KOMPAS.com - Musim kawin penguin di Antartika dikabarkan maju beberapa hari dari biasanya. Para peneliti khawatir apakah hal tersebut bentuk adaptasi terhadap krisis iklim atau sebaliknya.
Spesies penguin seperti Adélie, Chinstrap, dan Gentoo hidup di salah satu habitat yang paling cepat menghangat di bumi. Suhu di lokasi koloni tersebut bisa meningkat hingga empat kali lebih cepat daripada rata-rata Antartika.
Baca juga:
Studi yang dipimpin oleh Penguin Watch di Universitas Oxford dan Universitas Oxford Brookes ini menyampaikan, kemungkinan pemanasan inilah yang menyebabkan penguin mulai memajukan musim kawin mereka.
"Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa kemungkinan akan ada ‘pemenang dan pihak yang kalah (dalam) perubahan iklim’ bagi spesies penguin ini,” kata penulis utama studi tersebut, Dr Ignacio Juarez Martínez, dilansir dari Euronews, Selasa (20/1/2026).
Ilustrasi penguin chinstrap. Musim kawin penguin di Antartika maju hingga satu bulan lebih cepat. Ilmuwan menilai perubahan ini terkait krisis iklim.Diterbitkan dalam Journal of Animal Ecology, penelitian mengungkap pergeseran fenologi yang juga bisa dialami oleh vertebrata mana pun hingga saat ini.
Fenologi adalah bagaimana peristiwa alam yang berulang, seperti pembiakan, berhubungan dengan iklim.
Para ilmuwan meneliti perubahan waktu kawin penguin antara tahun 2021 hingga tahun 2022, khususnya tanggal pertama penguin secara terus menerus menempati sarang.
Lebih dari 35 koloni yang jumlahnya hingga ratusan ribu sarang dipantau menggunakan 77 kamera time lapse.
Hasilnya menunjukkan bahwa musim kawin untuk ketiga spesies penguin yaitu Adélie, Chinstrap, dan Gentoo, maju daripada biasanya.
Penguin Gentoo menunjukkan perubahan terbesar, dengan kemajuan rata-rata 13 hari per dekade. Di beberapa koloni yang paling terdampak pemanasan global, musim kawin penguin bahkan sudah mulai satu bulan lebih awal dari biasanya.
Sementara itu, penguin Adélie dan Chinstrap memajukan musim kawin mereka rata-rata 10 hari.
Baca juga:
Musim kawin penguin di Antartika maju hingga satu bulan lebih cepat. Ilmuwan menilai perubahan ini terkait krisis iklim.
Adapun penguin Gentoo disebut cenderung lebih "fleksibel" dan mampu memajukan musim kawin dengan cepat.
Dengan kemampuan adaptasi yang tinggi, populasi mereka mungkin masih bisa bertahan atau bahkan meluas ke wilayah baru yang sebelumnya terlalu dingin.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya