Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rutin Buka Jendela Jadi Upaya Cegah Bakteri TBC

Kompas.com - 01/04/2024, 15:00 WIB
Danur Lambang Pristiandaru

Editor

KOMPAS.com - Membuka jendela rumah setiap hari bisa menjadi salah satu cara untuk mencegah bakteri tuberkulosis (TBC) masuk dan bertahan di dalam rumah.

Dokter dari Koalisi Organisasi Profesi Indonesia untuk Penanggulangan Tuberkulosis (KOPI TB) DKI Jakarta Dimas Dwi Saputro mengatakan hal tersebut dalam seminar daring yang digelar Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Kamis (28/3/2024).

"Kuman TBC bisa mati kena sinar ultraviolet dan bisa kita halau dengan ventilasi udara yang baik," Dimas, sebagaimana dilansir Antara.

Baca juga: Dokter: Terpapar TBC Tidak Berarti Langsung Sakit, Ada Rentang Waktu

Membuka jendela rumah juga tidak perlu lama, cukup satu hingga dua jam setiap hari. Selain itu, perlu dipasang kipas angin dari dalam untuk mendorong udara keluar.

"Bukan pakai AC (pendingin ruangan). Kalau pakai AC kan ditutup terus, itu tidak mengganti udara," ujar dia.

Bakteri penyebab TBC, Mycrobacterium tuberculosis dapat bertahan di udara selama berjam-jam pada ruangan lembap dan gelap.

Bakteri ini dapat menyebar melalui percikan dahak saat seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin tanpa menutup mulut.

Baca juga: Pengidap TBC Rentan Alami Gangguan Kesehatan Mental dari Lingkungan

Dimas menambahkan, luasan jendela rumah yang ideal sekitar 20 persen dari luasan tanah. Luasan tersebut harus diupayakan meskipun seseorang atau keluarga tinggal di Jakarta.

Selain itu, untuk mencegah penularan dan penyebaran bakteri penyebab TBC di sekolah atau pesantren dibutuhkan peran berbagai pihak, termasuk bekerja sama dengan dinas untuk bersama-sama menggiatkan pemakaian masker dan menerapkan etika batuk yang benar.

"Lalu makan makanan bernutrisi seimbang serta upayakan berobat rutin ke puskesmas dan berikan obat pencegahan pada anggota keluarga," kata Dimas.

Di sisi lain, perlu juga upaya mencari kontak serumah dan erat dengan orang yang terkena TBC.

Baca juga: Perlu Integrasi Penanganan TBC dan Stunting pada Anak

Apabila ada salah satu anggota keluarga yang terdiagnosis TBC, maka anggota keluarga lain harus mendapatkan pengobatan sebagai pencegahan agar tak sampai sakit.

Dimas menambahkan, seseorang yang tertular kuman TBC belum tentu mengalami gejala. Apabila dia mengalami gejala maka termasuk dalam pasien TBC aktif dan mendapatkan pengobatan untuk TBC aktif.

"Kalau sudah tertular, tapi tidak ada gejala, namanya TBC laten. Ini perlu diobati karena suatu waktu bisa jadi TBC, harus pengobatan pencegahan ada yang enam bulan, ada yang tiga bulan. Ada yang minumnya setiap hari, ada yang minumnya sepekan sekali," tutur Dimas.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat jumlah notifikasi kasus TBC di Provinsi DKI Jakarta tahun 2023 sebesar 60.420 kasus.

Dari jumlah itu, sebanyak 9.684 kasus atau 16 persen di antaranya dialami oleh anak.

Baca juga: Waspadai TBC Laten, Ini Kelompok yang Rentan Tertular

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Dorong Pengembangan Berkelanjutan, BCA Luncurkan Kampanye Gandeng Nicholas Saputra

Dorong Pengembangan Berkelanjutan, BCA Luncurkan Kampanye Gandeng Nicholas Saputra

Swasta
Gandeng Konsorsium Perusahaan Jepang, Rekosistem Ikut Kelola Sampah di Mojokerto

Gandeng Konsorsium Perusahaan Jepang, Rekosistem Ikut Kelola Sampah di Mojokerto

LSM/Figur
Indonesia Peringkat 3 Indeks Ekonomi Hijau se-Asia Tenggara

Indonesia Peringkat 3 Indeks Ekonomi Hijau se-Asia Tenggara

LSM/Figur
Dunia Menanti Negosiasi Perjanjian Polusi Plastik di Kanada

Dunia Menanti Negosiasi Perjanjian Polusi Plastik di Kanada

Pemerintah
Sektor Pariwisata dan Ekonomi Bisa Jadi Pelopor Kesetaraan Gender

Sektor Pariwisata dan Ekonomi Bisa Jadi Pelopor Kesetaraan Gender

Pemerintah
Australia-Indonesia Kerja Sama Pajak Kripto, Deteksi Aset Kedua Negara

Australia-Indonesia Kerja Sama Pajak Kripto, Deteksi Aset Kedua Negara

Pemerintah
Tantangan Tingginya Kanker di Indonesia: Gaya Hidup Tak Sehat hingga Kurang Dana

Tantangan Tingginya Kanker di Indonesia: Gaya Hidup Tak Sehat hingga Kurang Dana

LSM/Figur
Asia Pasifik Punya Tiket Emas Capai SDGs, tapi Terganjal Paradoks

Asia Pasifik Punya Tiket Emas Capai SDGs, tapi Terganjal Paradoks

Pemerintah
YKI Luncurkan 2 Program Guna Edukasi Masyarakat Soal Kanker

YKI Luncurkan 2 Program Guna Edukasi Masyarakat Soal Kanker

LSM/Figur
Dunia Hadapi Masalah Air akibat Krisis Iklim, Ini Usul RI

Dunia Hadapi Masalah Air akibat Krisis Iklim, Ini Usul RI

Pemerintah
Hasilkan Data Stunting Sesuai, Pengukuran Balita di Posyandu Harus Seragam

Hasilkan Data Stunting Sesuai, Pengukuran Balita di Posyandu Harus Seragam

Pemerintah
KLHK Gelar Festival Pengendalian Lingkungan, Ajak Pulihkan Alam

KLHK Gelar Festival Pengendalian Lingkungan, Ajak Pulihkan Alam

Pemerintah
ANJ Gelar Sekolah Konservasi bagi Anak-anak Muda

ANJ Gelar Sekolah Konservasi bagi Anak-anak Muda

Swasta
Dampak Perubahan Iklim, Eropa Memanas 2 Kali Lipat Dibanding Benua Lainnya

Dampak Perubahan Iklim, Eropa Memanas 2 Kali Lipat Dibanding Benua Lainnya

LSM/Figur
Ford Foundation Dukung Registrasi Wilayah Adat Tapanuli Utara dan Luwu Utara

Ford Foundation Dukung Registrasi Wilayah Adat Tapanuli Utara dan Luwu Utara

Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com