Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mendobrak Stigma, Menafsir Ulang Calon Arang lewat Suara Perempuan dari Panggung Palegongan Satua Calonarang

Kompas.com, 14 November 2025, 12:16 WIB
Aningtias Jatmika,
Sri Noviyanti

Tim Redaksi

Bengkel Tari AyuBulan memang dikenal sebagai salah satu kelompok yang konsisten menjaga eksistensi dan kemurnian pakem Legong Klasik (terutama di luar Bali), salah satunya dengan berkarya dalam bentuk Palegongan.

Namun, lewat Satua Calonarang, mereka menambahkan lapisan baru, yakni tafsir sosial dan refleksi perempuan.

“Calon Arang adalah representasi banyak perempuan yang berani menolak label. Ia berilmu, mandiri, dan tak takut menempuh jalan yang berbeda. Kami ingin penonton melihat sisi itu, bukan hanya mitos seramnya,” cerita Renny.

Dari ritual ke ruang renungan

Dalam tradisi Bali, kisah Calon Arang biasanya dipentaskan dalam konteks ritual penyucian (melukat) untuk menolak bala atau membersihkan energi negatif. Namun, pementasan versi AyuBulan mengubahnya menjadi ruang renungan yang lebih universal.

“Tradisi Bali itu lentur dan bisa menyesuaikan tafsir zaman tanpa kehilangan makna. Kini, Calon Arang bahkan disebut sebagai simbol kekuasaan perempuan walau tanpa mahkota—perempuan yang berdaulat atas dirinya sendiri,” tulis Indonesia Kaya dalam salah satu artikelnya.

Baca juga: CSW69, Indonesia Tekankan Pentingnya Kesetaraan Gender di Era Digital

Pementasan Satua Calonarang memperlihatkan bagaimana seni tradisi mampu beradaptasi dengan gagasan kontemporer. Dari ritual sakral, pementasan ini menjelma menjadi refleksi moral dan sosial yang berbicara tentang relasi kuasa, kebenaran, dan keberanian.

“Tradisi tidak harus membatasi. Tradisi bisa menjadi pintu untuk memahami diri kita sebagai manusia, dan bagi perempuan, untuk memahami kekuatannya,” kata Renny.

Di tengah dunia modern yang masih sering menilai perempuan berdasarkan peran sosial, kisah Calon Arang terasa relevan. Sosok Dirah mencerminkan pergulatan perempuan hari ini yang ingin berdaya dan berilmu, tetapi sering dihadapkan pada pandangan sempit.

“Banyak perempuan masih harus membuktikan diri agar diterima. Melalui kisah ini, kami ingin mengingatkan bahwa perempuan tidak perlu meminta izin untuk menjadi kuat,” ucap Renny.

Dalam pementasan itu, saat Calon Arang menari sendirian di tengah panggung, geraknya terasa tegas, tetapi berlapis emosi. Penonton pun bisa merasakan getir dan kekuatan sekaligus.

Baca juga: Diterpa Bencana Iklim, Perempuan Pesisir Tangguh dan Pandai Shifting Pekerjaan

Adegan itu menjadi momen puncak yang hening, tetapi menggugah. Pesan yang disampaikan terasa jelas: ketika seorang perempuan memilih berdiri sendiri, bukan karena tak punya tempat, melainkan karena sudah menemukan dirinya sendiri.

Sosok Dirah menunjukkan bahwa kekuatan perempuan tidak selalu ditunjukkan lewat kekuasaan, tapi lewat pengetahuan, kasih, dan ketulusan.

Seni tradisi yang menyapa masa kini

Kekuatan pementasan Satua Calonarang tidak hanya terletak pada keindahan gerak, tapi juga pada keberanian untuk menghadirkan wacana.

Melalui Satua Calonarang, Bengkel Tari AyuBulan mengajak penonton untuk meninjau ulang pandangan lama terhadap perempuan—dari makhluk yang ditakuti menjadi sosok yang layak dihormati.

“Calon Arang bukan mitos tentang kutukan. Ini adalah cerita tentang cinta, kehilangan, dan keberanian seorang perempuan yang melawan sistem yang menolak dirinya,” tutur Renny.

Dari naskah lontar abad ke-16 hingga panggung Teater Salihara di abad ke-21, pesan Calon Arang tetap sama: perempuan yang berpengetahuan dan berani selalu punya tempat di dunia ini.

Baca juga: Bappenas Gelar Lomba Menulis, Dorong Perempuan Berani Bersuara

Senja menyambut ketika tabuh terakhir gamelan mereda. Para penari menunduk, menerima tepuk tangan panjang penonton. Namun, bagi Bengkel Tari AyuBulan, pementasan ini bukanlah akhir.

“Siap-siap, ya. Kami akan hadirkan sesuatu yang penuh makna lagi,” imbuh Renny.

Ketika tirai panggung tertutup, yang tertinggal bukan sekadar kisah kuno atau keindahan tari, melainkan gema pesan yang abadi bahwa kekuatan sejati perempuan lahir dari pengetahuan, keberanian, dan cinta.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Dorong Budaya Hijau di Kampus, Unika Atma Jaya Raih Peringkat 34 UI GreenMetric Indonesia
Dorong Budaya Hijau di Kampus, Unika Atma Jaya Raih Peringkat 34 UI GreenMetric Indonesia
Swasta
Pengelolaan Susut dan Sisa Pangan Mendesak Dilakukan untuk Mitigasi Krisis Iklim
Pengelolaan Susut dan Sisa Pangan Mendesak Dilakukan untuk Mitigasi Krisis Iklim
Pemerintah
Akibat El Niño, Pakar IPB Ingatkan Risiko Lonjakan Harga Komoditas Hingga 2027
Akibat El Niño, Pakar IPB Ingatkan Risiko Lonjakan Harga Komoditas Hingga 2027
LSM/Figur
PT KAI Daop 7 Madiun Salurkan Dana TJSL Rp 445 Juta
PT KAI Daop 7 Madiun Salurkan Dana TJSL Rp 445 Juta
Pemerintah
Emisi Masa Lalu Bakal Tetap Panaskan Bumi Hingga Puluhan Tahun
Emisi Masa Lalu Bakal Tetap Panaskan Bumi Hingga Puluhan Tahun
Pemerintah
BCA Perluas Akses Kesehatan Mata untuk Lebih dari 3.500 Pelajar di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu
BCA Perluas Akses Kesehatan Mata untuk Lebih dari 3.500 Pelajar di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu
Swasta
Perusahaan Tambang Punya tanggung Jawab Besar terhadap Dekarbonisasi
Perusahaan Tambang Punya tanggung Jawab Besar terhadap Dekarbonisasi
Pemerintah
Aturan Offset Emisi Pertanian Hampir Terbit, Pembagian Manfaat untuk Petani Tunggu Juknis
Aturan Offset Emisi Pertanian Hampir Terbit, Pembagian Manfaat untuk Petani Tunggu Juknis
Pemerintah
'Bijak Jajan Cinta Bumi', Menanamkan Budaya Pemilahan Sampah Sejak Dini
"Bijak Jajan Cinta Bumi", Menanamkan Budaya Pemilahan Sampah Sejak Dini
Swasta
Perkuat Dampak Berkelanjutan, ASEAN Foundation dan SAP Beri Akses AI bagi Wirausaha Sosial ASEAN
Perkuat Dampak Berkelanjutan, ASEAN Foundation dan SAP Beri Akses AI bagi Wirausaha Sosial ASEAN
LSM/Figur
Ketahanan Keluarga Mampu Lindungi Anak dari Dampak Perubahan Iklim
Ketahanan Keluarga Mampu Lindungi Anak dari Dampak Perubahan Iklim
Pemerintah
Dilema Rumit Di Balik Sisa Makanan Berkuah
Dilema Rumit Di Balik Sisa Makanan Berkuah
LSM/Figur
Walikota New York Zohran Mamdani Denda DoorDash Rp 2,35 Triliun karena Pangkas Gaji Kurir
Walikota New York Zohran Mamdani Denda DoorDash Rp 2,35 Triliun karena Pangkas Gaji Kurir
Pemerintah
Jaga Lingkungan, PLN UPT Pulogadung Gelar Simulasi Penanganan Tumpahan Limbah B3
Jaga Lingkungan, PLN UPT Pulogadung Gelar Simulasi Penanganan Tumpahan Limbah B3
BUMN
PBB Peringatkan Super El Niño Jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Dunia
PBB Peringatkan Super El Niño Jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Dunia
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau