Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ada Kompetisi Karya Jurnalistik SDG Academy 2026, Catat Syarat dan Hadiahnya

Kompas.com, 5 Januari 2026, 14:08 WIB
Ni Nyoman Wira Widyanti

Penulis

KOMPAS.com - SDG Academy Indonesia mengadakan Karya Tulis Jurnalistik: Akselerasi SDGs 2030 untuk mengajak masyarakat menyuarakan sudut pandang mereka tentang Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) kepada publik yang lebih luas. 

"SDG Academy Indonesia mengajak masyarakat umum untuk mengangkat isu, praktik baik, dan dampak nyata terkait Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di Indonesia," bunyi keterangan dari SDG Academy, dilansir Senin (5/1/2026).

Baca juga:

Jika tertarik, berikut rincian tentang kompetisi tersebut untuk kategori jurnalis.

Kompetisi Karya Tulis Jurnalistik SDG Academy Indonesia

Syarat mengikuti kompetisi

Kompetisi Karya Tulis Jurnalistik SDG Academy 2026 mengajak jurnalis mengangkat isu SDGs di Indonesia. Simak syarat dan hadiahnya.Freepik.com Kompetisi Karya Tulis Jurnalistik SDG Academy 2026 mengajak jurnalis mengangkat isu SDGs di Indonesia. Simak syarat dan hadiahnya.

Artikel harus berfokus pada percepatan pencapaian SDGs di Indonesia sampai tahun 2030, lewat pemanfaatan SDG Academy Indonesia.

Pembahasan mencakup dokumentasi dampak nyata, baik berupa kisah inspiratif maupun prises perubahan yang telah dihasilkan selama ini.

Peserta juga bisa mengeksplorasi ide pemanfaat dan keberlanjutan masa depan lewat kepemimpinan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas).

Adapun tema yang bisa dipilih yaitu:

  • Governance & Sustainability: Penguatan tata kelola, mekanisme kelembagaan, dan pembiayaan berkelanjutan untuk mendukung keberlanjutan SDG Academy Indonesia.
  • Innovation in Learning & Partnerships: Pengembangan pembelajaran SDGs melalui kurikulum inovatif, platform digital, dan kolaborasi multi-pemangku kepentingan.
  • Knowledge Sharing & SDGs Communication: Penguatan visibilitas, dampak, dan inklusivitas pembelajaran SDGs melalui komunikasi efektif, keterlibatan media, dan pengelolaan pengetahuan.

Syarat penulisan

  • Ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar
  • Mengikuti kaidah jurnalistik, mencakup keseimbangan sudut pandang, akurasi data, dan keberimbangan narasumber.
  • Panjang artikel minimal 800 kata

Baca juga: Melalui SDG Academy Indonesia, Tanoto Foundation Tingkatkan Kompetensi Pemda

Jenis dan format penulisan

  • Jenis karya yang diterima berupa berita mendalam (in-depth reporting), feature, dan opini atau analisis yang berbasis data
  • Karya wajib sudah tayang di media massa resmi (cetak atau online)
  • Peserta mendaftarkan karya dalam bentuk tautan artikel yang telah dipublikasikan

Baca juga: Trump Hentikan USAID, Proyek Terkait SDG di Indonesia Terdampak

Hadiah Kompetisi Karya Jurnalistik SDG Academy Indonesia

  • Tahap 1: Total beasiswa Rp 20 juta untuk 10 jurnalis terbaik.
  • Tahap 2: 10 jurnalis terbaik diminta menulis artikel bertema tertentu; tiga pemenang mendapat hadiah:
    • Juara I: Rp 6 juta
    • Juara II: Rp 3,5 juta
    • Juara III: Rp 2 juta

Linimasa Kompetisi Karya Jurnalistik SDG Academy Indonesia

Kompetisi Karya Tulis Jurnalistik SDG Academy 2026 mengajak jurnalis mengangkat isu SDGs di Indonesia. Simak syarat dan hadiahnya.Unsplash/Glenn Carstens Peters Kompetisi Karya Tulis Jurnalistik SDG Academy 2026 mengajak jurnalis mengangkat isu SDGs di Indonesia. Simak syarat dan hadiahnya.

Simak timeline (linimasa) Kompetisi Karya Tulis Jurnalistik SDG Academy Indonesia selengkapnya.

Periode pengumpulan karya

Dari Jumat (19/12/2025) sampai Jumat (9/1/2026)

Periode penjurian

Dari Senin (12/1/2026) sampai Selasa (20/1/2026)

Pengumuman beasiswa jurnalis

Rabu (20/1/2026)

Pengumuman pemenang di kegiatan utama

Februari 2026

Baca juga: Pemenang SDG Pioneers 2024 dari Afrika: Kevin Getobai, Usung Peternakan Berkelanjutan

Bila tertarik mengikuti kompetisi ini, calon peserta bisa melihat informasi selengkapnya di lestari.kgmedia.id/sdgai.

Sebagai informasi, SDG Academy Indonesia merupakan pusat pembelajaran SDGs lintas sektor yang didirikan sejak tahun 2019 atas kolaborasi Kementerian PPN/Bappenas, Tanoto Foundation, dan UNDP.

Pada tahun 2025, SDG Academy Indonesia resmi bertransformasi menjadi aset nasional yang dikelola sepenuhnya oleh Kementerian PPN/Bappenas.

Baca juga: Jadi SDG Pioneer 2024, Lucia Karina Ajak Industri Perkuat Komitmen Keberlanjutan

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau