Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Produsen Mi Instan Manfaatkan PLTS Atap di Pabrik Sidoarjo

Kompas.com, 2 Juli 2024, 14:00 WIB
Faqihah Muharroroh Itsnaini,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

KOMPAS.com - PT Surya Pratista Hutama (Suprama), produsen mi instan dan makanan ringan Mi Burung Dara, BEST WOK dan Mi Telur Ural, mengoperasikan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di pabrik Sidoarjo, Jawa Timur.

Langkah tersebut menunjukkan komitmen PT Suprama untuk mendukung produksi yang lebih ramah lingkungan melalui pemanfaatan energi terbarukan, khususnya energi surya.

Manufacturing Manager PT Suprama Chris Budiarto Sulestio mengatakan, sebagai produsen makanan, pihaknya telah mengambil langkah nyata dalam mengurangi dampak perubahan iklim sehingga mampu meningkatkan daya saing perusahaan.

Selama 50 tahun berdiri, adaptasi dan inovasi merupakan kunci bagi PT Suprama untuk bertahan di bisnis makanan.

Baca juga: BRIN Kembangkan PLTS Terapung Mobile Pertama di RI

Beberapa program dilakukan agar senantiasa dapat terus beradaptasi dengan kondisi pasar serta melakukan inovasi teknologi untuk menunjang keberlanjutan bisnis. 

"Misalnya, program Noodlepreneur Academy untuk pengembangan UMKM di sekitar Jawa Timur, penanaman pohon, serta penggunaan teknologi sistem energi surya untuk menunjang sumber energi proses produksi yang ramah lingkungan," tutur Chris, dalam pernyataannya, dikutip Selasa (2/7/2024). 

Sebagai informasi, PLTS Atap di pabrik Suprama mampu memproduksi energi bersih sebesar 325.517 kWh setiap tahunnya, setara dengan pengurangan emisi sebesar 253 ton karbon dioksida per tahun.

Konsumen mulai pilih produk ramah lingkungan

Chief of Sales SUN Energy Oky Gunawan menambahkan, ketertarikan industri FMCG untuk menggunakan energi terbarukan khususnya energi surya, telah menunjukkan aksi nyata dalam mewujudkan proses produksi ramah lingkungan.

"Kami terus mendorong pemanfaatan energi surya di berbagai sektor industri agar mampu meningkatkan daya saing perusahaan serta diferensiasi produk," ujar Oky. 

Ke depannya, akan mengedukasi masyarakat untuk mengapresiasi dan lebih memilih produk yang ramah lingkungan agar langkah nyata ini dapat dirasakan oleh seluruh pihak. 

Menurutnya, berdasarkan data dari Rakuteninsight, total 63 persen konsumen di Indonesia menilai penting untuk membeli produk yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau