serta secara resmi mengakui UMKM sebagai aktor unik dan vital dalam tantangan global ini,” tambahnya.

Baca juga: Krisis Iklim dan Penggunaan Pestisida di Pertanian Ancam Populasi Kupu-Kupu

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau