KOMPAS.com - Aliansi Vaksin Gavi dan UNICEF telah mencapai kesepakatan memotong secara signifikan harga vaksin malaria.
Kesepakatan tersebut memungkinkan untuk melindungi hampir tujuh juta anak pada tahun 2030.
Di bawah kesepakatan tersebut, harga vaksin R21/Matrix-M akan turun menjadi 2,99 dolar AS per dosis dalam waktu satu tahun.
Pengurangan itu diperkirakan akan menghemat hingga 90 juta dolar AS. Selain itu penghematan juga memungkinkan negara-negara untuk mendapatkan lebih dari 30 juta dosis tambahan selama lima tahun ke depan.
“Kami memanfaatkan pembiayaan dan kemitraan inovatif untuk mengamankan vaksin terjangkau yang dapat lebih melindungi anak-anak dari salah satu penyebab kematian terbesar," papar An Vermeersch, Kepala Program & Pemasaran Vaksin Gavi, dikutip dari laman resmi United Nations, Minggu (23/11/2025).
Baca juga: 8 Juta Anak Indonesia Memiliki Darah Mengandung Timbal Melebihi Batas WHO
Malaria tetap menjadi salah satu penyakit menular paling mematikan di dunia. Pada tahun 2023, diperkirakan penyakit ini menyebabkan 597.000 kematian, sebagian besar di antaranya anak-anak di Afrika. Seorang anak meninggal karena penyakit ini hampir setiap menit.
“Jumlah kematian yang memprihatinkan seperti ini menuntut tindakan,” kata Leila Pakkala, Direktur Divisi Pasokan UNICEF.
Di tengah menurunnya bantuan internasional, UNICEF bertekad untuk bekerja sama dengan para mitra guna menyediakan vaksin yang cukup dengan harga terbaik untuk melindungi anak-anak.
Lebih dari 40 juta dosis vaksin malaria telah didistribusikan melalui program-program yang didukung Gavi, dengan 24 negara Afrika kini mengintegrasikan vaksinasi malaria ke dalam imunisasi rutin.
Harga yang lebih rendah diharapkan juga dapat memenuhi target vaksin penuh malaria pada 50 juta anak tambahan pada akhir dekade ini.
Kedua vaksin malaria yang direkomendasikan WHO, R21/Matrix-M dan RTS,S, telah terbukti mengurangi kasus malaria lebih dari setengahnya pada tahun pertama setelah vaksinasi, dengan perlindungan lebih lanjut setelah dosis penguat.
Baca juga: WHO: Kasus Malaria Melonjak dalam 5 Tahun Terakhir akibat Krisis Iklim
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya