KOMPAS.com - Daftar spesies yang perlu dipantau pada tahun 2026 diluncurkan oleh organisasi amal alam Fauna & Flora.
CEO Fauna & Flora, Kirsitian Teleki mengatakan, daftar itu menyoroti tantangan berat yang dihadapi sejumlah spesies paling rentan di dunia. Tak terkecuali, akibat hilangnya habitat, penggundulan hutan, krisis iklim, dan perdagangan satwa liar.
Baca juga:
“Hal ini juga menyoroti tumbuhan dan hewan aneh dan menakjubkan yang sedang kami upayakan untuk lindungi, serta orang-orang dan mitra inspiratif yang bekerja sama dengan Fauna & Flora di seluruh dunia untuk memberikan aksi konservasi yang efektif. Pada masa-masa sulit ini, ia menjadi mercusuar harapan," ujar Teleki, dilansir dari Euronews, Senin (9/2/2026).
Berikut daftar 10 spesies yang terancam punah tahun 2026 versi Fauna & Flora.
Ilustrasi belut eropa. Fauna & Flora menyoroti 10 spesies terancam punah 2026, dari elang hingga tulip liar.Belut eropa atau european eels yang dulunya dapat ditemukan di seluruh benua, saat ini terancam punah akibat penangkapan berlebihan. Penurunan populasinya dipicu permintaan hidangan belut jeli, polusi, fragmentasi habitat, dan perdagangan ilegal.
Fauna & Flora memperingatkan bahwa hilangnya belut eropa memiliki konsekuensi mengerikan.
Hal ini mengingat belut eropa berperan penting dalam ekosistem air tawar dan pesisir, dengan menyediakan sumber makanan berenergi tinggi bagi berang-berang, burung bangau, dan makhluk pemakan ikan lainnya.
Saat ini, gibbon cao-vit atau cao-vit gibbon yang bersuara khas, hanya tersisa 74 ekor.
Primata terlangka kedua di dunia ini terancam punah dengan risiko ekstrem akibat hilangnya keanekaragaman genetik, perkawinan sedarah, dan bencana yang tak terduga.
Baca juga:
Laba-laba berwarna hitam legam dengan kilauan metalik ini hanya ditemukan di hutan tropis bagian selatan Western Ghats di Kerala, India.
Nahas, penampilannya yang mencolok justru memicu kepunahannya karena permintaan dari perdagangan hewan peliharaan ilegal terus memerosotkan populasinya. Hilangnya habitat juga mendorong tarantula pelangi India menuju ambang kepunahannya.
Ilustrasi guitarfish. Fauna & Flora menyoroti 10 spesies terancam punah 2026, dari elang hingga tulip liar.
Spesies yang tampak seperti perpaduan hiu dan pari ini merupakan hewan asli Laut Mediterania dan Atlantik timur.
Guitarfish dengan hidungnya yang pipih dan ekor bersirip panjang itu terancam punah akibat penangkapan ikan berlebihan, perusakan habitat, dan laju reproduksi yang lambat.
Salah satu dari empat spesies trenggiling Afrika ini mencari makan dengan sangat lambat dan berhati-hati.
Pangolin temminick dapat ditemukan di kawasan relatif kering di Afrika Timur dan Afrika Selatan, termasuk wilayah utara Chad dan Sudan.
Seperti semua pangolin, spesies ini juga terancam punah akibat pasar perdagangan ilegal yang mengincar daging dan sisiknya.
Ilustrasi saker falcon. Fauna & Flora menyoroti 10 spesies terancam punah 2026, dari elang hingga tulip liar.Selama ribuan tahun, saker falcon atau elang saker yang sangat cepat dan kuat, telah dihargai oleh para pemburu, terutama di Timur Tengah.
Popularitas elang saker malah mengancam populasinya, yang saat ini di alam liar tersisa kurang dari 30.000 ekor. Populasi elang saker anjlok akibat perdagangan satwa liar, termasuk di Asia Tengah.
Karena coraknya yang mencolok, clouded leopard (macan tutul awan) terancam punah akibat perdagangan satwa liar ilegal. Macan tutul diperdagangan dalam kondisi hidup untuk dijadikan hewan peliharaan eksotis.
Dalam kondisi mati, bulu macan tutul diperdagangkan di pasar gelar untuk dekorasi dan pakaian mewah. Sementara itu, gigi, cakar, dan tulangnya juga dijual.
Dinamai berdasarkan sebuah pulau kecil di Honduras, utila spiny-tailed iguana (iguana berekor duri utila) yang dikenal secara lokal sebagai wishiwilly del suampo itu hanya hidup di hutan bakau.
Upaya peningkatan populasi kadal tersebut dilakukan dengan memulihkan pohon bakau yang menjadi yang menjadi sumber makanan bagi iguana. Saat ini, populasi iguana berekor duri utila sekitar 7.000-14.000 ekor.
Baca juga:
Ilustrasi ular Saint Lucia lancehead atau Bothrops caribbaeus. Fauna & Flora menyoroti 10 spesies terancam punah 2026, dari elang hingga tulip liar.
Saint Lucia fer de lance dikenal pula sebagai Saint Lucia lancehead atau Bothrops caribbaeus.
Ular berbisa mematikan yang dapat tumbuh hinga dua meter ini merupakan spesies endemik di pulau Saint Lucia di Antillen Kecil.
Reptil ini sebenarnya tidak agresif dan hanya akan menggigit jika merasa terancam. Namun, populasinya menurun akibat sering dibunuh oleh penduduk setempat yang ketakutan dengan gigitannya yang bisa menimbulkan risiko fatal.
Kendati telah dibudidayakan secara luas selama berabad-abad, nenek moyang bunga tulip liar yang berasal dari daerah pegunungan Asia Tengah saat ini justru terancam krisis iklim, serta penggembalaan dan pemanenan berlebihan.
Kazakhstan, Kyrgyzstan, Uzbekistan, dan Tajikistan adalah rumah bagi 63 spesies tulip unik. Spesiesnya mencakup lebih dari setengah populasi tulip di dunia.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya