Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hutan Bakau Hemat Penanganan Banjir Global 855 Miliar Dollar AS

Kompas.com, 9 Desember 2024, 16:12 WIB
Add on Google
Monika Novena,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

Sumber PHYSORG

KOMPAS.com - Tanaman bakau atau mangrove terbukti mampu memberikan perlindungan terhadap banjir dan menghemat penanganan banjir global sebesar 855 miliar dollar AS.

Temuan tersebut berdasarkan studi baru dari Center for Coastal Climate Resilience di UC Santa Cruz, California berjudul "Building Coastal Resilience with Mangroves: The Contribution of Natural Flood Defenses to the Changing Wealth of Nations".

Laporan tersebut menyoroti peran penting mangrove dalam melindungi masyarakat pesisir dari banjir, gelombang badai, dan erosi, yang menawarkan manfaat signifikan bagi masyarakat dan ekonomi nasional.

Baca juga:

Dikutip dari Phys, Senin (9/12/2024) perubahan iklim telah mempercepat frekuensi dan tingkat keparahan badai sehingga kebutuhan akan pertahanan pesisir yang efektif menjadi semakin mendesak.

Secara tradisional, pemerintah telah beralih ke infrastruktur keras seperti tanggul dan tanggul untuk melindungi dari banjir.

Namun, penelitian baru ini mengungkap bahwa ekosistem alami, terutama hutan bakau bisa sama efektifnya sebagai pertahanan di pesisir sekaligus memberikan manfaat lingkungan tambahan.

Penelitian ini pun memperluas studi sebelumnya karena menggabungkan data global terbaru dari tahun 2020 yang menawarkan gambaran yang lebih jelas tentang nilai perlindungan hutan bakau dari waktu ke waktu.

Perlindungan Mangrove

Dalam studinya, peneliti menggunakan model risiko banjir tingkat lanjur dan menganalisis hutan bakau di 121 negara yang mencakup 700.000 kilometer garis pantai subtropis.

Penelitian kemudian menemukan kemampuan hutan bakau untuk mengurangi risiko banjir meningkat tajam.

Dari tahun 1996 hingga 2010, kemampuan mangrove untuk mengurangi risiko banjir meningkat sebesar 130 miliar dollar AS.

Sementara dari tahun 2010 hingga 2020, manfaat jangka panjang mangrove meningkat sebesar 502 miliar dollar AS.

Meski terjadi beberapa tutupan mangrove yang disebabkan oleh faktor-faktor seperti budidaya udang dan pembangunan pesisir, nilai mangrove sebagai penyangga banjir tetap meningkat karena makin banyak orang dan infrastruktur yang bergantung pada perlindungan mangrove.

"Hasilnya jelas. Mangrove memainkan peran penting dalam mengurangi risiko banjir dan harus dipandang sebagai aset alam yang berharga," kata Pelayo Menendez, salah satu peneliti studi.

"Mangrove menawarkan perlindungan yang hemat biaya bagi masyarakat pesisir dan mendukung kekayaan nasional dengan melestarikan kehidupan, mata pencaharian, dan infrastruktur," ungkapnya.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa meskipun hilangnya hutan bakau terus berlanjut dari tahun 2010 hingga 2020, laju penurunannya melambat secara signifikan hingga hanya 0,66 persen.

Baca juga:

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Menengok Si Toddler Panda Rio di Taman Safari Bogor, Tonggak Penting Konservasi Satwa Indonesia
Menengok Si Toddler Panda Rio di Taman Safari Bogor, Tonggak Penting Konservasi Satwa Indonesia
Swasta
Survei Deloitte: Gen Z-Milenial Tunda Menikah hingga Beli Rumah karena Finansial
Survei Deloitte: Gen Z-Milenial Tunda Menikah hingga Beli Rumah karena Finansial
LSM/Figur
Dunia Bisnis Belum Siap Hadapi Bahaya Deepfake dan Kecerdasan Buatan
Dunia Bisnis Belum Siap Hadapi Bahaya Deepfake dan Kecerdasan Buatan
Pemerintah
Warga Jakarta Dukung Program Pilah Sampah, tapi Fasilitas dan Sosialisasi Masih Minim
Warga Jakarta Dukung Program Pilah Sampah, tapi Fasilitas dan Sosialisasi Masih Minim
Pemerintah
Hutan Nabire Rusak akibat Tambang Ilegal, Kemenhut Buru Aktor Utama
Hutan Nabire Rusak akibat Tambang Ilegal, Kemenhut Buru Aktor Utama
Pemerintah
Jutaan Orang Hadapi Ancaman Kemiskinan akibat Krisis Energi dan Perdagangan
Jutaan Orang Hadapi Ancaman Kemiskinan akibat Krisis Energi dan Perdagangan
Pemerintah
Kreator Konten Mukbang Korsel Sumbang Rp 600 Juta untuk Rehabilitasi Mangrove di Jakarta
Kreator Konten Mukbang Korsel Sumbang Rp 600 Juta untuk Rehabilitasi Mangrove di Jakarta
LSM/Figur
Perangi Mikroplastik, Taiwan Perketat Pengawasan Darat hingga Laut
Perangi Mikroplastik, Taiwan Perketat Pengawasan Darat hingga Laut
Pemerintah
Tekan Emisi AI, Jepang Fokus Benahi Konsumsi Energi Pusat Data
Tekan Emisi AI, Jepang Fokus Benahi Konsumsi Energi Pusat Data
Pemerintah
Indonesia Dinilai Terlambat Beralih ke Energi Terbarukan
Indonesia Dinilai Terlambat Beralih ke Energi Terbarukan
LSM/Figur
Waspada, Hujan Masih Mengintai Indonesia di Masa Peralihan Musim
Waspada, Hujan Masih Mengintai Indonesia di Masa Peralihan Musim
Pemerintah
13 Perusahaan Global PHK Karyawan karena Kehadiran AI
13 Perusahaan Global PHK Karyawan karena Kehadiran AI
Swasta
Rumitnya Pemulung Urus Administrasi demi Akses Layanan Dasar
Rumitnya Pemulung Urus Administrasi demi Akses Layanan Dasar
LSM/Figur
Percepatan Penggunaan Avtur Berkelanjutan di Eropa Berisiko Bebani Industri
Percepatan Penggunaan Avtur Berkelanjutan di Eropa Berisiko Bebani Industri
Pemerintah
Permintaan Pasir Dunia Naik Drastis, PBB Peringatkan Dampak Lingkungan
Permintaan Pasir Dunia Naik Drastis, PBB Peringatkan Dampak Lingkungan
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau