Penulis
Badan Geologi menjelaskan, terdapat dua faktor utama yang menyebabkan munculnya sinkhole di Situjuah.
Faktor pertama adalah air. Wilayah ini mendapat suplai air yang melimpah dari hujan dan air tanah, yang terus menerus "menggali" tanah dari dalam. Air tanah juga memiliki kekuatan untuk mengikis material secara perlahan.
Faktor kedua adalah stabilitas tanah. Jenis tanah di kawasan ini berupa tuf atau abu vulkanik yang mudah terkikis oleh air.
Di dalam tanah juga terdapat jalur retakan yang mempercepat proses erosi buluh.
Tekanan rongga di bawah tanah kemudian berubah. Ketika tekanan melewati batas toleransi, tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.
Baca juga:
Selain mengkaji penyebab, Badan Geologi juga memaparkan dua opsi penanganan Sinkhole Limapuluh Kota.
Opsi pertama adalah membiarkan sinkhole terbuka atau melebar secara alami. Namun, ada langkah penting yang harus dilakukan yaitu sinkhole tidak boleh ditutup.
Dalam hal ini, kestabilan lubang harus dihitung secara detail. Radius aman juga harus ditentukan secara terukur.
Air perlu dialirkan keluar melalui saluran drainase. Air tidak boleh meresap kembali ke tanah di sekitar sinkhole.
Aliran air diarahkan ke area yang lebih stabil seperti sungai di hilir. Air juga bisa dimanfaatkan sebagai sumber air baku warga. Namun, kelayakannya harus dikaji terlebih dahulu.
Opsi kedua adalah mencegah sinkhole agar tidak melebar. Opsi ini membutuhkan dukungan ahli teknik sipil karena tebing sinkhole perlu diperkuat dengan rekayasa teknis.
Selain itu, jumlah air yang mengalir di sungai bawah tanah harus direncanakan dengan matang. Aliran air tidak boleh mengganggu kestabilan wilayah hulu dan hilir.
Dalam laporan kajian cepat, Badan Geologi juga menyampaikan upaya pengurangan risiko sinkhole. Masyarakat diminta mengenali gejala awal sinkhole.
Air yang meresap ke tanah secara berlebihan perlu dikurangi, terutama di area yang dicurigai memiliki sungai bawah tanah.
Badan Geologi juga menyarankan pemilihan tanaman yang tepat. Tanaman sebaiknya tidak membutuhkan banyak air.
Saluran air rumah pun harus diperhatikan. Air buangan tidak boleh merembes ke tanah yang berisiko sinkhole.
Taufiq menegaskan agar masyarakat tidak mempercayai isu air sinkhole yang disebut berkhasiat. Berdasarkan uji laboratorium, air tersebut sama seperti air pada umumnya.
Warna biru pada air terjadi karena partikel kecil atau zat terlarut yang menghamburkan gelombang cahaya biru.
"Air berwarna biru adalah fenomena alam dan bukan hal mistis," kata Taufiq.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya