JAKARTA, KOMPAS.com - KG Media bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) resmi meluncurkan program SDG Academy Indonesia ketujuh sebagai pusat pembelajaran nasional, Rabu (25/2/2026).
Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Bappenas, Pungkas Bahjuri Ali menjelaskan SDG Academy Indonesia sebelumnya dibentuk secara kolaboratif oleh United Nations Development Programme (UNDP), Tanoto Foundation, dan Bappenas. Namun, mulai tahun 2025, platform itu akan berada di bawah pengelolaan langsung Bappenas.
"SDG ini dibuat secara kolaboratif dan ada 26.000 pemanfaat alumni. Saya kira ini luar biasa, bagaimana alumni masih terus dikoordinasikan dan ke depan ini karena (lokasinya) akan berpindah ke Bappenas, alumni angkatan tujuh tidak akan putus, nanti muncul angkatan delapan, sembilan, dan seterusnya. Kita wajib meneruskan itu," kata Pungkas daam Peluncuran SDG Academy Indonesia bertajuk Babak Baru di Bawah Kepemimpinan Kementerian PPN/Bappenas di Menara Kompas, Jakarta Pusat.
Baca juga: Asia-Pasifik Terancam Gagal Capai Target SDG PBB
Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah serta mitra untuk memperluas jangkauan serta memastian pengeloaan yang berkelanjutan, inklusif, dan selaras dengan prioritas pembangunan nasional.
Dia menambahkan, SDG Academy Indonesia akan mengakomodasi pembelajaran untuk anak-anak dan mahasiswa mengingat masih banyak generasi muda yang belum mengenal konsep SDGs.
Setidaknya akan ada tiga program utama antara lain Program Sertifikasi Kepemimpinan SDGs dengan durasi selama tiga bulan, dirancang untuk mencetak pemimpin berperspektif pembangunan berkelanjutan, termasuk rencana pengembangan kelas eksekutif bertaraf internasional.
Kedua, Program Pembelajaran Daring yang memperluas akses pelatihan berbasis digital. Terakhir, Platform Pengetahuan SDGs sebagai wadah berbagi praktik baik dan inovasi.
Baca juga: Laporan PBB Sebut Asia dan Pasifik Perlu Pendanaan Mendesak untuk Capai SDG
"Peserta program bisa dari pemerintah nasional maupun daerah, akademisi, mahasiswa, swasta, dan organisasi baik filantropi, media, maupun masyarakat. Ini yang kami rencanakan, dan untuk itu sudah dilakukan proses transisi yang melibatkan tiga pihak tadi UNDP, Tanoto, dan Bappenas," beber Pungkas.
Anda dapat mendaftar program ini melalui website sdgs.bappenas.go.id. Kemudian masuk laman pendaftaran, mengisi formulir, dan jika terpilih peserta akan dihubungi melalui email oleh tim SDG Academy Indonesia.
Peluncuran SDG Academy Indonesia dinilai menjadi tonggak penting dalam memperluas literasi dan kapasitas implementasi SDGs, terutama untuk generasi muda.
"Di lapangan banyak sekali anak-anak kita, mahasiswa kita juga yang perlu diedukasi mengenai SDGs sehingga itu nanti bisa menjadi platform tambahan untuk berbagi pengetahuan," tutur dia.
Sementara itu, Head of Policy and Advocacy Tanoto Foundation, Eddy Henry menyebut lebih dari 250 SDG Leaders telah dilahirkan melalui SDGs Academy Indonesia.
Dia berpandangan peluncuran SDG Academy Indonesia baru ini bukan sekadar peresmian platform pembelajaran, melainkan langkah strategis memperkuat pengetahuan, kapasitas, dan kolaborasi lintas sektor.
Eddy menyoroti capaian SDGs Indonesia yang telah mencapai sekitar 63 persen, jauh di atas rata-rata capaian global maupun Asia Pasifik yang berada di kisaran 17-18 persen.
Meski demikian, ia mengingatkan tantangan di masa depan bukan pada komitmen saja tetapi juga penyelarasan kebijakan, pengambilan keputusan berbasis data, serta dampak di masyarakat.
"Kita tahu bahwa SDG bukan hanya daftar 17 tujuan global, SDG adalah kerangka transformasi pembangunan yang menuntut integrasi antara kebijakan, pengambilan keputusan berbasis data, serta kemitraan multipihak yang solid. Tantangannya bukan pada kurangnya komitmen, melainkan pada bagaimana memastikan setiap kebijakan dan program benar-benar selaras, terukur, dan berdampak," jelas Eddy.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya