JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan investasi dari sektor perikanan Rp 79,21 triliun dalam kurun waktu 2025-2029. Angka ini tumbuh 74,28 persen dari capian investasi tahun 2020 hingga 2024.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) KKP, Rudy Heriyanto Adi Nugroho, mengatakan di tahun 2025, targetnya sebesar Rp 13,11 triliun yang realisasinya kini baru mencapai Rp 7,45 triliun.
"Oleh karena itu, kami perlu mendorong investasi sektor kelautan dan perikanan agar dapat terwujud sesuai target yang telah ditetapkan," ujar Rudy dalam acara yang digelar di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (20/11/2025).
Baca juga: KKP Pastikan Udang RI Bebas Radioaktif, Kini Ekspor Lagi ke AS
KKP, lanjut dia, membuka peluang kerja sama mitra dagang negara sahabat melalui pertemuan Investment and Business Matching guna mencapai kesepakatan bisnis serta realisasi investasi sektor kelautan dan perikanan di Indonesia. Pihaknya menargetkan investasi Rp 2 triliun dalam kegiatan itu.
"Pemerintah Indonesia berkomitmen memberikan kemudahan perizinan, insentif, keamanan dan kestabilan iklim politik, konektivitas, dan sumber daya manusia terampil bagi tenaga kerja," imbuh dia.
KKP turut menerapkan prinsip Ekonomi Biru melalui pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mencakup perluasan kawasan konservasi laut, penangkapan ikan terukur berbasis kuota, pengembangan perikanan berdaya di laut pesisir, dan darat yang berkelanjutan.
Baca juga: Pertanian Mulai Terbatas, Menteri KP Sebut Pangan Biru Jadi Solusi Global
Lainnya, pengawasan dan pengendalian kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil, serta pembersihan sampah plastik di laut melalui partisipasi nelayan. Kemudian KKP mengembangkan sistem ocean big data berbasis teknologi satelit yang diyakini dapat meningkatkan kualitas produk perikanan.
"Implementasi Ekonomi Biru dan ocean big data diakini akan mampu mengwujudkan produk perikanan yang berkualitas, aman dikonsumsi, tertelusur, dan berkelanjutan yang telah menjadi persyaratan untuk meningkatkan daya saing di pasar peluang," papar Rudy.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya