Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Investor Relations Jadi Profesi Masa Depan, Indonesia Perlu Siapkan SDM Kompeten

Kompas.com, 19 Desember 2025, 09:02 WIB
Add on Google
Manda Firmansyah,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Investor relations (IR) berpotensi menjadi profesi yang menjanjikan pada masa depan. Hal ini tercermin dari pertumbuhan indeks harga saham gabungan (IHGS), serta peningkatan jumlah emiten dan investor yang mengindikasikan prospek cerah bagi perkembangan pasar modal.

Jumlah emiten di Indonesia mengalami kenaikan dalam satu dekade terakhir, dari 509 pada 2014, menjadi 951 tahun 2024. Jumlah investor di Indonesia juga meningkat, dari sekitar 364.000 pada 2014, menjadi 14,8 juta tahun 2025.

Baca juga: 

Namun, potensi profesi IR tidak diiringi dengan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) berbakat di Indonesia.

Menurut VP Investor Relations Pertamina, Juferson Victor Mangempis, perguruan tinggi dan akademisi di Indonesia perlu menyiapkan calon-calon tenaga kerja yang kompeten di bidang IR. Jika tenaga kerja lokal tidak dipersiapkan dengan baik, ia khawatir peluang IR akan dinikmati pihak asing.

"Opportunity (peluang)-nya terbuka ya kan? Jadi industri ataupun para emiten ataupun korporasi membutuhkan hubungan investor berbakat, sudah ada supply-nya dari perguruan-perguruan tinggi yang ada di Indonesia. Kalau enggak nanti sayang, akhirnya kue ini, ceruk ini, jadi dinikmati bukan oleh orang Indonesia sendiri, jangan, karena mereka sudah lebih siap," ujar Juferson kepada Kompas.com di Jakarta Pusat, Kamis (18/12/2025).

Investor relations memadukan keuangan dan komunikasi strategis. Profesi ini makin dicari seiring naiknya jumlah emiten dan investor di Indonesia.Shutterstock/Freedomz Investor relations memadukan keuangan dan komunikasi strategis. Profesi ini makin dicari seiring naiknya jumlah emiten dan investor di Indonesia.

Profesi IR di Indonesia masih terbilang langka dan seringkali diisi oleh orang-orang yang "terjun" tanpa persiapan matang.

IR belum memiliki jalur pendidikan formal yang jelas, berbeda dengan profesi lainnya, seperti analis keuangan atau arsitek. 

Saat ini, latar belakang pendidikan apa pun bisa menjadi bekal untuk berkarir di bidang IR. Kendati demikian, Juferson menyarankan agar seorang yang ingin berkarir sebagai IR memiliki pengetahuan dasar di bidang keuangan dan komunikasi. 

“Keduanya bisa dipelajari. Yang lebih penting lagi passion apa enggak orangnya. Kalau dia punya passion di sana, itu akan menjadi, karena dia akan belajar lebih cepat kan sebenarnya," tutur Juferson.

Baca juga:

Apa beda investor relations dan public relations?

Manager Investor Relations Communication and Engagement Pertamina, Zainal Abidin saat menjelaskan perbedaan investor relations dengan public relations dalam acara Lounching dan Bedah Buku Road to Trust; Investor Relation House (Strategi Pertamina Membangun Relasi Solid Dengan Investor) di BBJ ART Gallery, Menara Kompas Jakarta, Kamis (18/12/2025).Kompas.com/Manda Firmansyah Manager Investor Relations Communication and Engagement Pertamina, Zainal Abidin saat menjelaskan perbedaan investor relations dengan public relations dalam acara Lounching dan Bedah Buku Road to Trust; Investor Relation House (Strategi Pertamina Membangun Relasi Solid Dengan Investor) di BBJ ART Gallery, Menara Kompas Jakarta, Kamis (18/12/2025).

Manager Investor Relations Coomunication dan Engagement Pertamina, Zainal Abidin menelaskan perbedaan tugas IR dan public relations (PR). Koordinasi antara tim IR dan PR perlu dilakukan secara intens, mengingat investor sering kali merujuk pada informasi yang muncul di media massa. 

Bedanya, IR dituntut investor memberikan informasi dan analisis yang lebih mendalam, termasuk merinci angka-angka.

Sebagai seorang yang telah lama bergelut di bidang kedua profesi tersebut, Abidin menggarisbawahi perbedaan mencolok dari narasi yang diceritakan PR dan IR. Sebab, audiens yang diurus IR dan PR berbeda.  

Audiens IR dan PR berbeda

Di hadapan wartawan, PR dapat berbicara dengan narasi normatif saat menanggapi kasus atau insiden tertentu. Misalnya, dalam kasus pembakaran atau insiden tertentu, PR bisa menyatakan bahwa perusahaannya akan menelusuri penyebab kebakaran, menyampaikan kepedulian terhadap nasib korban, atau retorika lain terkait upaya yang telah dilakukan.

Sementara itu, IR tidak bisa hanya berhanti sampai di situ.

"Karena investor akan meminta angka, apakah kalian akan di-cover asuransi? Berapa nilai polis kalian? Yang ini tidak mungkin diceritakan lewat public channel (kanal publik) teman-teman PR. Itu salah satu yang sangat membedakan," jelas Abidin dalam Launcing & Bedah Buku Road to Trust; Investor Relations House; Strategi Pertamina Membangun Relasi Solid Dengan Investor di Jakarta Pusat.

Diketahui, IR mempunyai fungsi strategis dalam mengintegrasikan disiplin keuangan dan komunikasi untuk membangun pemahaman pasar dan mencapai penilaian yang fair (National Investor Relations Institute/NIRI). 

Ekosistem IR bekerja bak sistem dan saraf korporasi, menghubungkan pusat strategi dengan denyut pasar dan menyelaraskan komunikasi di antara berbagai simpul internal dan eksternal.

Baca juga:

Di dalam buku Road to Trust; Investor Relations House, Juferson Victor Mangempis dan penulis lainnya memaparkan pengalaman bagaimana IR menjadi motor penggerak implementasi ESG (Environmental, Social, and Governance) di Pertamina.

Di tengah tren ESG di tingkat global, investor mulai menuntut Pertamina mengimplementasikannya.

Pertamina membentuk organisasi ESG Management Traction pada 2020, dengan VP IR sebagai project leader. Hasilnya, skor ESG Pertamina membaik berdasarkan unsolicited rating oleh Sustainalytics, dari 41,6 (severe risk level), menjadi 28,1 (medium risk level). 

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Perusahaan yang Punya Komitmen pada ESG Lebih Cepat Bangkit dari Krisis
Perusahaan yang Punya Komitmen pada ESG Lebih Cepat Bangkit dari Krisis
LSM/Figur
Memilah Berulang Jadi Kesulitan Para Ibu Pengelola Sampah
Memilah Berulang Jadi Kesulitan Para Ibu Pengelola Sampah
LSM/Figur
ASN di Bekasi Bisa Berhemat BBM sejak Kebijakan WFH
ASN di Bekasi Bisa Berhemat BBM sejak Kebijakan WFH
Pemerintah
Meleset dari Janji, Emisi Karbon Penerbangan Eropa Malah Melonjak Tinggi
Meleset dari Janji, Emisi Karbon Penerbangan Eropa Malah Melonjak Tinggi
Pemerintah
Studi Ungkap Perilaku Laki-Laki Cenderung Punya Jejak Karbon Lebih Besar
Studi Ungkap Perilaku Laki-Laki Cenderung Punya Jejak Karbon Lebih Besar
Pemerintah
Tukang Sampah dan Warga di Daerah Langganan Banjir Paling Berisiko Terinfeksi Hantavirus
Tukang Sampah dan Warga di Daerah Langganan Banjir Paling Berisiko Terinfeksi Hantavirus
LSM/Figur
Perubahan Iklim Jadi Risiko Bisnis, Dunia Usaha Didorong Lakukan Mitigasi Secara Terukur
Perubahan Iklim Jadi Risiko Bisnis, Dunia Usaha Didorong Lakukan Mitigasi Secara Terukur
Pemerintah
Perusahaan Raksasa Dunia Ramai-ramai PHK Karyawan, Ada Meta dan Amazon
Perusahaan Raksasa Dunia Ramai-ramai PHK Karyawan, Ada Meta dan Amazon
Swasta
PBB: Kekerasan Online Terhadap Perempuan di Ranah Publik Semakin Canggih
PBB: Kekerasan Online Terhadap Perempuan di Ranah Publik Semakin Canggih
Pemerintah
WHO Selidiki Risiko Hantavirus Menular Antar Manusia, Apakah Mengulang Pandemi Covid-19?
WHO Selidiki Risiko Hantavirus Menular Antar Manusia, Apakah Mengulang Pandemi Covid-19?
LSM/Figur
Danantara Dinilai Mampu Percepat Transisi Energi
Danantara Dinilai Mampu Percepat Transisi Energi
LSM/Figur
Pekerja Migran Indonesia di Jepang Perkuat Jejaring Lewat Pentas Budaya
Pekerja Migran Indonesia di Jepang Perkuat Jejaring Lewat Pentas Budaya
Pemerintah
Praktik 'Open Dumping' Masih Marak Terjadi Imbas Minimnya Anggaran Daerah
Praktik "Open Dumping" Masih Marak Terjadi Imbas Minimnya Anggaran Daerah
LSM/Figur
Kampanye Tahun Petani Perempuan, Tingkatkan Ketahanan Pangan di Tengah Krisis Iklim
Kampanye Tahun Petani Perempuan, Tingkatkan Ketahanan Pangan di Tengah Krisis Iklim
Pemerintah
Populasi Serangga Berkurang Sebabkan Gizi Pangan Turun, Kok Bisa?
Populasi Serangga Berkurang Sebabkan Gizi Pangan Turun, Kok Bisa?
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau