KOMPAS.com - Sekelompok organisasi yang mewakili lebih dari enam juta usaha kecil dan menengah (UMKM) telah menyerukan kepada para pemimpin dunia di COP30 untuk mendorong dukungan inklusif terhadap aksi iklim yang diperlukan UMKM agar mereka mampu berpartisipasi dalam transisi menuju ekonomi rendah karbon.
UMKM berkontribusi lebih dari 50 persen PDB global dan mencakup sebagian besar bisnis di seluruh dunia.
Mengingat mereka bertanggung jawab atas sekitar setengah dari emisi sektor swasta global, mereka sangat penting dalam mencapai target nol bersih.
Aksi kolektif itu, termasuk dari SME Climate Hub, B Lab dan We Mean Business Coalition, telah menyerukan pada pemerintah untuk menetapkan kebijakan dan insentif yang akan memberdayakan UMKM dalam mengurangi emisi dan membangun ketahanan.
Melansir Edie, Kamis (13/11/2025) setidaknya ada empat tuntutan prioritas yang diajukan oleh kelompok UMKM pada para pemimpin COP30.
Baca juga: UMKM di Tanjakan Curam, Harus Naik Kelas Sekaligus Pangkas Emisi
Termasuk di dalamnya adalah memastikan kerangka kebijakan meningkatkan keterlibatan UMKM dalam aksi iklim, mempromosikan studi kasus bisnis untuk aksi iklim UMKM, mempromosikan jalur yang efisien dan panduan terpusat untuk perencanaan aksi iklim dan ketahanan serta memobilisasi pembiayaan hijau yang mudah diakses oleh UMKM.
Menurut kelompok UMKM tersebut, kurangnya dukungan pemerintah tetap menjadi hambatan utama bagi aksi UMKM dalam menghadapi krisis iklim.
Dalam survei terbaru ditemukan bahwa 80 persen responden UMKM melaporkan rendahnya dukungan pemerintah atau kurangnya kesadaran akan insentif yang tersedia.
“Transisi iklim global tidak akan berhasil jika UKM tertinggal, namun lanskap kebijakan saat ini di seluruh dunia gagal membekali mereka untuk sukses," ungkap Direktur SME Climate Hub, Pamela Jouven.
“Kami menyerukan kepada para Ketua Delegasi COP30 untuk mengadopsi kerangka kerja kebijakan empat pilar yang praktis di tingkat nasional yang akan menyederhanakan panduan, membuka insentif dan pembiayaan hijau yang diperlukan, serta secara resmi mengakui UMKM sebagai aktor unik dan vital dalam tantangan global ini,” tambahnya.
Baca juga: Krisis Iklim dan Penggunaan Pestisida di Pertanian Ancam Populasi Kupu-Kupu
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya