Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

PBB Ungkap 4 Masalah yang Bikin Dunia Makin Kacau jika Tak Diatasi

Kompas.com, 31 Juli 2025, 18:29 WIB
Monika Novena,
Yunanto Wiji Utomo

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Laporan Frontiers Report 2025, yang diterbitkan oleh UN Environment Programme (UNEP) menggarisbawahi empat masalah krusial yang dapat mengubah kehidupan jutaan orang, kecuali tindakan segera diambil.

Empat masalah yang dimaksud adalah polusi sisa masa lalu, mikroba dari gletser yang mencair, pembukaan bendungan sungai, dan risiko iklim bagi populasi lansia yang terus bertambah.

Laporan tersebut menggambarkan dengan jelas bagaimana perubahan iklim tidak hanya mengubah ekosistem, tetapi juga membuat masyarakat terutama yang paling rentan terkena bahaya baru yang semakin intens.

Beberapa isu mungkin saat ini bersifat lokal atau berskala kecil, tetapi laporan tersebut memperingatkan bahwa isu-isu tersebut berpotensi menjadi masalah regional atau global jika tidak segera ditangani.

Baca juga: Pakar UGM Sebut Perubahan Iklim Ancam Pola Hujan dan Pertanian Indonesia

"Tindakan harus diambil untuk melindungi manusia, alam, dan ekonomi dari ancaman-ancaman yang akan terus meningkat setiap tahunnya," ungkap Direktur Eksekutif UNEP, Inger Andersen.

Dan berikut penjabaran empat masalah iklim dikutip dari laman resmi United Nations, Sabtu (26/7/2025).

Mikroba dari Gletser yang Mencair

Para ilmuwan iklim menyatakan bahwa banyak gletser tidak akan bertahan hingga akhir abad ini kecuali ada tindakan untuk memperlambat laju pencairan yang disebabkan oleh perubahan iklim.

Artinya, bagi mereka yang tinggal di hilir, akan ada ancaman banjir dan juga bahaya yang ditimbulkan oleh mikroba yang kembali aktif di lingkungan cryosphere (bagian beku Bumi) yang semakin hangat.

Di dalam lapisan es, gletser, dan permafrost, terdapat bakteri, jamur, dan virus. Meskipun sebagian besar sudah mati, ada yang mati suri (dormant) dan ada juga yang masih aktif.

Seiring suhu global mencapai rekor tertinggi, mikroorganisme ini akan menjadi lebih aktif di banyak ekosistem. Walaupun pencairan bisa diperlambat dengan mengurangi emisi gas rumah kaca, kita harus tetap menganalisis dan bersiap menghadapi potensi ancaman dari patogen  tersebut.

Pembongkaran bendungan sungai

Salah satu masalah yang memperburuk kondisi kekeringan adalah banyaknya bendungan yang beroperasi pada saat perubahan iklim.

Oleh karena itu pembongkaran bendungan dianggap penting untuk mengatasi masalah seperti kekeringan, penurunan permukaan air sungai, dan dampaknya terhadap masyarakat serta kehidupan laut.

Langkah ini banyak dipelopori oleh masyarakat lokal, masyarakat adat, perempuan, dan pemuda. Meskipun sungai dapat pulih dengan cepat setelah bendungan dihilangkan, masalah lain seperti polusi dan perubahan iklim juga harus diselesaikan.

Baca juga: Studi Ini Kaitkan Naiknya Harga Pangan dengan Perubahan Iklim

Memahami dampak positif dari pembongkaran bendungan sangat penting untuk perencanaan di masa depan.

Risiko iklim bagi lansia

Orang lanjut usia menghadapi risiko yang lebih besar selama cuaca ekstrem dan lebih menderita akibat degradasi lingkungan yang berkelanjutan. Seiring dengan prediksi World Meteorological Organization (WMO) tentang cuaca yang semakin panas, kaum lansia menderita secara tidak proporsional. Hal ini terlihat dari meningkatnya jumlah kematian dan penyakit di tengah gelombang panas yang terjadi belakangan ini di seluruh dunia.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Kebakaran Hutan Dorong Populasi Gajah Sumatra ke Ambang Kepunahan
Kebakaran Hutan Dorong Populasi Gajah Sumatra ke Ambang Kepunahan
Pemerintah
Petani Hortikultura Skala Kecil Perlu Konsolidasi untuk Perkuat Daya Saing
Petani Hortikultura Skala Kecil Perlu Konsolidasi untuk Perkuat Daya Saing
Pemerintah
PBB: Perang Besar Jadi Ancaman Global Paling Ditakuti Masyarakat Dunia
PBB: Perang Besar Jadi Ancaman Global Paling Ditakuti Masyarakat Dunia
Pemerintah
Laporan Sumber Daya Air Global: Benua di Seluruh Dunia Makin Mengering
Laporan Sumber Daya Air Global: Benua di Seluruh Dunia Makin Mengering
Pemerintah
BRIN Dorong Varietas Tanaman Tahan Banjir, Kekeringan hingga Salinitas
BRIN Dorong Varietas Tanaman Tahan Banjir, Kekeringan hingga Salinitas
LSM/Figur
Perkuat Bisnis, Perusahaan Genjot Pengeluaran untuk Adaptasi Iklim
Perkuat Bisnis, Perusahaan Genjot Pengeluaran untuk Adaptasi Iklim
Pemerintah
Kisah Warga Setu Olah Sampah Organik untuk 'Urban Farming' Tanaman Anggur
Kisah Warga Setu Olah Sampah Organik untuk "Urban Farming" Tanaman Anggur
LSM/Figur
Menjadi Ruang Tumbuh Anak Pekerja, Begini Peran SD YPTSS di Solok Selatan
Menjadi Ruang Tumbuh Anak Pekerja, Begini Peran SD YPTSS di Solok Selatan
Swasta
UNTR Menjaga Asa Anak-anak Pedalaman Kalimantan melalui Pendidikan dan Pemberdayaan
UNTR Menjaga Asa Anak-anak Pedalaman Kalimantan melalui Pendidikan dan Pemberdayaan
Swasta
PT Vale Perkuat Hilirisasi Nikel Sekaligus Dekarbonisasi dengan Energi Bersih
PT Vale Perkuat Hilirisasi Nikel Sekaligus Dekarbonisasi dengan Energi Bersih
BUMN
PLTS Bukan Satu-satunya, UNTR Jawab Tantangan ESG dengan Diversifikasi Bisnis
PLTS Bukan Satu-satunya, UNTR Jawab Tantangan ESG dengan Diversifikasi Bisnis
Swasta
Tantangan Data Cuaca, Negara Miskin Hadapi Akurasi Prediksi yang Rendah
Tantangan Data Cuaca, Negara Miskin Hadapi Akurasi Prediksi yang Rendah
Pemerintah
Studi: Rating ESG Tak Gambarkan Deforestasi Akibat Ulah Perusahaan
Studi: Rating ESG Tak Gambarkan Deforestasi Akibat Ulah Perusahaan
Pemerintah
Jejak Karier Wahidah di Balik Kendali Ekskavator Perkebunan Solok Selatan
Jejak Karier Wahidah di Balik Kendali Ekskavator Perkebunan Solok Selatan
Swasta
Perempuan di Balik Aktivitas Lapangan Perkebunan Sawit Solok Selatan
Perempuan di Balik Aktivitas Lapangan Perkebunan Sawit Solok Selatan
Swasta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau