Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

BRIN dan Pemkab Banjarnegara Olah Sampah Plastik Jadi BBM Setara Solar

Kompas.com, 24 Maret 2025, 11:00 WIB
Danur Lambang Pristiandaru

Penulis

KOMPAS.com - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Pemerintah Kabupaten Banjarnegara dan Bank Sampah Banjarnegara (BSB) mengembangkan teknologi pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM).

Teknologi pengolahan tersebut menggunakan mesin fast pyrolysis (Faspol). BBM hasil dari prosesnya dinamakan Petasol.

Heru Susanto dari Pusat Riset Sistem Produksi Berkelanjutan dan Penilaian Daur Hidup (PR SPBPDH) BRIN menuturkan, Petasol telah diuji di laboratorium BRIN dan Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi Lemigas.

Baca juga: Pemprov Jakarta Bakal Bentuk Satu Bank Sampah di Setiap RW

Hasil pengujian menyatakan, Petasol memenuhi standar bahan bakar setara minyak solar B0.

"Semakin bersih dan kering sampah plastik yang diolah maka yield dan kualitasnya semakin baik," ujar Heru, dikutip dari situs web BRIN, Minggu (23/3/2025).

Koordinator Kelompok Riset Valorisasi Sumber Daya dalam Rekayasa Sirkular Berkelanjutan PR SPBPDH BRIN Tri Martini Patria, menjelaskan, pengolahan sampah plastik menjadi BBM memiliki potensi ekonomi yang menarik. 

"Pengolahan sampah plastik menjadi Petasol dengan prinsip ekonomi sirkular tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga menghasilkan bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan," jelas Tria.

Baca juga: DLH Jakarta Bakal Bangan 7 Tempat Pengolahan Sampah 3R Tahun Ini

Ketua BSB Budi Trisno Aji berujar, Petasol dapat mendukung operasional mesin pertanian di kawasan pertanian Banjarnegara. 

"Lebih dari 52 mitra telah mereplikasi teknologi Fasol ini, termasuk dari daerah di luar Pulau Jawa," kata Budi.

Bupati Banjarnegara Amalia Desiana mengapresiasi atas pendampingan dan kerja sama yang telah terjalin.

Dia berharap, inovasi tersebut dapat menjadi alternatif solusi bagi permasalahan pengelolaan sampah di Banjarnegara.

"Dalam dua tahun ini telah dihasilkan riset yang mendukung pembangunan di Banjarnegara. Kami masih tetap membutuhkan kehadiran BRIN ke depan, agar harmonisasi kerja sama riset dapat disebarkan pada skala lebih luas," ujar Amalia.

Baca juga: KLH Siapkan Edaran Penanganan Sampah Saat Mudik dan Libur Lebaran

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau