Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Lestarikan Lingkungan, Ta’aktana dan Binus Simprug Gelar Bersih Bajo

Kompas.com, 10 Maret 2024, 07:00 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Bersih Bajo Chapter Three, kegiatan Beach Clean-Up yang diprakarsai oleh Ta’aktana Resort & Spa kembali diadakan.

Acara bersih pantai ini dikelola oleh manajemen Ta’aktana Resort & Spa yang telah mendapat pengarahan sebelumnya dari organisasi non-profit, Divers Clean Action (DCA).

Aktivitas ini juga diikuti oleh perwakilan komunitas, dan belasan siswa-siswi Binus School Simprug yang menjalani Immersion Trip di Labuan Bajo.

Pada Bersih Bajo kali ini, para siswa dan siswi berkesempatan melakukan rangkaian kegiatan edukasi kepedulian lingkungan dan kepedulian sosial di Ta’aktana Resort & Spa.

Baca juga: Pisces Partnership dan Kemenko Marves Luncurkan Inisiatif Pisces Relay di Banyuwangi Perangi Sampah Plastik

Di antaranya penanaman koral, pelepasan bayi kura-kura, edukasi tentang pemilahan sampah, serta menggunakan mikroskop digital untuk mengamati microplastics pada sampel pasir yang dipandu oleh Swietenia Puspa Lestari dari DCA.

General Manager dari Ta’aktana Resort & Spa Sabreena Jacob mengatakan, sejak pertama kali diadakan tahun 2022, Bersih Bajo telah berjuang bersama komunitas-komunitas lokal untuk mengadvokasi penanganan sampah yang terintegrasi dan berdampak nyata bagi pelestarian lingkungan di Labuan Bajo.

"Di antaranya Trash Hero Komodo & Mburak, Kole Project, WWF Indonesia, Komodo Water serta Politeknik elBajo Commodus,” ujar Sabreena dalam rilis pers, Jumat (8/3/2024).

Ke depannya Ta’aktana Resort & Spa akan meneruskan budaya peduli lingkungan pada seluruh staf, serta menjalankan kegiatan beach clean-up secara rutin di Pantai Wae Rana.

Hal ini sebagai salah satu upaya untuk menjaga alam dan meningkatkan daya tarik Labuan Bajo bagi wisatawan lokal dan internasional.

Baca juga: Daur Ulang, Lelucon Tipuan Puluhan Dekade Produsen Plastik

Selain kegiatan bersih-bersih, Bersih Bajo kali ini juga diwarnai oleh penampilan dari paduan suara dan tarian oleh siswa-siswi Sekolah Luar Biasa (SLB) Karya Murni di Ruteng. 

Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan donasi dari Ta’aktana Resort & Spa dan Binus School Simprug untuk SLB Karya Murni, dan Komunitas Pencegahan Stunting pada Anak di Ende yang dipimpin oleh Romo Rudy dari Keuskupan Agung Ende.

Adapun donasi diserahkan olehdua siswa dan siswi, yaitu Marcus Louie Sumarta sebagai perwakilan dari Taaktana Resort & Spa dan Athena Anitya Soebagjo sebagai perwakilan dari Binus School Simprug

Baca juga: Studi: Larangan Plastik Sekali Pakai Kurangi Sampah dan Polusi

Guru dan wali kelas di Binus School Simprug Hanz Ponceca menambahkan, pada kegiatan ini para siswa-siswi berkesempatan untuk melihat, menyentuh, dan merasakan sendiri berbagai pengalaman dengan alam dan masyarakat di Labuan Bajo, serta belajar untuk mengapresiasinya.

“Anak-anak kami sangat tergerak saat menyaksikan bakat (menyanyi) yang luar biasa dari para siswa-siswi SLB, salah satunya bahkan menyimpulkan bahwa ternyata kondisi disabilitas dapat ditransformasi menjadi kemampuan yang luar biasa” tutur Hanz.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau