KOMPAS.com - Kekeringan makin diakui sebagai krisis lingkungan dengan dampak yang luas, mulai dari ketersediaan air, pertanian, ekonomi, kesehatan publik dan juga masyarakat.
Meski beberapa wilayah memiliki sistem pemantauan kekeringan, akan tetapi sebagian besar hanya fokus pada penilaian tingkat keparahan kekeringan menggunakan pengukuran kuantitatif seperti data meteorologi, hidrologi atau kerugian ekonomi.
Sementara itu, sistem pemantauan kekeringan seringkali mengabaikan hal yang paling penting yaitu bagaimana masyarakat dan komunitas terpengaruh.
Kini studi baru yang dipimpin oleh Dong Wang, seorang profesor ilmu informasi di University of Illinois Urbana-Champaign menemukan SIDE (Socially Informed Drought Estimation).
Melansir Phys, Sabtu (23/8/2025) SIDE adalah kerangka estimasi kekeringan berbasis AI yang baru dan memiliki informasi sosial.
Baca juga: Dampak Kekeringan pada Pohon Minim, tapi Perubahan Iklim Tingkatkan Angka Kematiannya
Alat ini memperkirakan tingkat keparahan kekeringan dan dampaknya terhadap masyarakat menggunakan data dari media sosial dan media berita.
"Kurangnya perspektif yang berpusat pada manusia dalam penilaian tingkat keparahan kekeringan dapat menyebabkan pemahaman yang tidak lengkap tentang dampak sosialnya. Hal ini juga menghambat pengembangan strategi mitigasi yang efektif untuk mengatasi berbagai kebutuhan dan kekhawatiran dari populasi yang terdampak," kata Wang.
SIDE merupakan alat pertama yang menangkap "keterkaitan sosial-fisik dari kekeringan," yaitu bagaimana perilaku manusia dan kondisi lingkungan saling memengaruhi.
Misalnya, saat air menipis, masyarakat bisa saja meningkatkan penggunaan karena takut kehabisan, yang malah memperparah keadaan.
Pola perilaku seperti ini, yang sering terekam di laporan berita atau media sosial, dapat memberikan pemahaman berharga tentang dampak nyata krisis lingkungan.
Lebih lanjut, studi menguji SIDE menggunakan dataset SocialDrought yang tersedia untuk umum, dengan fokus pada California dan Texas.
Kedua wilayah ini dipilih karena kerentanan yang tinggi terhadap kekeringan, keanekaragaman populasi, dan peran pentingnya di sektor pertanian.
Penelitian ini menganalisis data selama periode Januari 2017 hingga April 2023, yaitu saat kedua negara bagian tersebut menghadapi peristiwa kekeringan yang signifikan.
Baca juga: Kisah Beverly dan Jeff Morris, Rumahnya Kekeringan Setelah Proyek AI Meta
SIDE secara signifikan mengungguli lima model peramalan deret waktu terdepan dalam hal akurasi perkiraan tingkat keparahan kekeringan dan dampaknya terhadap masyarakat.
Secara khusus, SIDE mengidentifikasi perbedaan pola antara California dan Texas. Di California, perhatian publik lebih banyak tertuju pada pertanian dan pengelolaan kebakaran hutan, sedangkan di Texas, topik ekosistem dan kesehatan publik lebih dominan.
Dengan menawarkan pemahaman yang berpusat pada manusia dan tepat waktu, SIDE dapat mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan lebih cerdas bagi berbagai pihak, mulai dari lembaga pemerintah, pengelola sumber daya air, organisasi pertanian, hingga pemimpin dan anggota masyarakat.
Alat ini juga berpotensi diadaptasi untuk krisis lingkungan lain, seperti banjir, kebakaran hutan, dan cuaca ekstrem.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya