Dalam kasus hutan hujan Amazon, penelitian menunjukkan bahwa setidaknya 80 persen pohonnya diperlukan untuk menjaga siklus hidrologi tetap berjalan.
Namun saat ini, hampir 17 hutan Amazon telah hilang dan berada di titik kritisnya.
Statistik menunjukkan, penggundulan hutan mengurangi curah hujan di Amazon sekitar 10 persen setiap tahun.
Selain kontribusinya terhadap aliran air, pepohonan membantu tanah menahan air dan menopang kehidupan hutan dengan memasok nutrisi yang kaya.
Deforestasi dapat menghilangkan tutupan lahan, sehingga tanah langsung terpapar angin dan hujan. Hal ini membuat tanah rentan terkikis dan rentan terhadap erosi.
Baca juga: Jika Gagal Patuhi Aturan Deforestasi UE, Indonesia Bisa Rugi Rp 50 Triliun
Sebenarnya, penggundulan hutan juga berdampak langsung pada populasi manusia. Dengan hilangnya pohon, tanah air juga ikut hancur dalam prosesnya.
Masyarakat adat atau suku-suku yang masih tinggal di hutan bergantung padanya untuk menopang kehidupan.
Akibat deforestasi, mereka menanggung beban sangat berat dari hutan yang gundul.
Karena rumah mereka hancur dan sumber daya terganggu, masyarakat adat ini terpaksa bermigrasi ke tempat lain dan mencari cara lain untuk menopang hidup mereka.
Baca juga: Perluasan Hutan Tanaman Energi Dinilai Percepat Deforestasi di Kalimantan Barat
Satwa merupakan salah satu korban terbesar dari penggundulan hutan. Hutan di seluruh dunia merupakan rumah bagi lebih dari 80 persen spesies hewan, tumbuhan, dan serangga.
Kerusakan hutan yang cepat berkontribusi terhadap penurunan keanekaragaman hayati yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Dampak utama penggundulan hutan terhadap hewan dan tumbuhan adalah hilangnya habitat mereka. Deforestasi juga menjadi salah satu kontributor utama kepunahan berbagai spesies.
Lebih jauh lagi, banyak spesies hewan sangat bergantung pada tanaman tertentu dan buahnya sebagai sumber makanan. Ketika sumber daya ini hilang, hewan menjadi lebih lemah, lebih rentan terhadap penyakit, dan sering kali mati kelaparan.
Peran penting pohon lainnya adalah mengatur suhu hutan dan menjaganya tetap konstan.
Ketika penggundulan hutan terjadi, suhu berfluktuasi lebih drastis dari siang ke malam. Dan perubahan ekstrem ini sering kali berakibat fatal bagi banyak spesies.
Baca juga: Komisi Uni Eropa Usul Tunda Pelaksanaan UU Terkait Deforestasi
Dijelaskan dari poin sebelumnya, penggundulan hutan menyebabkan degradasi lahan, siklus air, hingga curah hujan.
Dampak-dampak tersebut membawa dampak ikutan berupa terganggunya ketahanan pangan.
Pasalnya, pola cuaca dan degradasi tanah juga secara drastis menurunkan produktivitas pertanian.
Populasi yang tinggal di sekitar hutan tropis menjadi pihak yang terkena dampak paling parah dari kerusakan hutan akibat deforestasi.
Baca juga: Dilobi Sejumlah Pihak Termasuk RI, Uni Eropa Tunda Implementasi UU Anti-Deforestasi
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya