Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Mata Garuda Banten
Perkumpulan Alumni Beasiswa LPDP di Provinsi Banten

Perkumpulan alumni dan awardee beasiswa LPDP di Provinsi Banten. Kolaborasi cerdas menuju Indonesia emas 2045.

Penuaan Populasi, Perubahan Iklim, dan Penguasaan Teknologi

Kompas.com, 1 Oktober 2024, 14:38 WIB

Artikel ini adalah kolom, seluruh isi dan opini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan cerminan sikap redaksi.

Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Lebih lanjut, dengan bertambahnya jumlah lansia di perkotaan yang lebih rentan terhadap dampak perubahan iklim, penting bagi pemerintah untuk mengembangkan kota-kota yang ramah seluruh rentang usia warganya dan mendukung produktivitas berkelanjutan.

Di sisi lain, daya jangkau perlindungan sosial perlu diperluas untuk mendukung kesejahteraan mereka di tengah tantangan lingkungan yang semakin meningkat.

Pemanfaatan teknologi harus diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup lansia. Tidak hanya penguasaan IT, tetapi juga teknologi yang dapat mendukung kesehatan lansia, baik secara fisik maupun mental.

Indonesia telah memiliki aplikasi SILANI (Sistem Informasi Lanjut Usia), tetapi perlu didorong agar lebih masif dimanfaatkan oleh berbagai stakeholder, terutama daerah yang memiliki Layanan Lansia Terintegrasi (LLT).

Selain itu, integrasi sistem SILANI dengan data dan platform lain seperti Regsosek perlu untuk segera diwujudkan.

Pemanfaatan teknologi bagi lansia juga diperlukan dari sisi inklusivitas keuangan. Data menunjukkan hanya 33,53 persen lansia di Indonesia yang memiliki rekening di lembaga keuangan (Salsabila, 2024).

Sebagian besar lansia menggantungkan hidupnya pada anggota rumah tangga yang bekerja. Data menunjukkan bahwa hanya kurang dari satu persen lansia yang memiliki sumber pembiayaan rumah tangganya dari investasi.

Sedangkan lansia yang memiliki sumber pembiayaan dari pensiunan hanya sekitar 5-6 persen.

Dari sisi kerangka regulasi mengenai kelanjutusiaan, arah kebijakan, sasaran, dan target indikator dalam Stranas Kelanjutusiaan yang akan berakhir pada 2024, perlu dimutakhirkan dan diselaraskan dengan RPJPN 2025-2045.

Dalam RPJPN 2025-2045, intervensi terhadap lansia menjadi bagian dari perlindungan sosial berdasarkan tahun siklus kehidupan.

Program perlindungan sosial lansia yang komprehensif dan berkelanjutan juga dapat diakomodasi melalui Peta Jalan Ekonomi Perawatan (Care Economy Roadmap) 2025-2045 serta revisi UU Kesejahteraan Lanjut Usia (KLU).

Selain itu, internalisasi hak dasar lansia dapat masuk ke dalam berbagai aturan pelaksanaan di tingkat pusat dan daerah.

Terakhir, pengarusutamaan kebijakan ageing population perlu disosialisasikan di masyarakat. Dalam agenda APRCOPA, paradigma baru “reframing age” sangat ditekankan dan penting untuk ditindaklanjuti bersama.

Prinsip-prinsip tersebut di antaranya: (1) dari dependency & vulnerability menuju opportunity & empowerment; (2) dari rigidity & ‘one-size fits all’ menuju flexibility; (3) dari ‘policies for older people’ menuju age mainstreaming & age-sensitive interventions; (4) dari policy objects menuju policy subjects; (5) dari fragmented menuju holistic policy; dan (6) dari top-down menuju bottom-up, scale, and remix/adapt.

Layanan Lansia Terintegrasi (LLT) dan Sekolah Lansia dapat menjadi praktik baik untuk mendorong lansia dapat terus belajar (long live education) dan tetap produktif.

Program ini juga sebagai perwujudan dari visi kelanjutusiaan yang mandiri, sejahtera, dan bermartabat.

*Pusat Analisis Kebijakan dan Kinerja, Kementerian PPN/Bappenas

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Ilmuwan Simpan Es Gletser Kuno di Antartika, Jadi Arsip Es Pertama di Dunia
Ilmuwan Simpan Es Gletser Kuno di Antartika, Jadi Arsip Es Pertama di Dunia
LSM/Figur
Siap-siap Produksi Baterai EV, IWIP Bangun Pabrik di Weda Bay
Siap-siap Produksi Baterai EV, IWIP Bangun Pabrik di Weda Bay
Swasta
Pakar Jelaskan Pengaruh MJO dan Topografi pada Pola Hujan Indonesia
Pakar Jelaskan Pengaruh MJO dan Topografi pada Pola Hujan Indonesia
LSM/Figur
Pemanasan Global Terjadi Lebih Cepat, Bisa Jadi Ancaman Ekonomi Dunia
Pemanasan Global Terjadi Lebih Cepat, Bisa Jadi Ancaman Ekonomi Dunia
LSM/Figur
Perjanjian Laut Lepas PBB Mulai Berlaku, Upaya Besar Lindungi Samudera
Perjanjian Laut Lepas PBB Mulai Berlaku, Upaya Besar Lindungi Samudera
Pemerintah
Bahan Bakar Bersih Terancam Tertinggal Tanpa Lonjakan Investasi Global
Bahan Bakar Bersih Terancam Tertinggal Tanpa Lonjakan Investasi Global
Swasta
Sido Muncul Kembali Pulihkan Senyum Anak Indonesia di Wilayah Bogor
Sido Muncul Kembali Pulihkan Senyum Anak Indonesia di Wilayah Bogor
BrandzView
Kualitas Udara dan Air di China Meningkat pada 2025
Kualitas Udara dan Air di China Meningkat pada 2025
Pemerintah
KPA Catat 404 Ledakan Konflik Agraria, Reforma Agraria Belum Jadi Prioritas
KPA Catat 404 Ledakan Konflik Agraria, Reforma Agraria Belum Jadi Prioritas
LSM/Figur
Tahu Banyak Orang Peduli Aksi Iklim, Mengapa Tetap Enggan Berubah? Ini Penelitiannya
Tahu Banyak Orang Peduli Aksi Iklim, Mengapa Tetap Enggan Berubah? Ini Penelitiannya
LSM/Figur
Nyamuk Lebih Pilih Darah Manusia akibat Hilangnya Keanekaragaman Hayati
Nyamuk Lebih Pilih Darah Manusia akibat Hilangnya Keanekaragaman Hayati
LSM/Figur
Microsoft Beli 2,85 Juta Kredit Karbon, Disebut Terbesar di Dunia
Microsoft Beli 2,85 Juta Kredit Karbon, Disebut Terbesar di Dunia
Swasta
Gugatan KLH Soal Banjir Sumatera, Menteri LH Sebut Tak Boleh Diam Ketika Lingkungan Rusak
Gugatan KLH Soal Banjir Sumatera, Menteri LH Sebut Tak Boleh Diam Ketika Lingkungan Rusak
Pemerintah
Tumbuhan Ungkap Karakter Iklim dan Tanah Suatu Tempat
Tumbuhan Ungkap Karakter Iklim dan Tanah Suatu Tempat
Swasta
IWIP Target Pangkas 4 Juta CO2 per Tahun lewat PLTS hingga Truk Listrik
IWIP Target Pangkas 4 Juta CO2 per Tahun lewat PLTS hingga Truk Listrik
Swasta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau