Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Studi KPMG: Sistem AI Mampu Pangkas Energi Bangunan Hingga 30 Persen

Kompas.com, 29 September 2025, 17:33 WIB
Monika Novena,
Yunanto Wiji Utomo

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Laporan baru yang dirilis oleh KPMG menunjukkan bahwa penerapan model AI manajemen energi yang terencana dapat memangkas konsumsi energi pada bangunan-bangunan komersial, dengan hasil yang jauh lebih baik ketimbang hanya melakukan renovasi dan perbaikan konvensional.

Untuk mencapai pengurangan emisi karbon yang signifikan, setidaknya ada dua pendekatan utama yaitu melakukan transisi ke energi terbarukan dan mengurangi total energi yang digunakan.

Metode yang berfokus pada efisiensi misalnya saja, meningkatkan teknologi dan infrastruktur bangunan cenderung menjadi cara yang lebih cepat dan ekonomis karena mengutamakan menghilangkan pemborosan energi, bukan langsung melakukan perombakan perangkat keras yang memerlukan biaya besar.

Baca juga: AI Kikis Green Jobs Level Mula yang Tadinya Tersedia untuk Manusia

Penelitian dari KPMG kemudian menunjukkan bahwa AI dapat memainkan peran kunci dalam mempercepat pendekatan yang didorong oleh efisiensi tersebut, terutama di dalam sektor properti.

Melansir Sustainability Magazine, Minggu (28/9/2025), laporan ini mengemukakan bahwa proyek-proyek perbaikan konvensional, misalnya mengganti boiler dengan pompa panas atau memperbarui isolasi bangunan, kemungkinan besar tidak memadai untuk mencapai target net-zero dunia pada tahun 2050.

KPMG sebaliknya mengedepankan perlunya Kerangka Manajemen Energi Strategis (SEM) yang penggunaannya didukung penuh oleh sistem AI.

Kerangka kerja ini dapat diintegrasikan dengan jaringan pemanas dan listrik suatu bangunan melalui Internet untuk Segala (IoT) untuk secara otomatis mengelola penggunaan energi.

Perusahaan-perusahaan yang menggunakan sistem manajemen energi berbasis Kecerdasan Buatan pun telah mulai melaporkan pengurangan besar dalam penggunaan energi mereka.

Baca juga: AI, Iklim, dan Geopolitik Jadi Pilar Penentu Masa Depan Ekonomi Indonesia

Donatas Kariauskas, CEO Exergio, perusahaan yang berfokus pada efisiensi energi bangunan komersial membenarkan bahwa hasil studi ini cocok dengan pengalaman yang ditemukan di lapangan.

"AI telah membantu bangunan mengurangi pemborosan energi sebesar 20 persen sampai 30 persen dalam proyek-proyek kami, terlepas dari iklim atau usia properti tersebut," katanya.

"Namun, penghematan tersebut hanya akan bertahan jika ada manajemen energi cerdas di baliknya," papar Donatas.

Pimpinan eksekutif itu menggarisbawahi bahwa kesuksesan penerapan metode ini hanya dapat dicapai melalui kontrol operasional yang terus-menerus, bukan sekadar pemasangan sistem yang dilakukan sekali saja.

Riset ini juga menggarisbawahi betapa pentingnya pengawasan oleh manusia dalam sistem manajemen energi berbasis AI.

"AI yang berfokus pada pengguna yang mempertahankan transparansi dan menumbuhkan kepercayaan pengguna, sementara pada saat yang sama mampu melakukan optimalisasi secara mandiri," tulis laporan ini.

Baca juga: Orang Tua Ingin Atasi Perubahan Iklim, Tapi Sulit Terapkan Gaya Hidup Minim Karbon

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Paving Block Ramah Lingkungan, Manfaatkan Limbah Kerang dan Tambang
Paving Block Ramah Lingkungan, Manfaatkan Limbah Kerang dan Tambang
LSM/Figur
Keberlanjutan dan Hilirisasi Kelapa Sawit Jadi Kunci Lawan Gejolak Harga Global
Keberlanjutan dan Hilirisasi Kelapa Sawit Jadi Kunci Lawan Gejolak Harga Global
LSM/Figur
Gen Z Paling Khawatir Dampak AI, Baby Boomer Justru Percaya Diri
Gen Z Paling Khawatir Dampak AI, Baby Boomer Justru Percaya Diri
LSM/Figur
Salon Bisa Jadi Senjata Rahasia Melawan Krisis Iklim, Kok Bisa?
Salon Bisa Jadi Senjata Rahasia Melawan Krisis Iklim, Kok Bisa?
Pemerintah
Schneider Electric Kurangi 862 Juta Ton Emisi CO2 pada 2021–2025
Schneider Electric Kurangi 862 Juta Ton Emisi CO2 pada 2021–2025
Swasta
Antisipasi Cuaca Ekstrem, Modifikasi Cuaca Digelar di 3 Lokasi
Antisipasi Cuaca Ekstrem, Modifikasi Cuaca Digelar di 3 Lokasi
Pemerintah
Krisis Iklim Bikin Industri Asuransi Asia Pasifik Cemas
Krisis Iklim Bikin Industri Asuransi Asia Pasifik Cemas
LSM/Figur
Nyanyi Bali dan Valrhona Kembangkan Kebun Kakao Berkelanjutan di Tabanan
Nyanyi Bali dan Valrhona Kembangkan Kebun Kakao Berkelanjutan di Tabanan
Swasta
Kapan Musim Kemarau 2026 di Indonesia? Ini Kata BMKG
Kapan Musim Kemarau 2026 di Indonesia? Ini Kata BMKG
Pemerintah
Artefak Bersejarah di Bawah Laut Terancam Krisis Iklim, Warisan Budaya Terancam Lenyap
Artefak Bersejarah di Bawah Laut Terancam Krisis Iklim, Warisan Budaya Terancam Lenyap
LSM/Figur
Jejak Karbon Industri Film Ternyata Besar, 65 Persen Emisi dari Transportasi
Jejak Karbon Industri Film Ternyata Besar, 65 Persen Emisi dari Transportasi
LSM/Figur
Ada Spesies Ngengat Baru di Indonesia, Dinamai Sutrisno dan Ubaidilla
Ada Spesies Ngengat Baru di Indonesia, Dinamai Sutrisno dan Ubaidilla
Pemerintah
Barito Renewables Rampungkan Penambahan Kapasitas PLTP di Jawa Barat
Barito Renewables Rampungkan Penambahan Kapasitas PLTP di Jawa Barat
Swasta
Pemerintah Bakal Restorasi 66.704 Hektar Lahan Tesso Nilo yang Rusak hingga 2028
Pemerintah Bakal Restorasi 66.704 Hektar Lahan Tesso Nilo yang Rusak hingga 2028
Pemerintah
Perempuan Hanya Punya 64 Persen Hak Hukum Dibanding Laki-laki
Perempuan Hanya Punya 64 Persen Hak Hukum Dibanding Laki-laki
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau