Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

SCG Siap Rilis Semen Rendah Karbon Generasi Kedua, Tekan 15 Persen Emisi

Kompas.com - 02/04/2024, 07:00 WIB
Faqihah Muharroroh Itsnaini,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Perusahaan Siam Cements Group (SCG) melalui unit bisnis SCG Cement and Green Solutions siap meluncurkan semen rendah karbon generasi kedua. 

President & CEO SCG Thammasak Sethaudom mengatakan, pihaknya telah berhasil menciptakan campuran semen yang dikembangkan secara khusus oleh SCG, melalui inovasi material terbaru dan teknologi produksi terdepan. 

"Tahun ini, kami bersiap untuk meluncurkan generasi kedua semen rendah karbon, yang akan mengurangi emisi karbon tambahan sebesar 5 persen dari generasi pertama," kata Thammasak dalam keterangannya, dikutip Senin (1/4/2024). 

Sebelumnya, generasi pertama semen rendah karbon SCG diproyeksi dapat berperan mengurangi emisi karbon dioksida hingga 10 persen.

"Kami terus mengembangkan generasi-generasi berikutnya dalam upaya menekan emisi karbon dengan kapasitas yang lebih besar," imbuh dia. 

Menurut Thammasak, ini berkaitan dengan SCG sebagai entitas industri besar yang mengonsumsi energi secara signifikan, harus dapat mentransformasi proses manufakturnya untuk mencapai tujuan nol emisi atau Net Zero 2050.

Baca juga:

Tantangan transformasi bisnis rendah karbon

Berkaitan dengan tantangan yang dihadapi dalam upaya mentransformasi bisnis menuju masyarakat rendah karbon, Thammasak menyoroti masalah yang timbul dari akses ke energi bersih.

Misalnya, untuk segera beralih ke proses produksi rendah karbon, pemain bisnis harus menemukan sumber energi bersih yang terjangkau, mudah diakses, dan bervariasi berdasarkan daerah untuk memenuhi kebutuhan yang spesifik.

"Teknologi memainkan peran penting dalam transisi ke energi bersih. Penting untuk mengintegrasikan teknologi dengan keunggulan setiap area atau wilayah," ujar Thammasak. 

Contohnya Thailand. Sebagai negara pertanian, dapat mengubah limbah pertanian, seperti daun tebu, jerami padi, dan cangkang jagung, menjadi bahan bakar biomassa.

Sumber energi terbarukan ini dapat menggantikan bahan bakar fosil dan membantu mengurangi emisi karbon dioksida sambil mengendalikan biaya secara efektif.

Oleh karena itu, SCG juga mempercepat pemanfaatan penuh bahan bakar biomassa.

"Selain itu, produk pertanian juga dapat dikembangkan menjadi inovasi hijau, seperti bioplastik, yang sangat diminati di pasar global. Langkah ini akan membantu kami memajukan bisnis dan ekonomi bersama masyarakat Net Zero lebih cepat," paparnya.

Baca juga: SCG Generasi Mentari Inisiasi Anak Muda Jaga Bumi

Beberapa waktu lalu, perusahaan mengadopsi pendekatan “Passion for Inclusive Green Growth” untuk perusahaan, memproyeksikan terciptanya masyarakat Net Zero melalui pertumbuhan industri dan inovasi hijau, sejalan dengan landasan operasi “ESG 4 Plus” di SCG.

Hal itu ia sampaikan saat menjadi salah satu pembicara di sesi diskusi panel “Achieving Net Zero: Matching Ambition with Action” yang menjadi salah satu bagian dari rangkaian Sustainability Week Asia ke-3 di Bangkok, Thailand.

Ia menjelaskan, ESG 4 Plus terdiri dari empat komitmen utama. Mencapai nol bersih emisi per 2050 (Set Net Zero), mewujudkan industri hijau (Go Green), menekan kesenjangan sosial (Reduce Inequality), dan merangkul kolaborasi (Embrace Collaboration), dengan keadilan dan transparansi di setiap operasi (Plus).

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Dorong Pengembangan Berkelanjutan, BCA Luncurkan Kampanye Gandeng Nicholas Saputra

Dorong Pengembangan Berkelanjutan, BCA Luncurkan Kampanye Gandeng Nicholas Saputra

Swasta
Gandeng Konsorsium Perusahaan Jepang, Rekosistem Ikut Kelola Sampah di Mojokerto

Gandeng Konsorsium Perusahaan Jepang, Rekosistem Ikut Kelola Sampah di Mojokerto

LSM/Figur
Indonesia Peringkat 3 Indeks Ekonomi Hijau se-Asia Tenggara

Indonesia Peringkat 3 Indeks Ekonomi Hijau se-Asia Tenggara

LSM/Figur
Dunia Menanti Negosiasi Perjanjian Polusi Plastik di Kanada

Dunia Menanti Negosiasi Perjanjian Polusi Plastik di Kanada

Pemerintah
Sektor Pariwisata dan Ekonomi Bisa Jadi Pelopor Kesetaraan Gender

Sektor Pariwisata dan Ekonomi Bisa Jadi Pelopor Kesetaraan Gender

Pemerintah
Australia-Indonesia Kerja Sama Pajak Kripto, Deteksi Aset Kedua Negara

Australia-Indonesia Kerja Sama Pajak Kripto, Deteksi Aset Kedua Negara

Pemerintah
Tantangan Tingginya Kanker di Indonesia: Gaya Hidup Tak Sehat hingga Kurang Dana

Tantangan Tingginya Kanker di Indonesia: Gaya Hidup Tak Sehat hingga Kurang Dana

LSM/Figur
Asia Pasifik Punya Tiket Emas Capai SDGs, tapi Terganjal Paradoks

Asia Pasifik Punya Tiket Emas Capai SDGs, tapi Terganjal Paradoks

Pemerintah
YKI Luncurkan 2 Program Guna Edukasi Masyarakat Soal Kanker

YKI Luncurkan 2 Program Guna Edukasi Masyarakat Soal Kanker

LSM/Figur
Dunia Hadapi Masalah Air akibat Krisis Iklim, Ini Usul RI

Dunia Hadapi Masalah Air akibat Krisis Iklim, Ini Usul RI

Pemerintah
Hasilkan Data Stunting Sesuai, Pengukuran Balita di Posyandu Harus Seragam

Hasilkan Data Stunting Sesuai, Pengukuran Balita di Posyandu Harus Seragam

Pemerintah
KLHK Gelar Festival Pengendalian Lingkungan, Ajak Pulihkan Alam

KLHK Gelar Festival Pengendalian Lingkungan, Ajak Pulihkan Alam

Pemerintah
ANJ Gelar Sekolah Konservasi bagi Anak-anak Muda

ANJ Gelar Sekolah Konservasi bagi Anak-anak Muda

Swasta
Dampak Perubahan Iklim, Eropa Memanas 2 Kali Lipat Dibanding Benua Lainnya

Dampak Perubahan Iklim, Eropa Memanas 2 Kali Lipat Dibanding Benua Lainnya

LSM/Figur
Ford Foundation Dukung Registrasi Wilayah Adat Tapanuli Utara dan Luwu Utara

Ford Foundation Dukung Registrasi Wilayah Adat Tapanuli Utara dan Luwu Utara

Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com