Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pentingnya Konsumsi Makanan Bergizi pada 1000 HPK Anak

Kompas.com, 16 Oktober 2023, 16:58 WIB
Add on Google
Agis Maulana,
Sheila Respati

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Periode 1.000 hari pertama kelahiran (HPK) adalah fase terpenting dalam tumbuh kembang anak. Adapun periode tersebut terbagi menjadi dua, yakni 270 hari pertama saat janin terbentuk dalam kandungan dan 730 hari yang dihitung sejak bayi lahir hingga berusia dua tahun.

Selama 270 hari di dalam kandungan, organ-organ penting seperti otak, hati, ginjal, jantung, paru-paru, dan tulang mulai terbentuk dan berkembang. Kemudian, dalam 730 hari setelah kelahiran, anak mulai beradaptasi dengan lingkungannya dan perkembangan fungsi kognitif anak akan mencapai puncaknya.

Oleh karena itu, ibu yang sedang mengandung atau menyusui harus rutin memakan makanan dengan asupan gizi yang cukup dan seimbang. Apalagi bagi ibu hamil yang telah memasuki trimester kedua dan ketiga. Pada masa tersebut, ibu membutuhkan asupan kalori sebanyak 340-450 kalori per hari.

Jika asupan gizi seperti kalori dan protein kurang maka potensi gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak lebih tinggi. Gangguan yang dapat terjadi adalah anak cepat terserang penyakit serta lambatnya pertumbuhan kognitif dan pertumbuhan tinggi badan.

Anak yang mengalami keterlambatan perkembangan kognitif dan memiliki tinggi badan jauh di bawah rata-rata tinggi badan pada usianya dapat dikategorikan stunting.

Baca juga: Heru Budi Sebut Kasus Stunting di Jakarta Kini 5,4 Persen

Tentunya, setiap ibu tidak menginginkan kondisi tersebut terjadi pada buah hatinya. Namun, para ibu hamil dan menyusui tak perlu bingung makanan apa yang harus dikonsumsi. Dirangkum dari Alodokter, berikut makanan-makanan yang direkomendasikan dikonsumsi ibu hamil dan menyusui.

1. Daging

Ibu hamil dan menyusui dapat mengonsumsi daging sapi, daging ayam, dan daging ikan yang kaya akan protein. Usahakan pilih bagian daging yang rendah lemak. Sebagai informasi, bagian daging dengan lemak paling sedikit adalah bagian leher, sirloin, dan tenderloin.

Selain protein, daging juga mengandung zat besi yang merupakan mineral penting dan berguna dalam pembentukan sel darah merah. Sel darah merah berfungsi mengantarkan oksigen ke semua sel dalam tubuh.

Ibu hamil membutuhkan lebih banyak zat besi karena kebutuhan volume darah meningkat selama kehamilan. Kekurangan zat besi berisiko membuat ibu hamil melahirkan bayi secara prematur atau lahir dengan berat badan rendah.

2. Sayuran hijau

Bayam, brokoli, dan sayuran hijau lainnya mengandung banyak nutrisi, yakni vitamin A, vitamin C, dan kalsium yang baik untuk ibu dan bayi. Vitamin A dan vitamin C bermanfaat sebagai antioksidan yang dapat meningkatkan imunitas tubuh, sedangkan kalsium baik untuk pertumbuhan tulang bayi. Sayuran hijau juga memiliki zat fitoestrogen yang dapat meningkatkan produksi ASI.

Baca juga: 13 Tahap Tumbuh Kembang Anak 5 Tahun yang Perlu Orangtua Ketahui

3. Ikan salmon

Ikan salmon mengandung Docosahexaenoic acid (DHA), yakni salah satu jenis asam lemak omega-3 yang berkhasiat untuk perkembangan otak, mata, dan sistem saraf pada bayi. Selain itu, DHA pada ikan salmon juga berguna mencegah ibu mengalami depresi pascamelahirkan.

Walaupun memiliki banyak manfaat, ibu hamil dan menyusui harus membatasi konsumsi ikan salmon hingga 12 ons per minggu. Selain itu, ibu perlu cermat memilih sumber ikan salmon yang akan dibeli untuk mengurangi risiko bayi terpapar merkuri.

4. Produk olahan susu

Susu dan produk olahannya seperti keju dan yogurt baik untuk dikonsumsi ibu hamil dan menyusui karena mengandung protein dan kalsium yang tinggi. Kandungan protein dan kalsium pada produk olahan susu dapat menunjang tumbuh kembang bayi menjadi lebih baik.

5. Telur

Jangan remehkan bentuknya yang kecil. Ternyata, telur mengandung hampir semua nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Telur mengandung protein, lemak, kalori, mineral, dan vitamin. Selain itu, telur juga mengandung kolin yang berguna untuk kesehatan otak dan janin.

Baca juga: 15.000 Telur Program Lestari untuk Anak Stunting di Penjuru Negeri

Sebaiknya, ibu hamil dan menyusui mengonsumsi telur yang telah matang sempurna. Jangan konsumsi telur setengah matang karena berisiko membawa kuman yang berbahaya bagi ibu dan janin. Jumlah telur yang dikonsumsi cukup dua butir dalam sehari.

Para ibu hamil dan menyusui disarankan untuk mengonsumsi makanan-makanan tersebut secara teratur untuk kebaikan tumbuh kembang anak di seribu hari pertama.

Lebih lanjut, ibu hamil dan menyusui dapat berkonsultasi dengan dokter kandungan agar kesehatan ibu dan bayi lebih terjamin.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Perkuat Usaha Masyarakat Pesisir, Agrinas Jaladri Salurkan 19.500 Benih Ikan
Perkuat Usaha Masyarakat Pesisir, Agrinas Jaladri Salurkan 19.500 Benih Ikan
BUMN
Pelajar Diajak Lebih Peduli Lingkungan Lewat Industri Populer
Pelajar Diajak Lebih Peduli Lingkungan Lewat Industri Populer
Swasta
Lestari Kompas Gramedia Beri Edukasi Keberlanjutan di Sekolah Binaan Pertamina
Lestari Kompas Gramedia Beri Edukasi Keberlanjutan di Sekolah Binaan Pertamina
Swasta
BRI Salurkan 'Social Loan' Rp 718,8 Triliun, Setara 53 Persen dari Total Kredit
BRI Salurkan "Social Loan" Rp 718,8 Triliun, Setara 53 Persen dari Total Kredit
BUMN
Minat STEM Pelajar Naik 90 Persen, PT Pertamina Perluas Edukasi Transisi Energi Lewat SEB
Minat STEM Pelajar Naik 90 Persen, PT Pertamina Perluas Edukasi Transisi Energi Lewat SEB
BUMN
Kecil tapi Berdampak, Semut Berperan dalam Siklus Karbon Planet
Kecil tapi Berdampak, Semut Berperan dalam Siklus Karbon Planet
Pemerintah
Konferensi APS III 2026, Menggali Etnosains untuk Transformasi Pembangunan Papua
Konferensi APS III 2026, Menggali Etnosains untuk Transformasi Pembangunan Papua
LSM/Figur
Ancaman Cuaca Ekstrem, Ibadah Haji Di Masa Depan Disebut Makin Berbahaya
Ancaman Cuaca Ekstrem, Ibadah Haji Di Masa Depan Disebut Makin Berbahaya
Pemerintah
Dinilai Perburuk Layanan RS, Buruh Minta Pemerintah Revisi Permenaker 7/2026
Dinilai Perburuk Layanan RS, Buruh Minta Pemerintah Revisi Permenaker 7/2026
LSM/Figur
PLN Ubah Kantor Jadi Sumber Energi Mandiri lewat Smart and Green Building
PLN Ubah Kantor Jadi Sumber Energi Mandiri lewat Smart and Green Building
Pemerintah
Industri Ritel Global Belum Serius Garap Sektor Cokelat Berkelanjutan
Industri Ritel Global Belum Serius Garap Sektor Cokelat Berkelanjutan
Pemerintah
Akses Air Bersih Tersedia, Biaya Rumah Tangga Warga di Cikarang Turun Drastis
Akses Air Bersih Tersedia, Biaya Rumah Tangga Warga di Cikarang Turun Drastis
Swasta
Lewat Kampanye LG Loves Green, Serahkan Karya Seni dari Sampah Elektronik ke SDN 08 Ragunan
Lewat Kampanye LG Loves Green, Serahkan Karya Seni dari Sampah Elektronik ke SDN 08 Ragunan
BrandzView
Beratnya Penanaman Bibit Mangrove di Pesisir Jakarta akibat Sampah Plastik
Beratnya Penanaman Bibit Mangrove di Pesisir Jakarta akibat Sampah Plastik
Pemerintah
Singapura Perkuat Ketahanan Pangan dengan Genjot Produksi Sayuran
Singapura Perkuat Ketahanan Pangan dengan Genjot Produksi Sayuran
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau