Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Keuntungan Hidrogen di Indonesia, Jadi Alternatif Energi Murah

Kompas.com, 23 Februari 2024, 17:00 WIB
Faqihah Muharroroh Itsnaini,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Indonesia punya beragam energi alternatif sebagai sumber energi. Oleh karena itu, energi fosil digadang-gadang ke depannya tidak lagi menjadi sumber energi utama.

Ini diperkirakan setelah banyaknya sumber-sumber energi alternatif berbasis energi baru terbarukan yang ramah lingkungan, yang terbukti lebih murah dan efesien. 

Pemanfaatan hidrogen di Indonesia menjadi keniscayaan setelah Pilot Project Hydrogen Refueling Station (HRS) Senayan diresmikan. Hidrogen terbukti lebih hemat dibandingkan menggunakan sumber energi berbasis fosil.

"Perbandingan harga penggunaan BBM dengan hidrogen, 1 km menggunakan BBM biayanya adalah Rp 1.300. Kalau kita menggunakan EV home charging biayanya sekitar Rp 350-400 per 1 km, kalau menggunakan ultra fast charging Rp 550 per km. Jika kita menggunakan hidrogen biayanya hanya sekitar Rp 276 per km," ujar Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo. 

Hal itu ia sampaikan saat meresmikan Pilot Project Hydrogen Refueling Station (HRS) dan Green Hydrogen Plant (GHP) PLTP Kamojang, dikutip dari laman Kementerian ESDM, Jumat (23/2/2024). 

Baca juga: Indonesia Punya Stasiun Pengisian Hidrogen Pertama, Dipasok dari Energi Hijau

Sebagai informasi, sebelumnya, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) meresmikan HRS pertama di Indonesia di Senayan, Jakarta, pada Rabu (21/2/2024).

Peresmian tersebut merupakan kelanjutan pengembangan hidrogen dari PLN usai 21 pembangkit hidrogen hijau atau green hydrogen plant (GHP) beroperasi pada November 2023. Hidrogen untuk HRS Senayan tersebut dipasok dari 22 GHP milik PLN.

Kelebihan hidrogen

Tidak hanya lebih murah, ada sejumlah keuntungan lain jika menggunakan hidrogen sebagai bahan bakar kendaraan.

Pertama, hidrogen adalah sumber energi yang bersih dan tidak menghasilkan emisi saat digunakan, yang membuatnya menjadi pilihan yang baik untuk mengurangi polusi udara.

Kedua, hidrogen adalah sumber energi yang berlimpah. Sebab, dapat diproduksi dari berbagai sumber, termasuk air, biomassa, dan gas alam.

Ketiga, hidrogen dapat disimpan dengan mudah. Seperti dapat disimpan dalam bentuk gas cair atau terkompresi, yang membuatnya mudah diangkut dan digunakan.

Baca juga:

Kelebihan selanjutnya, kebutuhan BBM dalam negeri dipenuhi melalui impor sehingga dapat menggerus devisa negara. Sedangkan hidrogen, seratus persen menggunakan produk dalam negeri dan ramah lingkungan.

"Menggunakan 1 liter BBM emisi yang dikeluarkan sebesar 2,4 kg, jadi untuk 1 km sekitar 240 gram. Kalau ini emisinya sudah nol karena menggunakan green hydrogen," jelas Darmawan.

"Untuk itu, produksi hidrogen sebesar 128 ton per tahun bisa menyediakan energi untuk 438 mobil dengan pengurangan bbm 1,59 juta liter per tahun dan penurunan emisi 4,5 juta kg per tahun," imbuhnya. 

 

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Transaksi Langkah Membumi Naik Dua Kali Lipat, Minat Produk Ramah Lingkungan Menguat
Transaksi Langkah Membumi Naik Dua Kali Lipat, Minat Produk Ramah Lingkungan Menguat
Swasta
AI Paling Efektif Bantu Pekerja Jika Dipadukan dengan Pengalaman
AI Paling Efektif Bantu Pekerja Jika Dipadukan dengan Pengalaman
Pemerintah
TPST Bantargebang Dibayangi Risiko Kebakaran akibat Gas Metana
TPST Bantargebang Dibayangi Risiko Kebakaran akibat Gas Metana
Pemerintah
Studi: Banyak Kantor Enggan Terapkan Makan Siang Ramah Lingkungan
Studi: Banyak Kantor Enggan Terapkan Makan Siang Ramah Lingkungan
Pemerintah
Dampak Perubahan Iklim, 560 Juta Anak Dunia Terpapar Panas Ekstrem Tambahan
Dampak Perubahan Iklim, 560 Juta Anak Dunia Terpapar Panas Ekstrem Tambahan
Pemerintah
Perluas Dampak DEB, Pertamina Targetkan 332 Program Berjalan hingga Akhir 2026
Perluas Dampak DEB, Pertamina Targetkan 332 Program Berjalan hingga Akhir 2026
BUMN
Studi: Sistem Akuntansi Pelaporan Emisi Perusahaan Tak Konsisten
Studi: Sistem Akuntansi Pelaporan Emisi Perusahaan Tak Konsisten
Pemerintah
BRIN Sebut Punya Dasar Ilmiah Pemanfaatan Tepung Singkong untuk Pemadaman Karhutla
BRIN Sebut Punya Dasar Ilmiah Pemanfaatan Tepung Singkong untuk Pemadaman Karhutla
LSM/Figur
Studi: Penggunaan Media Sosial Internal Kantor Bisa Tekan 'Turnover' Karyawan
Studi: Penggunaan Media Sosial Internal Kantor Bisa Tekan "Turnover" Karyawan
LSM/Figur
IPB Kembangkan Sorgum Varietas Unggul, Potensi Produksi 5,79 Ton Per Hektare
IPB Kembangkan Sorgum Varietas Unggul, Potensi Produksi 5,79 Ton Per Hektare
Pemerintah
Butuh Pendanaan untuk Proyek Hijau? PLN SustainAction 2026 Siap Danai Inovator Keberlanjutan
Butuh Pendanaan untuk Proyek Hijau? PLN SustainAction 2026 Siap Danai Inovator Keberlanjutan
BUMN
Gubernur Pramono: RDF Rorotan Sudah Tak Diprotes Warga
Gubernur Pramono: RDF Rorotan Sudah Tak Diprotes Warga
Pemerintah
Karhutla dan El Niño Sebabkan Penurunan Produksi Sawit, Program B50 Perlu Ditinjau Ulang
Karhutla dan El Niño Sebabkan Penurunan Produksi Sawit, Program B50 Perlu Ditinjau Ulang
LSM/Figur
J&T Express Olah 146 Kg Seragam Bekas Jadi Produk Baru, Tekan Emisi Karbon
J&T Express Olah 146 Kg Seragam Bekas Jadi Produk Baru, Tekan Emisi Karbon
Swasta
Kelestarian Hutan Tropis Bergantung pada Aktivitas Mamalia Besar
Kelestarian Hutan Tropis Bergantung pada Aktivitas Mamalia Besar
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau