Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo
Wadan Kodiklatad

Wakil Komandan Komando Pembina Doktrin, Pendidikan, dan Latihan Angkatan Darat

Penguatan Desa Berbasis Ekonomi Kerakyatan Digital

Kompas.com, 20 Maret 2024, 11:58 WIB

Artikel ini adalah kolom, seluruh isi dan opini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan cerminan sikap redaksi.

Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Inilah yang akan mendorong munculnya partisipasi sehingga keinginan untuk berkiprah di dunia digital, betul-betul karena kesadaran bahwa ini penting bagi mereka. Sifatnya bukan mobilisasi ataupun instruksi, tetapi partisipasi berbasis wilayah dan masyarakat.

Ketiga, jejaring secara global. Melalui fitur dan kecanggihan akses digital, desa tidak lagi sebatas desa itu saja, provinsi ataupun Indonesia. Desa harus bisa berkomunikasi dan berinteraksi dengan belahan dunia lain.

Desa harus bisa berkomunikasi dengan desa lain di Eropa, Afrika, Asia, Amerika dan sebagainya. Tidak hanya itu, mereka juga harus bisa terhubung dengan berbagai lembaga donor ataupun badan dunia, semacam World Bank dan bahkan berbagai lembaga PBB.

Tentu ini butuh keahlian teknis seperti berbahasa, itu soal teknis. Namun yang jelas mereka harus diberikan akses dan juga disiapkan untuk bisa berinteraksi dengan pihak-pihak luar. Itulah jejaring yang harus disiapkan dari awal.

Keempat, kuasa kelola dan kuasa manfaat. Melalui ranah digital, desa diharapkan tidak hanya menerima berbagai asupan informasi, tetapi mereka diberdayakan agar bisa menjadi “pemain” terhadap berbagai kebijakan.

Masyarakat yang punya nilai tawar kuat, bukan sebatas penerima saja. Masyarakat bukan lagi sebagai objek, tetapi subjek aktif yang bisa berbicara tentang kekuatan dan kelebihan yang dimiliki.

Ini bukan hanya soal materi ataupun keuntungan finansial, tetapi berkuasa dan berwenang untuk menentukan masa depan desanya.

Andai ada kebijakan atau program daerah pihak lain kepada desa, maka desa harus bisa dan memiliki kapasitas untuk menilai seberapa besar nilai manfaat dan nilai kelola kepada desa.

Kelima, aspek keberlanjutan. Program ini harus berkelanjutan, tidak bisa hanya sebatas rancangan. Oleh sebab itu, kapasitas dan kemampuan SDM juga harus dipersiapkan.

SDM di sini bukan sebatas operator, tapi pengambil kebijakan, dinamisator, dan juga inovator yang harus selalu meng-update diri dengan ragam kemajuan.

Updating ini berkaitan dengan semua aspek karena perkembangan secara global akan dipastikan masuk dan mewarnai pembangunan di desa.

Keenam, menyeluruh. Program desa berbasiskan digital harus dijamin bersifat menyeluruh, meliputi semua aspek kehidupan masyarakat desa.

Tidak bisa parsial, misalnya, hanya sektor perikanan saja, atau perkebunan semata. Ini diperlukan karena lokasi desa yang kecil akan memiliki intensitas komunikasi yang rapat.

Memilah-milah akan menyebabkan informasi juga parsial, padahal itu berhubungan dengan banyak aspek. Semua harus dilihat dalam satu kesatuan.

Untuk bisa mencapai semua itu, tidak cukup hanya sebatas menyediakan internet bagi desa. Infrastruktur memang penting, tetapi harus bersisian dengan semua unsur yang ada di desa.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau