Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Studi Celios: Pengaruh China Paling Besar Terjadi di Pulau Jawa

Kompas.com, 26 Agustus 2024, 11:00 WIB
Danur Lambang Pristiandaru

Penulis

KOMPAS.com - Pulau Jawa menjadi wilayah yang memiliki konsentrasi pengaruh China paling besar di Indonesia.

Temuan tersebut mengemuka dalam studi terbaru yang dilakukan China-Indonesia Desk dari lembaga think tank Center of Economic and Law Studies (Celios).

Studi berjudul China-Indonesia Provincial Index tersebut menginvestigasi dan meneliti pengaruh China di 38 provinsi Indonesia dan dirilis pada Kamis (22/8/2024).

Baca juga: China Jawara Pengembangan Energi Terbarukan Global, Getol Bangun PLTS dan PLTB

Ada delapan sektor yang diteliti dalam studi pengaruh China tersebut yaitu akademik, media, kebijakan luar negeri, ekonomi, politik lokal, kemasyarakatan, penegakan hukum, dan teknologi.

Dari delapan sektor tersebut, enam di antaranya paling besar dirasakan dampaknya di Pulau Jawa.

Enam sektor tersebut yaitu akademik, media, ekonomi, politik lokal, kemasyarakatan, dan teknologi.

Di sektor akademik, Yogyakarta dan Jakarta memperoleh pengaruh dengan perolehan skor sebesar 45,4 persen.

Baca juga: China Bersiap Hadapi Musim Panas Ekstrem, Perubahan Iklim Jadi Biang Keladi

Sedangkan untuk sektor media, Jakarta mendapat pengaruh dari China sebanyak 15,9 persen bersamaan dengan Nusa Tenggara Barat.

Sementara itu, skor 100 persen pengaruh China di sektor ekonomi dipegang oleh Jawa Tengah, ditandai dengan perkembangan kerja sama perdagangan dan proyek investasi yang masif selama beberapa tahun terakhir di provinsi tersebut.

Direktur China-Indonesia Desk Celios Muhammad Zulfikar Rakhmat mengatakan, nilai sempurna yang diperoleh Jawa Tengah dalam sektor ekonomi menekankan poin bahwa keeratan hubungan ekonomi difasilitasi juga oleh investasi China.

"Yang mencerminkan peran penting pemerintah daerah dalam menjaga hubungan yang dinamis ini," kata Zulfikar dikutip dari siaran pers.

Baca juga: 4 Perusahaan China Sepakat RI Jadi Hub Produksi Ekspor Mobil Listrik

Selain itu, Jawa Tengah memimpin dalam pengaruh China di sektor politik lokal dengan skor masing-masing 37,5 persen, disusul dan Yogyakarta dengan sor 30 persen.

Dalam sektor kemasyarakatan, Jawa Timur mendapat penaruh China dengan skor 27,7 persen bersama dengan Nusa Tenggara Barat.

Jakarta menonjol dalam sektor teknologi dengan skor pengaruh China mencapai sebesar 71,4 persen.

Zulfikar menyampaikan, indeks tersebut merupakan gebrakan penting yang didedikasikan untuk mengukur pengaruh China tidak hanya secara nasional, tetapi secara spesifik di setiap provinsi.

Baca juga: China Pimpin Instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Angin Dunia

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau