Sementara itu, ada pula spesies yang lebih kaku dan bergantung pada kondisi es, seperti penguin Adelie.
Jika penguin Adelie tidak bisa beradaptasi secepat perubahan lingkungan, misalnya es mencair sebelum anak penguin tumbuh bulu, koloni mereka bisa mengalami menghadapi risiko kepunahan di wilayah tersebut.
Meskipun model statistik menunjukkan bahwa pergeseran musim kawin disebabkan oleh kenaikan suhu, para peneliti menyampaikan bahwa masih belum jelas apakah ini merupakan respons adaptif dari penguin atau tidak.
"Bahkan dalam skenario terbaik, tidak jelas seberapa besar elastisitas yang dapat ditunjukkan oleh spesies-spesies ini jika suhu terus meningkat dengan laju saat ini," tulis studi tersebut.
Baca juga:
Selain itu, ilmuwan memperingatkan perubahan musim kawin dapat mengganggu akses penguin terhadap makanan, ancaman yang telah menyebabkan ribuan kematian penguin di Afrika Selatan.
Sebuah studi tahun 2025 dari Departemen Kehutanan, Perikanan, dan Lingkungan Afrika Selatan, bekerja sama dengan Universitas Exeter, menemukan bahwa antara tahun 2004 dan 2011 sekitar 62.000 penguin Afrika mati akibat kekurangan makanan yang parah.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya