Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 2 Oktober 2023, 15:00 WIB
Add on Google
Danur Lambang Pristiandaru

Penulis

KOMPAS.com - Sebuah kapal kargo bertenaga turbin angin bakal menjadi sebuah terobosan baru dalam dunia pelayaran yang berkelanjutan.

Kapal kargo tersebut dikembangkan oleh Proyek CHEK yang sebagian besar didukung oleh Uni Eropa.

Kapal tersebut merupakan pengembangan dari kapal kargo lawas bernama Pyxis Ocean yang dipasangi dua turbin angin WindWings.

Baca juga: Kredit Karbon dan Masa Depan Bisnis Berkelanjutan

Dilansir dari rilis Komisi Eropa, pengembangan kapal kargo tersebut dikoordinasikan oleh University of Vaasa di Finlandia dengan mempertemukan 17 mitra yang berspesialisasi dalam berbagai bidang.

Pyxis Ocean merupakan kapal kargo milik perusahaan pelayaran Cargill dan menjadi yang pertama yang dipasangi WindWings.

Kedua turbin angin WindWings dipasang di dek kapal kargo Pyxis Ocean untuk "memanen" tenaga angin guna menjadi salah satu tenaga penggerak kapal sehingga bisa berlayar.

Pemasangan turbin angin di Pyxis Ocean dilakukan di galangan kapal COSCO di China. Kini, kapal tersebut melakukan pelayaran pedananya ke Brasil.

Baca juga: Ekonomi Hijau Jadi Sumber Baru Pertumbuhan Berkelanjutan

Menghemat bahan bakar, mereduksi karbon

Turbin angin yang dipasang di Pyxis Ocean diharapkan dapat menghemat bahan bakar hingga 30 persen.

Berkurangnya bahan bakar juga bisa mereduksi jejak karbon dari kapal tersebut. Efisiensi dan reduksi jejak karbon bisa lebih tinggi bila menggunakan bahan bakar alternatif.

“Industri maritim sedang dalam perjalanan menuju dekarbonisasi – hal ini tidak mudah, namun menarik,” kata Jan Dieleman, presiden bisnis transportasi laut Cargill.

Untuk diketahui, pelayaran merupakan sektor yang paling mendominasi perdagangan. 90 persen perdagangan dunia dilakukan di laut.

Karena besarnya industri pelayaran, sekotr ini bertanggung jawab atas 3 persen dari total emisi gas rumah kaca global.

Oleh karenanya, sektor pelayaran pun tak luput disorot untuk mengurangi emisinya guna menekan jejak karbon.

Baca juga: Tak Perlu Rusak Lingkungan, Indonesia Bisa Sukses dengan Pembangunan Berkelanjutan

Penelitian pionir

Pemasangan turbin angin WindWings di kapal kargo Pyxis Ocean hingga pelayarannya adalah puncak dari penelitian pionir yang dilakukan selama bertahun-tahun.

Hal ini menunjukkan adanya perubahan sikap terhadap teknologi yang memungkinkan transisi energi untuk kapal-kapal yang sudah ada.

WindWings dapat membantu industri mencapai target tersebut dengan menawarkan solusi retrofit yang mampu mendekarbonisasi kapal-kapal yang ada.

Hal ini sangat relevan mengingat 55 persen armada kapal kargo di dunia berusia hingga sembilan tahun.

Baca juga: Luncurkan Program Mapan, Ajinomoto Jajaki Bisnis Berkelanjutan

CEO BAR Technologies John Cooper mengungkapkan, jika pelayaran internasional ingin mencapai ambisinya mengurangi emisi karbon dioksida maka inovasi harus dikedepankan.

"Tenaga angin merupakan bahan bakar yang gratis dan peluang untuk mengurangi emisi, serta peningkatan efisiensi yang signifikan dalam biaya pengoperasian kapal, sangatlah besar," kata Cooper.

Sebelum era modern seperti saat ini, berlayar dengan memanfaatkan angin adalah hal yang lumjrah menggunakan kapal layar.

Pelayaran perdana ini akan menjadi uji coba pertama WindWings di kapal kargo dan kesempatan untuk melihat apakah kembali ke cara tradisional menggerakkan kapal dapat menjadi jalan baru bagi dunia pelayaran komersial.

Baca juga: Hari Jadi ke-21 Kepri Jadi Momentum Parade Pembangunan Berkelanjutan

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Menengok Si Toddler Panda Rio di Taman Safari Bogor, Tonggak Penting Konservasi Satwa Indonesia
Menengok Si Toddler Panda Rio di Taman Safari Bogor, Tonggak Penting Konservasi Satwa Indonesia
Swasta
Survei Deloitte: Gen Z-Milenial Tunda Menikah hingga Beli Rumah karena Finansial
Survei Deloitte: Gen Z-Milenial Tunda Menikah hingga Beli Rumah karena Finansial
LSM/Figur
Dunia Bisnis Belum Siap Hadapi Bahaya Deepfake dan Kecerdasan Buatan
Dunia Bisnis Belum Siap Hadapi Bahaya Deepfake dan Kecerdasan Buatan
Pemerintah
Warga Jakarta Dukung Program Pilah Sampah, tapi Fasilitas dan Sosialisasi Masih Minim
Warga Jakarta Dukung Program Pilah Sampah, tapi Fasilitas dan Sosialisasi Masih Minim
Pemerintah
Hutan Nabire Rusak akibat Tambang Ilegal, Kemenhut Buru Aktor Utama
Hutan Nabire Rusak akibat Tambang Ilegal, Kemenhut Buru Aktor Utama
Pemerintah
Jutaan Orang Hadapi Ancaman Kemiskinan akibat Krisis Energi dan Perdagangan
Jutaan Orang Hadapi Ancaman Kemiskinan akibat Krisis Energi dan Perdagangan
Pemerintah
Kreator Konten Mukbang Korsel Sumbang Rp 600 Juta untuk Rehabilitasi Mangrove di Jakarta
Kreator Konten Mukbang Korsel Sumbang Rp 600 Juta untuk Rehabilitasi Mangrove di Jakarta
LSM/Figur
Perangi Mikroplastik, Taiwan Perketat Pengawasan Darat hingga Laut
Perangi Mikroplastik, Taiwan Perketat Pengawasan Darat hingga Laut
Pemerintah
Tekan Emisi AI, Jepang Fokus Benahi Konsumsi Energi Pusat Data
Tekan Emisi AI, Jepang Fokus Benahi Konsumsi Energi Pusat Data
Pemerintah
Indonesia Dinilai Terlambat Beralih ke Energi Terbarukan
Indonesia Dinilai Terlambat Beralih ke Energi Terbarukan
LSM/Figur
Waspada, Hujan Masih Mengintai Indonesia di Masa Peralihan Musim
Waspada, Hujan Masih Mengintai Indonesia di Masa Peralihan Musim
Pemerintah
13 Perusahaan Global PHK Karyawan karena Kehadiran AI
13 Perusahaan Global PHK Karyawan karena Kehadiran AI
Swasta
Rumitnya Pemulung Urus Administrasi demi Akses Layanan Dasar
Rumitnya Pemulung Urus Administrasi demi Akses Layanan Dasar
LSM/Figur
Percepatan Penggunaan Avtur Berkelanjutan di Eropa Berisiko Bebani Industri
Percepatan Penggunaan Avtur Berkelanjutan di Eropa Berisiko Bebani Industri
Pemerintah
Permintaan Pasir Dunia Naik Drastis, PBB Peringatkan Dampak Lingkungan
Permintaan Pasir Dunia Naik Drastis, PBB Peringatkan Dampak Lingkungan
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau