Penulis
KOMPAS.com - Pendapatan global diprediksi turun 17 persen pada tahun 2050 akibat dampak perubahan iklim. Angka ini muncul setelah revisi studi yang sebelumnya memprediksi penurunan sebesar 19 persen.
Studi tersebut berasal dari para peneliti di Potsdam Institute for Climate Impact Research, Jerman, dan dilaporkan dalam jurnal Nature pada tahun 2024.
Baca juga:
Informasi ini kemudian diperbarui karena peneliti menemukan kesalahan data ekonomi yang memengaruhi hasil analisis, dilansir dari AP, Rabu (3/12/2025).
Dalam revisi analisis, para peneliti menjelaskan bahwa kesalahan terjadi akibat ketidakakuratan data ekonomi Uzbekistan antara 1995 hingga 1999. Data itu memberikan pengaruh besar terhadap model yang digunakan.
Selain itu, analisis awal juga kurang memperhitungkan ketidakpastian statistik. Oleh sebab itu, angka proyeksi diturunkan dari 19 persen menjadi 17 persen.
Baca juga:
Pendapatan global diprediksi turun 17 persen pada 2050 akibat perubahan iklim. Simak dampaknya dan wilayah paling rentan.Meski direvisi, pesan utama studi ini tetap tidak berubah. Max Kotz, salah satu penulis studi, mengatakan bahwa inti penelitian tetap sama yaitu perubahan iklim akan memberikan dampak ekonomi besar di seluruh dunia jika tidak ditangani.
Kotz juga menegaskan bahwa wilayah berpendapatan rendah akan menanggung kerusakan paling parah. Padahal wilayah tersebut hanya menyumbang sedikit emisi yang mendorong pemanasan global.
Hal senada juga diucapkan Gernot Wagner, ekonom iklim dari Columbia Business School yang tidak ikut dalam penelitian tersebut.
Inti penelitian tersebut, menurut Wagner, tetaplah sama terlepas bagian mana dari rentang angka yang sebenarnya.
"Perubahan iklim sudah berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari, secara harfiah. Premi asuransi rumah di seluruh Amerika Serikat telah meningkat dua kali lipat dalam dekade terakhir saja," kata Wagner.
"Risiko iklim yang terus meningkat dengan cepat hanya akan membuat angka-angka tersebut semakin naik," tambah dia.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya