Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

VR Dapat Tingkatkan Kesadaran Lingkungan, Bisa Jadi Medium Kampanye Baru

Kompas.com, 30 Maret 2025, 14:00 WIB
Add on Google
Monika Novena,
Yunanto Wiji Utomo

Tim Redaksi

Sumber PHYSORG

KOMPAS.com - Video realitas virtual atau sering disebut video VR ternyata dapat membantu meningkatkan kesadaran lingkungan.

Kesimpulan itu didapat setelah sekelompok psikolog dari University of Cologne di Jerman melakukan penelitian untuk mengetahui perbedaan efek antara menonton film dokumenter tentang perlindungan lingkungan dalam bentuk video realitas virtual (VR) 360° dengan media tradisional lainnya.

Video VR adalah video 360° interaktif yang memberikan pengalaman seolah-olah penonton berada di dalam lingkungan digital tersebut dan dapat melihat dari berbagai arah, biasanya dengan menggunakan headset atau kacamata VR.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta penelitian merasa lebih terlibat secara mendalam dengan cerita yang disajikan dalam realitas virtual.

Baca juga: Deterjen dari Kayu dan Jagung Solusi Pembersih Ramah Lingkungan

Hal ini kemudian memicu peningkatan motivasi untuk menjaga lingkungan dan keinginan yang lebih besar untuk memberikan donasi.

Hasil penelitian itu kemudian dipublikasikan di jurnal Computers in Human Behavior.

Mengutip Phys, Sabtu (29/3/2025), salah satu kesulitan utama yang dihadapi oleh organisasi pelestarian lingkungan adalah bagaimana mengajak masyarakat untuk peduli dan terlibat dalam isu-isu yang terasa jauh, baik secara lokasi maupun emosi.

Peneliti pun ingin mengetahui lebih lanjut apakah media alternatif seperti VR bisa digunakan sebagai sarana mengajak masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan dan mempromosikan kegiatan amal, termasuk penggalangan dana.

Dalam studi ini, peneliti melibatkan 128 peserta. Mereka dibagi secara acak menjadi empat kelompok dan masing-masing kelompok menonton tiga film dokumenter dengan cara yang berbeda.

Kelompok pertama menonton dalam bentuk video realitas virtual 360°, kelompok kedua menonton sebagai video 2D di televisi, kelompok ketiga hanya mendengarkan audionya seperti podcast, dan kelompok keempat membaca teks yang terkait dengan film dokumenter tersebut.

Setelah menonton film dokumenter, para peserta diminta untuk memberikan penilaian subyektif mengenai seberapa nyata mereka merasa berada di dalam adegan yang ditampilkan, seberapa dalam mereka merasa terlibat dalam cerita yang disajikan, dan bagaimana perasaan mereka dipengaruhi oleh film dokumenter tersebut.

Baca juga: Media Sosial Bisa Dipakai untuk Pantau Migrasi Satwa karena Iklim

Selain itu, para peserta juga ditanya tentang motivasi mereka dalam melindungi lingkungan dan seberapa besar kesediaan mereka untuk menyumbang pada kampanye yang ditampilkan.

Eksperimen menunjukkan bahwa penggunaan realitas virtual (VR) menghasilkan perasaan yang lebih kuat pada peserta, seolah-olah mereka benar-benar berada di dalam adegan yang ditampilkan, dan mereka juga lebih terbawa oleh cerita yang disajikan.

Selain itu, VR juga menimbulkan efek emosional positif yang lebih besar dibandingkan dengan media lainnya.

Penelitian ini pun menyimpulkan VR memiliki potensi besar VR sebagai alat untuk kampanye perlindungan lingkungan.

Profesor Dr. Kai Kaspar yang memimpin studi ini menambahkan bahwa VR, dengan kemampuannya untuk menciptakan pengalaman yang mendalam, dapat memiliki pengaruh yang lebih kuat terhadap sikap dan tindakan seseorang dibandingkan media konvensional.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Perusahaan yang Punya Komitmen pada ESG Lebih Cepat Bangkit dari Krisis
Perusahaan yang Punya Komitmen pada ESG Lebih Cepat Bangkit dari Krisis
LSM/Figur
Memilah Berulang Jadi Kesulitan Para Ibu Pengelola Sampah
Memilah Berulang Jadi Kesulitan Para Ibu Pengelola Sampah
LSM/Figur
ASN di Bekasi Bisa Berhemat BBM sejak Kebijakan WFH
ASN di Bekasi Bisa Berhemat BBM sejak Kebijakan WFH
Pemerintah
Meleset dari Janji, Emisi Karbon Penerbangan Eropa Malah Melonjak Tinggi
Meleset dari Janji, Emisi Karbon Penerbangan Eropa Malah Melonjak Tinggi
Pemerintah
Studi Ungkap Perilaku Laki-Laki Cenderung Punya Jejak Karbon Lebih Besar
Studi Ungkap Perilaku Laki-Laki Cenderung Punya Jejak Karbon Lebih Besar
Pemerintah
Tukang Sampah dan Warga di Daerah Langganan Banjir Paling Berisiko Terinfeksi Hantavirus
Tukang Sampah dan Warga di Daerah Langganan Banjir Paling Berisiko Terinfeksi Hantavirus
LSM/Figur
Perubahan Iklim Jadi Risiko Bisnis, Dunia Usaha Didorong Lakukan Mitigasi Secara Terukur
Perubahan Iklim Jadi Risiko Bisnis, Dunia Usaha Didorong Lakukan Mitigasi Secara Terukur
Pemerintah
Perusahaan Raksasa Dunia Ramai-ramai PHK Karyawan, Ada Meta dan Amazon
Perusahaan Raksasa Dunia Ramai-ramai PHK Karyawan, Ada Meta dan Amazon
Swasta
PBB: Kekerasan Online Terhadap Perempuan di Ranah Publik Semakin Canggih
PBB: Kekerasan Online Terhadap Perempuan di Ranah Publik Semakin Canggih
Pemerintah
WHO Selidiki Risiko Hantavirus Menular Antar Manusia, Apakah Mengulang Pandemi Covid-19?
WHO Selidiki Risiko Hantavirus Menular Antar Manusia, Apakah Mengulang Pandemi Covid-19?
LSM/Figur
Danantara Dinilai Mampu Percepat Transisi Energi
Danantara Dinilai Mampu Percepat Transisi Energi
LSM/Figur
Pekerja Migran Indonesia di Jepang Perkuat Jejaring Lewat Pentas Budaya
Pekerja Migran Indonesia di Jepang Perkuat Jejaring Lewat Pentas Budaya
Pemerintah
Praktik 'Open Dumping' Masih Marak Terjadi Imbas Minimnya Anggaran Daerah
Praktik "Open Dumping" Masih Marak Terjadi Imbas Minimnya Anggaran Daerah
LSM/Figur
Kampanye Tahun Petani Perempuan, Tingkatkan Ketahanan Pangan di Tengah Krisis Iklim
Kampanye Tahun Petani Perempuan, Tingkatkan Ketahanan Pangan di Tengah Krisis Iklim
Pemerintah
Populasi Serangga Berkurang Sebabkan Gizi Pangan Turun, Kok Bisa?
Populasi Serangga Berkurang Sebabkan Gizi Pangan Turun, Kok Bisa?
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau