KOMPAS.com - Studi yang dilakukan oleh peneliti di Murdoch University, Australia dan Dalian Ocean University, China menemukan pembangkit listrik tenaga angin (PLTB) lepas pantai dapat meningkatkan ekosistem laut dan mendiversifikasi rantai makanan akuatik.
Beberapa spesies ikan juga lebih melimpah dan memiliki biomassa lebih dari dua kali lipat di area PLTB.
Melansir Phys, Kamis (18/12/2025) temuan studi ini, yang dipublikasikan dalam jurnal Global Ecology and Conservation, menunjukkan bahwa ekosistem perairan dapat memperoleh manfaat dari pembangunan PLTB lepas pantai.
Studi ini juga mengusulkan pendekatan multifaset untuk mendiversifikasi kehidupan air, membangkitkan listrik, sekaligus melakukan transisi ke energi bersih.
Baca juga: Petani Rumput Laut di Indonesia Belum Ramah Lingkungan, Masih Terhalang Biaya
Dr. James Tweedley dari Murdoch University mengatakan bahwa dampak positif terhadap ikan dan kehidupan air lainnya sebagian besar disebabkan oleh permukaan kasar dari tiang turbin.
Tiang tersebut menyediakan tempat bagi organisme sesil atau organisme yang tidak berpindah tempat seperti teritip dan tiram untuk tumbuh subur.
“Organisme-organisme ini berperan sebagai sumber makanan dan habitat penting bagi spesies lain, dan ini berdampak pada keanekaragaman dan kesehatan ekosistem secara keseluruhan,” kata Dr. Tweedley.
Dalam studi ini, peneliti membandingkan data dari PLTB lepas pantai Zhuanghe di Laut Kuning utara China dengan area kontrol tanpa turbin sekitar 6 km di sebelah timur selama tahun 2023 dan 2024.
Selama periode tersebut, area PLTB mengalami peningkatan aliran detritus (sisa organik), kematangan ekosistem yang lebih tinggi, dan secara keseluruhan, stabilitas ekosistem yang lebih besar.
Associate Professor Zhongxin Wu dari Dalian Ocean University mengatakan bahwa selain ikan demersal, area PLTB lepas pantai tersebut menciptakan ekosistem yang didominasi oleh benthos.
Itu adalah sebuah ekosistem yang kelangsungan hidupnya terutama ditopang oleh organisme yang hidup di atas atau di sekitar dasar laut.
Baca juga: Studi Sebut Teknologi Digital Efektif Ajarkan Keberlanjutan Laut pada Generasi Muda
"Ekosistem jenis ini menarik kehidupan air yang unik dan bahkan langka. Hasil penelitian kami menunjukkan pula bahwa di area PLTB lepas pantai, biomassa ikan bentik meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan dengan area kontrol," ujar Associate Professor Wu.
Emeritus Profesor Neil Loneragan dari Murdoch University, salah satu pakar ikan dan kelautan terkemuka di Australia Barat mengatakan bahwa temuan ini memberikan landasan untuk memahami bagaimana PLTB lepas pantai berinteraksi dengan dan memengaruhi dinamika energi ekosistem serta sumber daya perikanan di perairan pesisir.
"Ekosistem yang didominasi oleh benthos ini sangat penting untuk siklus nutrisi, mendiversifikasi jaring-jaring makanan, dan bahkan menyimpan karbon," kata Loneragan.
"Hasil dari makalah penelitian ini sangat menggembirakan, menunjukkan bahwa turbin angin menciptakan lingkungan laut lokal yang berbeda dengan banyak atribut positif," tambahnya.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya