Para peneliti memperkirakan jumlah pelepasan karbon di busur vulkanik, rangkaian gunung berapi yang membentuk lengkungan, dengan terlebih dahulu mengukur laju pelepasan gas dari karbinat dan zona subduksi era Fanerozoikum.
Studi-studi sebelumnya telah melacak persinggungan platform karbonat dengan zona subduksi untuk memperkirakan kontribusi relatifnya terhadap emisi busur vulkanik sejak sekitar 410 juta tahun lalu.
Tim menggunakan pendekatan serupa. Hanya saja mereka memperluas rekonstruksi platform karbonat berdasarkan peta yang ada saat ini hingga 500 juta tahun lalu.
Selain itu, mereka merekonstruksi cadangan air pada lempeng samudera dan memperkirakan jumlah air yang dilepaskan dari lempeng pada kedalaman sub-busur kurang dari 125 kilometer.
Baca juga:
Peneliti juga menghidrasi biji mantel, serta menghitung laju peleburan menggunakan model peleburan mantel berair.
Hasilnya digunakan untuk menskalakan laju pelepasan gas dari platform karbonat saat ini ke masa lalu sepanjang era Fanerozoikum.
"Temuan ini memiliki implikasi penting bagi rekonstruksi iklim purba dalam rentang waktu geologi yang sangat panjang, yang mana keseimbangan antara pelepasan karbon ke atmosfer dan penyerapan karbon oleh lempeng samudra menjadi faktor utama dalam menjaga lingkungan yang layak huni bagi kehidupan," jelas para peneliti,
Sebaliknya, fluktuasi besar antara pelepasan karbon atmosfer dan penyerapan karbon oleh lempeng samudera dapat memicu variasi iklim antara kondisi icehouse dengan greenhouse.
Sebagai informasi, greenhouse adalah struktur terkendali untuk menciptakan iklim mikro optimal bagi tanaman, memanfaatkan efek rumah kaca alami dengan memerangkap panas matahari untuk menghangatkan interior.
Sementara itu, icehouse merujuk pada sistem pendinginan atau kondisi suhu sangat rendah untuk melawan panas ekstrem.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya