Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gelar Edukasi dan Bagikan Bibit Tanaman Produktif, Begini Wujud Komitmen PGN dalam Menjaga Ketahanan Pangan dan Lingkungan di Gunungpati Semarang

Kompas.com, 27 Desember 2024, 11:04 WIB
Add on Google
Aningtias Jatmika,
Aditya Mulyawan

Tim Redaksi

“Kecukupan air, pupuk, dan sinar matahari dapat memaksimalkan hasil produksi. Dengan bantuan sumur resapan, tanaman alpukat siap petik hanya dalam waktu 1,5 tahun,” ujar perempuan yang karib disapa Rini itu.

Sumur resapan, lanjutnya, juga akan menjadi juru selamat kala musim kemarau tiba. Tak hanya untuk pertanian, air dari sumur resapan juga telah berhasil dimanfaatkan warga untuk mendorong hasil peternakan di Dusun Banyudono, Desa Gedong, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang.

Rini memaparkan, ketersediaan air lewat sumur resapan berkontribusi besar terhadap produksi susu sapi yang mencapai 2.500 liter per hari.

Baca juga: PGN Dorong Konservasi Lingkungan di Gunungpati melalui Urban Farming

Dia pun menegaskan bahwa penanaman tanaman produktif dapat membantu mitigasi perubahan iklim, menjaga ketersediaan air tanah, dan mengurangi polusi.

"Tanaman buah itu, buahnya (dapat dimanfaatkan) untuk ketahanan pangan, sedangkan akarnya di dalam tanah untuk (menjaga) ketahanan air. Hasil urban farming minimal bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan di keluarga,” ujarnya.

Praktik urban farming di kawasan Gunungpati yang berada di daerah hulu juga mendukung pengendalian banjir di pusat kota.

Menurut Rini, jika daerah hulu tidak dikelola dengan baik, air hujan akan langsung mengalir ke hilir tanpa diserap tanah.

Kolaborasi antarpihak

Program urban farming di Desa Nglarang menjadi contoh nyata bahwa upaya sederhana, seperti pembagian dan penanaman bibit tanaman, dapat memberikan dampak besar bagi lingkungan dan masyarakat.

Keberhasilan program urban farming di Desa Nglarang juga tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, masyarakat, dan perusahaan swasta, seperti PGN.

“Daerah hulu, tengah, dan hilir harus ditangani bersama-sama. Ini harus ada kolaborasi yang baik," ucap Djudi.

Pada kesempatan tersebut, PGN juga membagikan 500 bibit tanaman kepada warga Desa Nglarang.

Division Head Corporate Social Responsibility (CSR) PT PGN Tbk Krisdyan Widagdo Adhi mengatakan, langkah itu bertujuan untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus memperkuat peran kawasan tersebut sebagai lahan konservasi.

“Terima kasih untuk warga karena sudah berkolaborasi dengan PGN secara merata. Untuk itu, kami dapat melakukan urban farming ini. Kami dengan masyarakat bersama-sama menghijaukan lingkungan, tempat di mana mereka tinggal,” ujar Krisdyan dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Sabtu (21/12/2024).

Dia menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen PGN terhadap keberlanjutan lingkungan.

Kegiatan urban farming di Desa Nglarang, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang merupakan bagian dari komitmen PGN terhadap keberlanjutan lingkungan.PGN Kegiatan urban farming di Desa Nglarang, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang merupakan bagian dari komitmen PGN terhadap keberlanjutan lingkungan.

Sebelumnya, PGN telah melaksanakan program penanaman mangrove di kawasan utara Kota Semarang untuk mengatasi abrasi yang terus terjadi.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau