Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tebet Eco Park Sabet Penghargaan Bergengsi Design of The Year P*DA 2023

Kompas.com, 13 Juli 2023, 18:00 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Tebet Eco Park, di Tebet, Jakarta Selatan, meraih apresiasi tertinggi Design of The Year dari President*s Design Award (P*DA) 2023, Singapura.

P*DA merupakan penghargaan bergengsi dua tahunan yang diberikan kepada para desainer Singapura, dan sebagai pengakuan atas desain yang luar biasa di semua disiplin ilmu yang telah membentuk kehidupan warga Singapura dan komunitas internasional yang lebih luas.

Diselenggarakan bersama oleh Design Singapore Council dan Urban Redevelopment Authority (URA), penghargaan ini diberikan secara langsung oleh Presiden Singapura Halimah Yacob, Rabu (12/7/2023).

Baca juga: Nairobi, Satu-satunya Ibu Kota di Dunia yang Punya Taman Nasional Satwa Liar

Tebet Eco Park bersama tujuh penerima penghargaan lainnya dinominasikan oleh panel juri beranggotakan 17 orang yang terdiri dari desainer dan arsitek multidisiplin terkemuka di seluruh dunia. 

Suasana kawasan barbeku di Tebet Eco Park, Jakarta Selatan, Senin (15/8/2022) siang. Ini menjadi salah satu dari empat fasilitas tambahan yang berada di dalam kawasan Tebet Eco Park, Jakarta Selatan. KOMPAS.com/Muhammad Isa Bustomi Suasana kawasan barbeku di Tebet Eco Park, Jakarta Selatan, Senin (15/8/2022) siang. Ini menjadi salah satu dari empat fasilitas tambahan yang berada di dalam kawasan Tebet Eco Park, Jakarta Selatan.
Tebet Eco Park sendiri merupakan bagian dari program revitalisasi taman umum di Jakarta Selatan. Siura Studio yang berbasis di Singapura diminta untuk mengubah lanskap dengan elemen desain perkotaan yang ramah pengguna dengan tetap mempertahankan ketenangan alam sekitarnya.

Dalam 15 bulan, situs seluas 7 hektar yang dulu terbengkalai dan terdegradasi menjadi taman yang tenang, dan kini diterima dengan baik oleh masyarakat setempat.

Tebet Eco Park memiliki banyak fitur baru seperti Wetland Boardwalk, Plaza, Children's Playground, dan bahkan Infinity Link Bridge yang terletak di antara kanopi pohon yang memberikan pengunjung pemandangan alam sekitar yang menakjubkan.

Baca juga: 6 Taman Nasional Indonesia yang Jadi Situs Warisan Dunia UNESCO

“Ketika desain Anda dapat dinikmati oleh ribuan orang dan berikan kebahagiaan untuk mereka, rasanya kerja keras kalian terbayar,” kata Founder dan Pincipal Siura Studio Anton Siura seperti dikutip dari Tatler Asia, Kamis (13/7/2023).

Suasana Taman Tebet Eco Park, Jakarta Selatan, terpantau padat oleh warga Jakarta dan sekitarnya yang berwisata pada Minggu (8/5/2022).kompas.com/REZA AGUSTIAN Suasana Taman Tebet Eco Park, Jakarta Selatan, terpantau padat oleh warga Jakarta dan sekitarnya yang berwisata pada Minggu (8/5/2022).
“Bonusnya adalah kami juga dapat menunjukkan kepada Jakarta dampak mengadopsi pendekatan ekologis untuk mendesain taman," imbuh Siura.

Tebet Eco Park by Siura Studio juga mendapat pengakuan dari kota-kota lain di seluruh Indonesia atas dampak positifnya.

Baca juga: Daftar Lengkap Taman Hutan Raya (Tahura) di Indonesia

Arsitektur lansekap dan desain perkotaan Tebet Eco Park akan menjadi preseden untuk taman masa depan di negara ini yang condong ke arah pendekatan desain yang lebih berkelanjutan dan regeneratif yang merayakan lingkungan hijau yang kaya.

“Sejak proyek selesai, pejabat pemerintah dari kota-kota lain di Indonesia telah menyatakan minat untuk mengadopsi pendekatan serupa untuk taman mereka. Mudah-mudahan ini akan menciptakan lebih banyak peluang bagi para desainer," tuntas Siura.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Pakar IPB: Pirolisis Plastik Bisa Jadi Bahan Bakar Alternatif, tapi Perlu Pengawasan Ketat
Pakar IPB: Pirolisis Plastik Bisa Jadi Bahan Bakar Alternatif, tapi Perlu Pengawasan Ketat
LSM/Figur
Pemanfaatan EBT di Laut Indonesia Bisa Ganggu Migrasi Paus-Burung
Pemanfaatan EBT di Laut Indonesia Bisa Ganggu Migrasi Paus-Burung
LSM/Figur
Harga Pertamax Naik, Pekerja Kelas Menengah yang Paling Terdampak
Harga Pertamax Naik, Pekerja Kelas Menengah yang Paling Terdampak
Pemerintah
Refleksi Hari Laut Sedunia, Ironi Negara Kepulauan Justru Aktif Mengeruk Pasir Laut dan Reklamasi
Refleksi Hari Laut Sedunia, Ironi Negara Kepulauan Justru Aktif Mengeruk Pasir Laut dan Reklamasi
LSM/Figur
Tiga Proyek Panas Bumi PGE Raih Pendanaan 478 Juta Dollar AS
Tiga Proyek Panas Bumi PGE Raih Pendanaan 478 Juta Dollar AS
BUMN
Indonesia Masih Minim Mitigasi Ledakan Alga, Ancaman Kematian Massal Ikan Mengintai
Indonesia Masih Minim Mitigasi Ledakan Alga, Ancaman Kematian Massal Ikan Mengintai
Pemerintah
Lautan Dunia Kritis, Laju Kenaikan Air Laut Naik 2 Kali Lipat
Lautan Dunia Kritis, Laju Kenaikan Air Laut Naik 2 Kali Lipat
Pemerintah
BRIN: Ikan Tuna akan Lebih Mudah Ditangkap saat El Nino Terjadi
BRIN: Ikan Tuna akan Lebih Mudah Ditangkap saat El Nino Terjadi
Pemerintah
IATA: Avtur Berkelanjutan Hanya Penuhi 0,8 Persen Kebutuhan Pesawat 2026
IATA: Avtur Berkelanjutan Hanya Penuhi 0,8 Persen Kebutuhan Pesawat 2026
Pemerintah
Industri Denim Berkelanjutan Terhambat Karena Pemakaian Bahan Kimia
Industri Denim Berkelanjutan Terhambat Karena Pemakaian Bahan Kimia
Pemerintah
BMKG: 28 Persen Wilayah Indonesia Masuk Kemarau
BMKG: 28 Persen Wilayah Indonesia Masuk Kemarau
Pemerintah
Studi Ungkap WFH Bikin Pekerja Jadi Anti Sosial dan Depresi
Studi Ungkap WFH Bikin Pekerja Jadi Anti Sosial dan Depresi
LSM/Figur
Cegah Kebocoran Metana Jadi Kunci RI Amankan Investasi LNG
Cegah Kebocoran Metana Jadi Kunci RI Amankan Investasi LNG
LSM/Figur
Pembiayaan Berkelanjutan DBS Indonesia Capai Rp15,6 Triliun di 2025
Pembiayaan Berkelanjutan DBS Indonesia Capai Rp15,6 Triliun di 2025
Swasta
Indonesia Dinilai Jadi Magnet Investasi Sektor Mineral Kritis
Indonesia Dinilai Jadi Magnet Investasi Sektor Mineral Kritis
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau