Sementara itu, industri adalah penyebab utama peningkatan polusi merkuri di sungai-sungai di Asia Timur, dengan China menjadi kontributor dominan.
Wilayah tersebut menyumbang lebih dari 70 persen merkuri regional. Lonjakan aliran merkuri di Sungai Yangtze yang terkenal adalah bukti nyata dari dampak besar industrialisasi terhadap lingkungan.
Namun, tidak semua wilayah mengalami peningkatan. Wilayah Mediterania mengalami tingkat merkuri yang lebih rendah dibandingkan dengan masa pra-industri, yang oleh para peneliti dikaitkan dengan pembangunan bendungan seperti Bendungan Tinggi Aswan di Sungai Nil yang memerangkap sedimen yang mengandung merkuri.
Pengukuran konsentrasi merkuri di sungai adalah alat yang sangat berguna dan cepat untuk memantau kemajuan upaya global dalam memerangi polusi merkuri.
Dengan memantau sungai, kita bisa melihat apakah kebijakan dan investasi yang dilakukan untuk mengurangi emisi dan memulihkan lingkungan benar-benar efektif.
Baca juga: Capung Bisa Bantu Ungkap Cara Merkuri Cemari Alam
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya