Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

SDG Academy Indonesia Terbaru Diluncurkan, Jadi Pusat Pembelajaran Nasional

Kompas.com, 25 Februari 2026, 22:22 WIB
Zintan Prihatini,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - KG Media bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) resmi meluncurkan program SDG Academy Indonesia ketujuh sebagai pusat pembelajaran nasional, Rabu (25/2/2026).

Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Bappenas, Pungkas Bahjuri Ali menjelaskan SDG Academy Indonesia sebelumnya dibentuk secara kolaboratif oleh United Nations Development Programme (UNDP), Tanoto Foundation, dan Bappenas. Namun, mulai tahun 2025, platform itu akan berada di bawah pengelolaan langsung Bappenas.

"SDG ini dibuat secara kolaboratif dan ada 26.000 pemanfaat alumni. Saya kira ini luar biasa, bagaimana alumni masih terus dikoordinasikan dan ke depan ini karena (lokasinya) akan berpindah ke Bappenas, alumni angkatan tujuh tidak akan putus, nanti muncul angkatan delapan, sembilan, dan seterusnya. Kita wajib meneruskan itu," kata Pungkas daam Peluncuran SDG Academy Indonesia bertajuk Babak Baru di Bawah Kepemimpinan Kementerian PPN/Bappenas di Menara Kompas, Jakarta Pusat.

Baca juga: Asia-Pasifik Terancam Gagal Capai Target SDG PBB

Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah serta mitra untuk memperluas jangkauan serta memastian pengeloaan yang berkelanjutan, inklusif, dan selaras dengan prioritas pembangunan nasional.

Dia menambahkan, SDG Academy Indonesia akan mengakomodasi pembelajaran untuk anak-anak dan mahasiswa mengingat masih banyak generasi muda yang belum mengenal konsep SDGs.

Setidaknya akan ada tiga program utama antara lain Program Sertifikasi Kepemimpinan SDGs dengan durasi selama tiga bulan, dirancang untuk mencetak pemimpin berperspektif pembangunan berkelanjutan, termasuk rencana pengembangan kelas eksekutif bertaraf internasional.

Kedua, Program Pembelajaran Daring yang memperluas akses pelatihan berbasis digital. Terakhir, Platform Pengetahuan SDGs sebagai wadah berbagi praktik baik dan inovasi.

Baca juga: Laporan PBB Sebut Asia dan Pasifik Perlu Pendanaan Mendesak untuk Capai SDG

"Peserta program bisa dari pemerintah nasional maupun daerah, akademisi, mahasiswa, swasta, dan organisasi baik filantropi, media, maupun masyarakat. Ini yang kami rencanakan, dan untuk itu sudah dilakukan proses transisi yang melibatkan tiga pihak tadi UNDP, Tanoto, dan Bappenas," beber Pungkas.

Anda dapat mendaftar program ini melalui website sdgs.bappenas.go.id. Kemudian masuk laman pendaftaran, mengisi formulir, dan jika terpilih peserta akan dihubungi melalui email oleh tim SDG Academy Indonesia. 

Perluas Literasi 

Peluncuran SDG Academy Indonesia dinilai menjadi tonggak penting dalam memperluas literasi dan kapasitas implementasi SDGs, terutama untuk generasi muda.

"Di lapangan banyak sekali anak-anak kita, mahasiswa kita juga yang perlu diedukasi mengenai SDGs sehingga itu nanti bisa menjadi platform tambahan untuk berbagi pengetahuan," tutur dia.

Sementara itu, Head of Policy and Advocacy Tanoto Foundation, Eddy Henry menyebut lebih dari 250 SDG Leaders telah dilahirkan melalui SDGs Academy Indonesia.

Dia berpandangan peluncuran SDG Academy Indonesia baru ini bukan sekadar peresmian platform pembelajaran, melainkan langkah strategis memperkuat pengetahuan, kapasitas, dan kolaborasi lintas sektor.

Eddy menyoroti capaian SDGs Indonesia yang telah mencapai sekitar 63 persen, jauh di atas rata-rata capaian global maupun Asia Pasifik yang berada di kisaran 17-18 persen.

Meski demikian, ia mengingatkan tantangan di masa depan bukan pada komitmen saja tetapi juga penyelarasan kebijakan, pengambilan keputusan berbasis data, serta dampak di masyarakat.

"Kita tahu bahwa SDG bukan hanya daftar 17 tujuan global, SDG adalah kerangka transformasi pembangunan yang menuntut integrasi antara kebijakan, pengambilan keputusan berbasis data, serta kemitraan multipihak yang solid. Tantangannya bukan pada kurangnya komitmen, melainkan pada bagaimana memastikan setiap kebijakan dan program benar-benar selaras, terukur, dan berdampak," jelas Eddy.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Survei Global Temukan Risiko Greenwashing Meluas di Perusahaan
Survei Global Temukan Risiko Greenwashing Meluas di Perusahaan
LSM/Figur
Penyelamat Iklim yang Terlupakan, Ini Manfaat Padang Lamun untuk Indonesia
Penyelamat Iklim yang Terlupakan, Ini Manfaat Padang Lamun untuk Indonesia
LSM/Figur
Sering Cek Email Kerja Saat Akhir Pekan? Waspada Dampaknya untuk Mental
Sering Cek Email Kerja Saat Akhir Pekan? Waspada Dampaknya untuk Mental
LSM/Figur
Hari Perempuan Internasional, Rayakan Peran Perempuan di Balik Gerai Kopi
Hari Perempuan Internasional, Rayakan Peran Perempuan di Balik Gerai Kopi
Swasta
Terumbu Karang Bisa Tahan Pemanasan Laut akibat Krisis Iklim?
Terumbu Karang Bisa Tahan Pemanasan Laut akibat Krisis Iklim?
LSM/Figur
Masa Depan Pasar Karbon Tergantung Intervensi Pemerintah, Ini Skenarionya
Masa Depan Pasar Karbon Tergantung Intervensi Pemerintah, Ini Skenarionya
Swasta
Dampak Longsor di Bantargebang Menurut Ahli, Akumulasi Gas Metana hingga Air Lindi
Dampak Longsor di Bantargebang Menurut Ahli, Akumulasi Gas Metana hingga Air Lindi
LSM/Figur
Mengapa Longsor Bantargebang Terjadi Berulang? KLH Soroti Bahaya Open Dumping
Mengapa Longsor Bantargebang Terjadi Berulang? KLH Soroti Bahaya Open Dumping
Pemerintah
Akan Dibor Tahun Ini, PGE Siapkan Infrastruktur PLTP Lumut Balai Unit 3
Akan Dibor Tahun Ini, PGE Siapkan Infrastruktur PLTP Lumut Balai Unit 3
BUMN
Awas Penipuan, PBB Sebut 20 Persen Produk Laut Terindikasi Palsu
Awas Penipuan, PBB Sebut 20 Persen Produk Laut Terindikasi Palsu
Pemerintah
Longsor Bantargebang, Berbagai Pihak Serukan Perombakan Tata Kelola Sampah
Longsor Bantargebang, Berbagai Pihak Serukan Perombakan Tata Kelola Sampah
Pemerintah
Dari Operasional hingga Komunitas, Begini Upaya Musim Mas Perkuat Pemberdayaan Perempuan dan Kesetaraan Gender
Dari Operasional hingga Komunitas, Begini Upaya Musim Mas Perkuat Pemberdayaan Perempuan dan Kesetaraan Gender
BrandzView
411 KK di Lombok Diberi Akses Kelola 560 Hektare Hutan lewat Perhutanan Sosial
411 KK di Lombok Diberi Akses Kelola 560 Hektare Hutan lewat Perhutanan Sosial
Pemerintah
Ini Pekerjaan yang Sulit Digantikan AI Menurut Studi Terbaru
Ini Pekerjaan yang Sulit Digantikan AI Menurut Studi Terbaru
Swasta
PLN Perluas Infrastruktur EV, SPKLU di Kemendag Catat Ribuan Transaksi
PLN Perluas Infrastruktur EV, SPKLU di Kemendag Catat Ribuan Transaksi
BUMN
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau