Pada momen yang sama, PT BMU juga meluncurkan anak perusahaan baru, yaitu PT Brawijaya Core Indonesia, yang bergerak di bidang konsultasi, penguatan kelembagaan, riset terapan, dan pelatihan SDM.
Perusahaan tersebut diharapkan dapat menjadi kendaraan strategis dalam mendorong kontribusi keilmuan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Peluncuran dilakukan secara simbolis bersama Rektor Universitas Brawijaya Prof Widodo, PhD, MedSc dan jajaran pimpinan PT BMU.
Prof Widodo menyampaikan bahwa model bisnis seperti ini merupakan bentuk konkret transformasi universitas menjadi motor penggerak perubahan sosial dan ekonomi.
Acara grand opening juga dirangkai dengan penyerahan donasi Dana Abadi sebesar Rp 50 juta dari PT BMU kepada Universitas Brawijaya sebagai bentuk kontribusi berkelanjutan terhadap dunia pendidikan.
Sejak berdiri pada 2024, PT BMU telah berkembang dari tujuh menjadi 14 unit bisnis dengan fokus utama di sektor makanan dan minuman. Saat ini, BMU mengelola tujuh kafe di berbagai lokasi, termasuk Teras Cafe di Kampus Dieng dan Brown Cafe di Sport Center Malang.
Kehadiran outlet BREWi JAYA Coffee & Eatery di TMII sendiri menjadi simbol dari ekspansi bisnis yang tetap berpijak pada nilai edukasi, kolaborasi, dan kontribusi sosial.
“Dengan langkah itu, Universitas Brawijaya melalui BMU menegaskan komitmennya membangun bisnis berkelanjutan yang tak hanya mengejar keuntungan finansial, tetapi juga menghadirkan nilai bagi masyarakat dan dunia pendidikan,” tegas Prof Widodo.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya