Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tekan Emisi Karbon, Telkomsel Tanam 10.600 Mangrove Hasil Donasi Pelanggan

Kompas.com, 18 November 2024, 20:32 WIB
Add on Google
Zintan Prihatini,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Telkomsel dan Jejak.in menanam 10.600 pohon mangrove di beberapa kawasan konservasi Indonesia untuk menekan emisi karbon.

Penanaman dilakukan dalam program Telkomsel Jaga Bumi Carbon Offset tahap kedua, yang berasal dari hasil donasi Telkomsel Poin pelanggan serta kontribusi perusahaan.

VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel Saki H Bramono mengatakan, hal itu sejalan dengan implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) secara berkelanjutan di setiap proses bisnis.

Baca juga:

"Inisiatif kita bersama ini tidak hanya berkontribusi pada pengurangan emisi karbon, tetapi juga memastikan udara yang lebih bersih serta iklim dan lingkungan yang lebih sehat untuk generasi mendatang," ungkap Saki dalam keterangan tertulis, Senin (18/11/2024).

Ia mengajak pelanggan menukarkan poin sekaligus berdonasi, untuk mendukung net zero emission (NZE).

Adapun ribuan mangrove ditanam di Desa Wedung, Demak, Jawa Tengah, Desa Pidodo Kulon, Kabupaten Kendal Desa Mangunharjo, Kota Semarang, Desa Ujungalang, Kabupaten Cilacap, Desa Patra Manggala, Kabupaten Tangerang, Banten, dan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.

Saki memperkirakan, pohon yang ditanam akan menyerap 651,86 ton emisi karbon dioksida. 

Dia menjelaskan, program Telkomsel Jaga Bumi Carbon Offset dimulai sejak Desember 2022 dengan mengajak pelanggan menukarkan Telkomsel Poin menjadi donasi pohon.

Hingga akhir Oktober 2024, ada lebih dari 109.000 penukaran, dengan total lebih dari 9 juta poin terkumpul.

Baca juga: Mengintip Pemanfaatan Mangrove sebagai Ekowisata di Bali Barat

"Kami ingin mendorong kolaborasi bersama masyarakat untuk menciptakan hari yang lebih baik dan masa depan yang lebih hijau bagi Indonesia," imbuh dia.

Selain itu, Telkomsel juga menggelar aksi bersih-bersih di area konservasi mangrove dan pengelolaan sampah plastik.

Melalui program Waste Management, Telkomsel Jaga Bumi telah mengolah 365 kilogram sampah plastik kartu perdana dan cangkang kartu SIM menjadi 75.000 pavement block, 45.000 penyangga ponsel serta 10.000 kantong sampah.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
IUCN Puji Indonesia Berkat Konservasi Gajah dan Badak
IUCN Puji Indonesia Berkat Konservasi Gajah dan Badak
Pemerintah
Teknologi Berubah, Penggunaan Nikel untuk EV Diprediksi Kurang dari 1 Persen pada 2035
Teknologi Berubah, Penggunaan Nikel untuk EV Diprediksi Kurang dari 1 Persen pada 2035
LSM/Figur
Hilirisasi Nikel Disebut Belum Dorong Penguatan SDM dan Industri Lokal
Hilirisasi Nikel Disebut Belum Dorong Penguatan SDM dan Industri Lokal
LSM/Figur
Dampak Konflik Timur Tengah dan Super El Nino Bayangi Ekonomi Asia
Dampak Konflik Timur Tengah dan Super El Nino Bayangi Ekonomi Asia
Pemerintah
BMKG Prediksi Jakarta Masuk Musim Kemarau Akhir Mei 2026
BMKG Prediksi Jakarta Masuk Musim Kemarau Akhir Mei 2026
Pemerintah
Morgan Stanley: Mayoritas Investor Individu Ingin Tingkatkan Investasi Berkelanjutan
Morgan Stanley: Mayoritas Investor Individu Ingin Tingkatkan Investasi Berkelanjutan
Swasta
Kalbe Gelar Pemeriksaan Gratis untuk Mata dan Diabetes di Kendari
Kalbe Gelar Pemeriksaan Gratis untuk Mata dan Diabetes di Kendari
Swasta
Menhut Sebut Angka Karhutla Turun karena Pencegahan Dini hingga Sanksi Pidana
Menhut Sebut Angka Karhutla Turun karena Pencegahan Dini hingga Sanksi Pidana
Pemerintah
Krisis Iklim Perluas Penyebaran Arenavirus, Ancam Jutaan Orang
Krisis Iklim Perluas Penyebaran Arenavirus, Ancam Jutaan Orang
LSM/Figur
PGN Mulai Implementasikan Program Pengelolaan Sampah Plastik yang Terintegrasi
PGN Mulai Implementasikan Program Pengelolaan Sampah Plastik yang Terintegrasi
BUMN
Menakar Risiko Pajak EV, Minim Pembeli hingga Ditinggal Investor
Menakar Risiko Pajak EV, Minim Pembeli hingga Ditinggal Investor
LSM/Figur
Air Limbah Jadi Aset Strategis di Arab Saudi
Air Limbah Jadi Aset Strategis di Arab Saudi
LSM/Figur
IWIP dan WBN Bangun Jaringan Air Bersih di Halmahera Tengah
IWIP dan WBN Bangun Jaringan Air Bersih di Halmahera Tengah
Swasta
Dipicu Pemanasan Global, Kota Produsen Jeruk di Jepang Berganti jadi Produsen Alpukat
Dipicu Pemanasan Global, Kota Produsen Jeruk di Jepang Berganti jadi Produsen Alpukat
Pemerintah
Dorong Lingkungan yang Berkelanjutan, Perusahaan Ini Bangun Fasilitas Pemilahan Sampah di Sukabumi
Dorong Lingkungan yang Berkelanjutan, Perusahaan Ini Bangun Fasilitas Pemilahan Sampah di Sukabumi
Swasta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau