Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hutama Karya Kenalkan Produk Unggulan Dua UMK Binaan di Inacraft 2023

Kompas.com, 7 Oktober 2023, 13:12 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Hutama Karya (Persero) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), HK Peduli Kreatif, mengikutsertakan dua pelaku Usaha Mikro dan Usaha Kecil (UMK) unggulan yaitu KINNI Store dari Kalimantan Selatan dan kerajinan Ogan Ilir dari Sumatera Selatan, di "Inacraft 2023”.

Pameran yang berlangsung sejak Rabu (4/10/2023) hingga Minggu (8/10/2023) di JCC Jakarta ini, dibuka oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi).

Sebagai salah satu ajang pameran kerajinan terbesar di Asia Tenggara, Inacraft merupakan kesempatan sekaligus wadah bagi pelaku UMK binaan Hutama Karya untuk mengenalkan produk-produk unggulannya kepada masyarakat guna memperluas pangsa pasar internasional.

Staf Khusus III Menteri BUMN Arya Sinulingga mengapresiasi upaya Hutama Karya dalam memberdayakan UMK di sekitar Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS), agar mampu bersaing di pasar global.

Baca juga: Anak Binaan LPKA Pangkalpinang Produksi Papan Nama dan Anyaman Lidi

Sementara itu, Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Tjahjo Purnomo menuturkan, KINNI Store menghadirkan produk utama Kain Sasirangan khas Kalimantan Selatan serta produk lainnya seperti syal, tas, kemeja, kaos hingga masker yang juga berbahan dasar kain tersebut.

Adapun mitra binaan dari Ogan Ilir Sumatera Selatan memamerkan produk unggulannya seperti Kain Gebeng Maju Berjaya, beberapa kerajinan logam yaitu Apika Silver dengan produk aneka perhiasan perak serta Kelompok Usaha Bersama (KUB) Usang Sungging dengan kerajinan perabotan berbahan tembaga dan aluminium.

“Partisipasi Hutama Karya dalam pameran Inacraft ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung dan memajukan pelaku UMK di Indonesia dengan memberikan peluang dalam mengembangkan bisnis mereka,” ujar Tjahjo.

Kedua mitra binaan tersebut dipilih untuk mengikuti ajang ini karena memiliki produk khas yang mewakili daerah mereka masing-masing dengan kualitas serta potensi nilai jual yang baik.

Tjahjo memastikan, Hutama Karya akan terus konsisten menjalankan serangkaian program pendampingan dan pembinaan bersama Dinas Koperasi setempat serta pendanaan modal usaha dalam bentuk pinjaman.

Baca juga: Hasil Kreatifitas Warga Binaan Lapas Kepri Dipasarkan di Seluruh Indonesia

Harapannya agar mereka bisa menjadi mitra yang mandiri serta mengembangkan usaha bisnisnya menjadi lebih besar serta mampu menembus pasar ekspor.

“Seluruh produk yang mereka hasilkan merupakan hasil dari buatan tangan dan kreativitas masing-masing sehingga harapan dan target dari keikutsertaan acara ini adalah dapat menarik pengunjung sebanyak-banyaknya yang kemudian menciptakan keuntungan baik berupa promosi maupun transaksi produk,” tutup Tjahjo.

Hutama Karya telah melakukan program binaan kepada kedua mitra UMK sejak tahun 2020 yaitu berupa pendampingan usaha untuk inovasi produk, bisnis dan pemasaran serta aktif melibatkan di berbagai ajang pameran.

Saat ini, usaha keduanya semakin berkembang dan mengalami peningkatan keuntungan sebesar 10 persen hingga 20 persen dari sebelumnya.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Perusahaan yang Punya Komitmen pada ESG Lebih Cepat Bangkit dari Krisis
Perusahaan yang Punya Komitmen pada ESG Lebih Cepat Bangkit dari Krisis
LSM/Figur
Memilah Berulang Jadi Kesulitan Para Ibu Pengelola Sampah
Memilah Berulang Jadi Kesulitan Para Ibu Pengelola Sampah
LSM/Figur
ASN di Bekasi Bisa Berhemat BBM sejak Kebijakan WFH
ASN di Bekasi Bisa Berhemat BBM sejak Kebijakan WFH
Pemerintah
Meleset dari Janji, Emisi Karbon Penerbangan Eropa Malah Melonjak Tinggi
Meleset dari Janji, Emisi Karbon Penerbangan Eropa Malah Melonjak Tinggi
Pemerintah
Studi Ungkap Perilaku Laki-Laki Cenderung Punya Jejak Karbon Lebih Besar
Studi Ungkap Perilaku Laki-Laki Cenderung Punya Jejak Karbon Lebih Besar
Pemerintah
Tukang Sampah dan Warga di Daerah Langganan Banjir Paling Berisiko Terinfeksi Hantavirus
Tukang Sampah dan Warga di Daerah Langganan Banjir Paling Berisiko Terinfeksi Hantavirus
LSM/Figur
Perubahan Iklim Jadi Risiko Bisnis, Dunia Usaha Didorong Lakukan Mitigasi Secara Terukur
Perubahan Iklim Jadi Risiko Bisnis, Dunia Usaha Didorong Lakukan Mitigasi Secara Terukur
Pemerintah
Perusahaan Raksasa Dunia Ramai-ramai PHK Karyawan, Ada Meta dan Amazon
Perusahaan Raksasa Dunia Ramai-ramai PHK Karyawan, Ada Meta dan Amazon
Swasta
PBB: Kekerasan Online Terhadap Perempuan di Ranah Publik Semakin Canggih
PBB: Kekerasan Online Terhadap Perempuan di Ranah Publik Semakin Canggih
Pemerintah
WHO Selidiki Risiko Hantavirus Menular Antar Manusia, Apakah Mengulang Pandemi Covid-19?
WHO Selidiki Risiko Hantavirus Menular Antar Manusia, Apakah Mengulang Pandemi Covid-19?
LSM/Figur
Danantara Dinilai Mampu Percepat Transisi Energi
Danantara Dinilai Mampu Percepat Transisi Energi
LSM/Figur
Pekerja Migran Indonesia di Jepang Perkuat Jejaring Lewat Pentas Budaya
Pekerja Migran Indonesia di Jepang Perkuat Jejaring Lewat Pentas Budaya
Pemerintah
Praktik 'Open Dumping' Masih Marak Terjadi Imbas Minimnya Anggaran Daerah
Praktik "Open Dumping" Masih Marak Terjadi Imbas Minimnya Anggaran Daerah
LSM/Figur
Kampanye Tahun Petani Perempuan, Tingkatkan Ketahanan Pangan di Tengah Krisis Iklim
Kampanye Tahun Petani Perempuan, Tingkatkan Ketahanan Pangan di Tengah Krisis Iklim
Pemerintah
Populasi Serangga Berkurang Sebabkan Gizi Pangan Turun, Kok Bisa?
Populasi Serangga Berkurang Sebabkan Gizi Pangan Turun, Kok Bisa?
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau