Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

IWIP di Maluku Dinilai Jadi Pusat Ekonomi Baru lewat Hilirisasi Nikel

Kompas.com, 15 Januari 2026, 08:10 WIB
Zintan Prihatini,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

18 proyek hilirisasi

Diberitakan sebelumnya, pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara Danantara (BPI) menyiapkan 18 proyek prioritas hilirisasi, dengan nilai investasi mencapai 38,63 miliar dollar Amerika Serikat atau sekitar Rp 618,13 triliun.

Proyek-proyek tersebut diperkirakan menyerap tenaga kerja hingga 276.636 orang.

Ke-18 belas proyek itu tercantum dalam dokumen pra-studi kelayakan atau pra-feasibility study (pra-FS) yang diserahkan Satuan Tugas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi kepada Danantara Juli 2025.

Baca juga: Kemenaker: 104 Kecelakaan Kerja Terjadi di Smelter Nikel, SOP hingga K3 Masih Diabaikan

Kajian lanjutan seluruh proyek saat ini ditangani Danantara. Kepala BPI Danantara, Rosan Roeslani menyebut proyek hilirisasi mencakup sektor mineral dan batu bara, pertanian, kelautan dan perikanan, transisi energi, serta ketahanan energi.

"Dari total 18 proyek itu akan menghasilkan lapangan pekerjaan lebih dari 270.000 orang karena memang salah satu tugas utama kita adalah bagaimana dalam setiap investasi yang dilakukan itu akan memberikan atau menghasilkan penciptaan lapangan pekerjaan tentunya yang berkualitas," jelas Rosan saat penyerahan dokumen pra-FS di Jakarta, Selasa (22/7/2025).

Adapun sektor mineral dan batu bara diperkirakan menyerap 104.974 tenaga kerja, sektor pertanian 23.950 tenaga kerja, dan sektor kelautan dan perikanan 67.100 tenaga kerja.

Sementara itu, sektor transisi energi disebut menyerap 29.652 tenaga kerja dan sektor ketahanan energi disebut menyerap 50.960 tenaga kerja.

Presiden Prabowo Subianto disebut telah meminta percepatan realisasi seluruh proyek tersebut.

Baca juga: Kepada Nikel Kami Berharap

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau