The Wildlife Trusts memperingatkan pentingnya perubahan pola penangkapan ikan dan kebiasaan makan jika populasi gurita tetap tinggi.
Hal itu karena Cephalopoda berlengan delapan ini memakan kerang-kerangan, seperti lobster, kepiting, dan kerang scallop.
"Mereka berdampak pada spesies (kerang) di sekitar pantai kita. Dan sebagai konsekuensinya, mereka juga akan berdampak pada industri perikanan kita yang menargetkan spesies tersebut," ujar Williams.
Baca juga: Kemunculan Beruang di Jepang Makin Meresahkan, Diduga akibat Krisis Iklim
Ia menambahkan, industri perikanan Inggris sedang melakukan sejumlah penelitian untuk mencoba beradaptasi dengan dampak krisis iklim.
Hasil tangkapan kepiting menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya berdasarkan data pemerintah Inggris. Namun, hasil tangkapan lobster, udang karang, serta kerang tetap stabil.
Banyak restoran mulai menawarkan gurita dalam menu mereka seiring penurunan hasil laut. Penambahan menu tersebut untuk mengakomodasi tangkapan nelayan di perairan Inggris yang kebanyakan gurita.
Populasi gurita di Inggris melonjak pada tahun 2025. Krisis iklim disebut sebagai penyebabnya.Kendati demikian, penambahan menu gurita dinilai sulit diterima para aktivits hak-hak hewan yang telah lama menyerukan agar predator ini dilindungi dari pembunuhan untuk konsumsi manusia.
Pada tahun 2021, pemerintah Inggris telah mengubah Rancangan Undang Undang (RUU) Kesejahteraan Hewan dengan mengakui gurita sebagai makhluk hidup yang memiliki perasaan.
Gurita diakui bisa merasakan sakit. Maka dari itu, praktik yang dikategorikan penyiksaan hewan, seperti merebus gurita hidup-hidup, menjadi dilarang. Akan tetapi, aturan tidak sampai melarang praktik membunuh gurita.
"Hewan-hewan ini memiliki kecerdasan yang tinggi sehingga ada masalah kesejahteraan, seperti halnya banyak hewan yang ditangkap atau diternakkan untuk produksi pangan," tutur Williams.
Baca juga: Simpan Satwa Dilindungi Secara Ilegal, Pria di Karawang Terancam 15 Tahun Penjara
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya