KOMPAS.com - Jumlah gurita di lepas pantai barat daya Inggris pada tahun 2025 mencapai rekor tertinggi sejak tahun 1950. Bahkan, badan amal pelestarian satwa liar, The Wildlife Trusts mendeklarasikan tahun 2025 sebagai "the Year of the Blooming Octopus" (tahun gurita berkembang).
Krisis iklim disebut sebagai penyebab lonjakan populasi gurita. Sebab, krisis iklim menyebabkan musim dingin yang lebih hangat.
Baca juga:
Kepala Konservasi Laut di The Wildlife Trusts, Ruth Williams, mengatakan bahwa "ledakan populasi" gurita kemungkinan disebabkan oleh kombinasi berbagai faktor lingkungan yang bersamaan, termasuk pemanasan air laut.
"Suhu laut di wilayah barat daya lebih tinggi 1,5 hingga tiga derajat celisus dari biasanya, dan musim dingin yang lebih hangat memungkinkan telur gurita bertahan hidup dengan tingkat yang lebih tinggi," jelas Williams, dilansir dari Euronews, Sabtu (3/1/2026).
"Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami fenomena tersebut secara lebih rinci," tambah dia.
Populasi gurita di Inggris melonjak pada tahun 2025. Krisis iklim disebut sebagai penyebabnya.Berdasarkan data pemerintah Inggris, lebih dari 1.200 ton gurita ditangkap oleh nelayan di perairan pada musim panas 2025.
Namun, masih belum jelas apakah kenaikan populasi gurita bersifat permanen atau siklus belaka, yang berarti jumlahnya akan kembali ke tingkat normal usai lonjakan pada tahun 2025.
Dikenal sebagai salah satu makhluk laut paling cerdas, gurita tersebut biasanya ditemukan lebih jauh ke selatan di perairan hangat Mediterania.
Penampakan gurita berjalan, membersihkan diri, dan kawin di sepanjang pantai selatan Inggris menampilkan pertunjukan perairan dangkal yang langka.
"Sungguh luar biasa. Kami melihat gurita menggunakan jet propulsion untuk bergerak. Kami juga melihat gurita menyamar, mereka terlihat persis seperti rumput laut," kata Matt Slater dari Cornwall Wildlife Trust, dilansir dari BBC.
"Kami melihat mereka membersihkan diri. Dan bahkan kami melihat mereka berjalan, menggunakan dua kaki untuk dengan santai berenang menjauh dari penyelam di bawah air," imbuh dia.
Meski lonjakan populasi gurita di Inggris pernah terjadi sebelumnya, tapi pada 2025 peningkatannya terlalu tinggi atau sebesar 1.500 persen dari jumlah di tahun 2023.
Baca juga:
Populasi gurita di Inggris melonjak pada tahun 2025. Krisis iklim disebut sebagai penyebabnya.The Wildlife Trusts memperingatkan pentingnya perubahan pola penangkapan ikan dan kebiasaan makan jika populasi gurita tetap tinggi.
Hal itu karena Cephalopoda berlengan delapan ini memakan kerang-kerangan, seperti lobster, kepiting, dan kerang scallop.
"Mereka berdampak pada spesies (kerang) di sekitar pantai kita. Dan sebagai konsekuensinya, mereka juga akan berdampak pada industri perikanan kita yang menargetkan spesies tersebut," ujar Williams.
Baca juga: Kemunculan Beruang di Jepang Makin Meresahkan, Diduga akibat Krisis Iklim
Ia menambahkan, industri perikanan Inggris sedang melakukan sejumlah penelitian untuk mencoba beradaptasi dengan dampak krisis iklim.
Hasil tangkapan kepiting menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya berdasarkan data pemerintah Inggris. Namun, hasil tangkapan lobster, udang karang, serta kerang tetap stabil.
Banyak restoran mulai menawarkan gurita dalam menu mereka seiring penurunan hasil laut. Penambahan menu tersebut untuk mengakomodasi tangkapan nelayan di perairan Inggris yang kebanyakan gurita.
Populasi gurita di Inggris melonjak pada tahun 2025. Krisis iklim disebut sebagai penyebabnya.Kendati demikian, penambahan menu gurita dinilai sulit diterima para aktivits hak-hak hewan yang telah lama menyerukan agar predator ini dilindungi dari pembunuhan untuk konsumsi manusia.
Pada tahun 2021, pemerintah Inggris telah mengubah Rancangan Undang Undang (RUU) Kesejahteraan Hewan dengan mengakui gurita sebagai makhluk hidup yang memiliki perasaan.
Gurita diakui bisa merasakan sakit. Maka dari itu, praktik yang dikategorikan penyiksaan hewan, seperti merebus gurita hidup-hidup, menjadi dilarang. Akan tetapi, aturan tidak sampai melarang praktik membunuh gurita.
"Hewan-hewan ini memiliki kecerdasan yang tinggi sehingga ada masalah kesejahteraan, seperti halnya banyak hewan yang ditangkap atau diternakkan untuk produksi pangan," tutur Williams.
Baca juga: Simpan Satwa Dilindungi Secara Ilegal, Pria di Karawang Terancam 15 Tahun Penjara
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya