KARAWANG, KOMPAS.com - Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, mewanti-wanti agar pemudik tidak membuang sampah sembarangan saat berhenti di rest area.
Jika ketahuan, maka pengelola rest area tidak akan segan mengenakan denda sesuai Peraturan Daerah (Perda) yang berlaku.
"Tidak boleh satu pun mobil membuang sampah dari jendela. Kalau seperti itu denda, kalau melawan nanti Menteri yang turun jadi enggak usah segan-segan," kata Hanif saat ditemui di KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Karawang, Rabu (26/3/2025).
"Sehingga dengan demikian, maka terjadi perubahan paradigma yang cukup serius di sini," imbuh dia.
Baca juga: Tuntuan Ganti Rugi Menanti Produsen yang Tak Tangani Sampah Plastik
Hanif menyebutkan bahwa nilai denda bergantung pada Perda di masing-masing wilayah.
Berdasarkan perhitungan Kementerian Perhubungan, akan ada 146 juta orang yang akan mudik tahun ini. Dari jumlah tersebut, sampah yang akan dibuang pada momen mudik Lebaran mencapai 72.300 ton.
"Saya harapkan kepada kita semua sebelum berangkat siapkan dulu tumbler, rantang atau tempat makanan. Kemudian gunakan tempat-tempat yang bukan saset karena saset ini setengah mati menanganinya," ucap Hanif.
Hanif pun meminta pengelolaan sampah di 27 rest area di bawah pengawasan PT Jasa Marga.
"Ada reward dan punishment yang akan diberikan kepada pengelola kawasan di bawah binaan Jasa Marga. Jadi ada 27 unit yang langsung di bawah binaan Dirut Jasa Marga," sebut dia.
Sementara itu, Direktur Utama PT Jasa Marga, Subakti Syukur, menjelaskan kerja sama dilakukan sebagai komitmen perusahaan dalam mewujudkan lingkungan hidup yang lebih baik.
Menurut dia, Jasa Marga telah melaksanaan program pengelolaan sampah di seluruh rest area milik perusahaan.
"Dilakukan pemilahan sampah, penambahan tempat sampah terpilah, dan menyediakan tempat penampungan sementara untuk sampah terpilah," ujar Subakti.
Baca juga: Menteri LH Minta Rest Area Kelola Sampah Selama Arus Mudik
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya