Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 16/12/2023, 06:00 WIB
Sigiranus Marutho Bere,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

Dia berencana membeli lahan yang berdekatan dengan kebunnya. Termasuk merekrut enam orang pekerja untuk membantunya.

Untuk itu, ia telah menyiapkan anggaran untuk membeli lahan, sekaligus membayar upah para pekerja.

Baca juga: Profil Surya Sahetapy, Putra Ray Sahetapy yang Berprofesi Dosen di Amerika

"Saya berencana menanam 3.000 anakan pohon naga di lahan baru yang berdekatan dengan kebun saya," ujar dia.

Ignasius berharap, semua rencananya bisa berjalan lancar, sehingga produksi buah naga terus berkembang.

Baginya, bertani adalah jalan hidupnya. Meski tak punya ijazah sekolah karena hanya duduk di bangku kelas II Sekolah Dasar (SD), ayah tiga anak itu ingin memberi contoh ke generasi muda agar pantang menyerah sebelum sukses.

Baca juga: Ribuan Kurir Antre Sepanjang 2 Kilometer untuk Retur Paket di Ulujami

Usai tua bukan penghalang meraih kesuksesan. Tapi awal menapaki tangga sukses melalui jalan buah naga di lahan karang.

Inovasi PLN di Bidang Agrikultur

Manager Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kefamenanu Fariz Maraghi Akhmad mengatakan, program electrifying agriculture proliga merupakan salah satu inovasi PLN dalam memanfaatkan energi listrik di bidang agrikultur.

"Program EA ini terbukti mampu meningkatkan produksi para petani, peternak dan petambak," kata Fariz.

Baca juga: Ungkap Kronologi Kasus Nastar Berjamur, Pemilik Clairmont: Kami Dapat Penawaran

Melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PLN UIW NTT melakukan sistem penyinaran lampu di malam hari.

Diharapkan sistem ini mampu mempercepat proses perkembangan buah naga. Sehingga produksi panen bisa lebih cepat dan banyak dari normalnya.

Dengan memberikan penyinaran menggunakan lampu dari energi listrik, buah naga yang sebelumnya hanya dapat berbuah pada bulan tertentu bisa berbuah hampir sepanjang tahun.

Baca juga: Lulus Kuliah Jadi CPNS, Ini 10 Sekolah Kedinasan Sepi Peminat

"Untuk menyiasati supaya buah naga bisa berbuah dan dipanen meskipun di luar musim panen, para petani memanfaatkan cahaya buatan untuk tetap menyinari buah naga yaitu dengan cahaya dari bola lampu yang dihasilkan dari energi listrik," papar Fariz.

Bupati TTU Djuandi David mengapresiasi program bantuan dari PLN Unit Induk Wilayah NTT. “Programnya luar biasa dan patut diapresiasi,” kata David.

David menilai, program PLN tersebut merupakan pemberdayaan ekonomi masyarakat yang patut didukung karena tepat sasaran.

Baca juga: Hasil Timnas U17 Indonesia Vs Korea Selatan 1-0, Gol Dramatis Evandra Penentu Kemenangan Garuda Asia

David berharap, program Listrik Untuk Buah Naga tersebut dapat meningkatkan produktivitas petani buah naga di Desa Fatoin.

Ke depan melalui dinas pertanian, perkebunan dan peternakan, dia mendorong usaha budi daya tanaman buah naga di desa-desa potensial di Kabupaten TTU. Tentunya disesuaikan dengan kondisi tanah yang ada.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Halaman:
Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau