Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Arsenal Peroleh Verifikasi SBTi untuk Target Nol Emisi

Kompas.com, 19 November 2024, 15:13 WIB
Add on Google
Monika Novena,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

KOMPAS.com-Arsenal menjadi tim sepak bola pertama di dunia yang target nol emisinya disetujui oleh Science Based Targets Initiative (SBTi).

Arsenal Football Club sendiri bertujuan mencapai nol emisi pada tahun 2040. Perjalanan klub bola ini menuju keberlanjutan dimulai empat tahun lalu ketika menjadi tim Liga Premier pertama yang mendaftar ke Kerangka Kerja Aksi Iklim Olahraga PBB.

Sejak saat itu, The Gunners terus menerapkan langkah-langkah untuk mengurangi dampak lingkungan dan puncaknya adalah persetujuan dari SBTi.

"Kami berada dalam posisi di mana tindakan yang kami ambil menginspirasi perubahan dalam skala global. Tujuan kami adalah mendorong keberlanjutan bersama dengan para pendukung dan semua komunitas kami di seluruh dunia," ungkap Richard Garlick, Direktur Pelaksana Arsenal.

Baca juga:

Komitmen Arsenal

Lantas apa saja komitmen Arsenal dalam mencapai nol emisi?

Dikutip dari Sustainability Magazine, Selasa (19/11/2024) rencana aksi nol emisi klub bersifat komprehensif yang menargetkan pengurangan di semua cakupan emisi.

Pada tahun 2030, Arsenal bertujuan untuk memangkas emisi gas rumah kaca Cakupan 1 dan 2 sebesar 42 persen dibandingkan dengan tingkat tahun 2021.

Klub juga akan mengurangi intensitas emisi Cakupan 3 sebesar 52 persen.

Target ini meningkat secara signifikan pada tahun 2040, dengan rencana pengurangan sebesar 90 persen untuk emisi Cakupan 1 dan 2, serta pengurangan sebesar 97 persen dalam intensitas emisi Cakupan 3.

Hal ini sangat mengesankan, karena sebagian besar perusahaan berjuang keras dengan pengurangan Cakupan 3.

"Kami bangga bahwa target nol emisi kami hari ini telah disetujui oleh SBTi, yang merupakan bagian dari komitmen kami untuk bersikap menyeluruh dan transparan dalam mengurangi jejak karbon kami," ungkap Hannah Mansour, Direktur ESG di Arsenal.

Baca juga:

"Kami terus mengambil tindakan yang sesuai dengan target ini, dengan fokus pada pengurangan emisi di seluruh rantai nilai kami," katanya lagi.

Untuk mencapai tujuan ambisius ini, Arsenal berfokus pada beberapa area utama, pertama dekarbonisasi energi. Klub berencana untuk mengoptimalkan konsumsi energi di semua fasilitasnya, termasuk Stadion Emirates dan Pusat Pelatihan Sobha Realty, sambil mempertahankan komitmennya terhadap 100 persen listrik terbarukan.

Kedua perjalanan dan transportasi. Di sini Arsenal melakukan berbagai upaya untuk mengurangi emisi dari perjalanan klub, perjalanan karyawan, dan pengiriman produk.

Ketiga pengelolaan limbah: Klub bertujuan untuk meminimalkan limbah dan meningkatkan daur ulang, termasuk limbah hari pertandingan dan penggunaan air.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
RUU Migas Dinilai Harus Selaras dengan Transisi Energi
RUU Migas Dinilai Harus Selaras dengan Transisi Energi
LSM/Figur
KLH Beberkan Kronologi Kadis LH Jakarta Jadi Tersangka, Terancam 6 Tahun Penjara
KLH Beberkan Kronologi Kadis LH Jakarta Jadi Tersangka, Terancam 6 Tahun Penjara
Pemerintah
Krisis Iklim Lemahkan Keandalan EBT, Terlalu Panas untuk PLTS dan Terlalu Berangin bagi PLTB
Krisis Iklim Lemahkan Keandalan EBT, Terlalu Panas untuk PLTS dan Terlalu Berangin bagi PLTB
Pemerintah
Ekonomi Sirkular Berpotensi Sumbang Rp512,7 Kuadriliun  bagi Perekonomian Global
Ekonomi Sirkular Berpotensi Sumbang Rp512,7 Kuadriliun bagi Perekonomian Global
Pemerintah
Aturan EUDR Ditunda, Impor Daging dari Amazon Brasil Terus Naik
Aturan EUDR Ditunda, Impor Daging dari Amazon Brasil Terus Naik
Pemerintah
Konsumen Berharap Perusahaan Lebih Aktif Lindungi Sumber Air
Konsumen Berharap Perusahaan Lebih Aktif Lindungi Sumber Air
LSM/Figur
Vietnam Perpanjang Potongan Pajak Kendaraan Listrik Hingga 2030
Vietnam Perpanjang Potongan Pajak Kendaraan Listrik Hingga 2030
Pemerintah
Perang Timur Tengah: Warganet Soroti Kebijakan WFH hingga Kenaikan Harga Plastik
Perang Timur Tengah: Warganet Soroti Kebijakan WFH hingga Kenaikan Harga Plastik
LSM/Figur
Gunakan Energi Terbarukan, Apple Kurangi Emisi 26 Juta Ton di Rantai Pasoknya
Gunakan Energi Terbarukan, Apple Kurangi Emisi 26 Juta Ton di Rantai Pasoknya
Pemerintah
Kebijakan yang Kerap Berubah Bikin Swasta Enggan Investasi di Penanganan Sampah
Kebijakan yang Kerap Berubah Bikin Swasta Enggan Investasi di Penanganan Sampah
Swasta
Peraturan Mendagri Terbaru Pajaki Kendaraan Listrik Sesuai Selera Gubernur, Melawan Visi Prabowo Tekan Impor BBM
Peraturan Mendagri Terbaru Pajaki Kendaraan Listrik Sesuai Selera Gubernur, Melawan Visi Prabowo Tekan Impor BBM
LSM/Figur
Kompleksnya Perdagangan Satwa Liar Ilegal, Aktor Utama Makin Sulit Diburu
Kompleksnya Perdagangan Satwa Liar Ilegal, Aktor Utama Makin Sulit Diburu
Pemerintah
Pencemaran Air Perparah Dampak El Nino Godzilla di Indonesia
Pencemaran Air Perparah Dampak El Nino Godzilla di Indonesia
LSM/Figur
Krisis Iklim Perpanjang Durasi Kebakaran Hutan di Amerika Utara
Krisis Iklim Perpanjang Durasi Kebakaran Hutan di Amerika Utara
LSM/Figur
Korupsi Hambat Perbaikan Tata Kelola Sampah dan Transisi Ekonomi Hijau
Korupsi Hambat Perbaikan Tata Kelola Sampah dan Transisi Ekonomi Hijau
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau